Jumat, 04 Maret 2011 - 00:20:08 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan,
Fadel Muhammad saat membuka Rapat Teknis Ditjen Perikanan Tangkap di Hotel
Grand Clarion Makassar, Senin, 28 Februari 2011 mengatakan Pembangunan
Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Untia terancam dihentikan. Penyebabnya,
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kesulitan membiayai proyek Rp 360
miliar tersebut. Dengan kondisi keuangan kementerian yang terbatas, Pelabuhan
Perikanan Nasional (PPN) Untia sulit dilanjutkan. Untuk tahun 2011 ini,
anggaran yang dialokasikan hanya Rp 4 miliar. Namun untuk perampungan
dibutuhkan anggaran minimal Rp 300 miliar.
Pelabuhan Untia yang dibangun
sejak tahun 2006 lalu dan ditargetkan rampung tahun 2011, sampai saat ini belum
terealisasi. Semula, infrastruktur perikanan itu diproyeksikan menelan anggaran
sekitar Rp 200 miliar, tetapi membengkak hingga 364 miliar. Padahal pelabuhan
ini mampu melayani bongkar muat sampai 200 kapal ikan tiap hari dengan muatan
150 ton. Selain aktivitas kapal, pelabuhan ini juga diharapkan menjadi lokasi
pabrik industri pengolahan atau pengalengan ikan, tempat pelelangan dan pabrik
lainnya. Dan juga, proyek yang berada di Kelurahan Untia Kecamatan Bringkanaya
ini diharapkan menjadi pintu ekspor produk perikanan dari Indonesia bagian
timur.
Menurut Fadel Muhammad, ada 2
opsi yang dapat dilakukan untuk melanjutkan proyek tersebut. Pertama,
mengundang investor swasta, baik nasional maupun asing untuk menanamkan modal
dalam proyek tersebut. Opsi kedua, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan
mengajukan permintaan dana khusus. Namun dana yang diberikan hanya berkisar Rp
40 miliar sampai Rp 50 miliar dan diperkirakan tidak akan mencukupi. Sebab,
anggaran pembangunan satu pelabuhan jumlahnya beragam, mulai dari Rp 10 miliar
hingga puluhan miliar. Untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Nasional Untia
tahun ini hanya disiapkan Rp 4 miliar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan
tidak akan membangun pelabuhan baru karena pemerintah akan fokus pada
pembangunan beberapa pelabuhan besar, salah satunya di Bitung, Sulawesi Utara.
Pada tahun ini selain fokus pada
peningkatan kesejahteraan nelayan dengan membangun 1.000 unit kapal penangkapan
ikan berukuran diatas 30 gross ton hingga 2014 nanti, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga berencana
mengalihkan dana untuk pengadaan cold
storage di sentra-sentra produksi perikanan. Anggaran juga akan digunakan
untuk perbaikan pelabuhan yang sudah ada agar beroperasi maksimal dan akan
menaikkan target produksi ikan tangkap. Tahun 2010 lalu, produksi ikan tangkap nasional
5,38 juta ton.
Gubernur Sulawesi Selatan,
Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pembangunan
Pelabuhan Perikanan Nasional Untia sudah berjalan hampir tujuh tahun,
tapi hingga sekarang masih belum rampung juga, padahal Untia sangat penting
bagi nelayan dan perekonomian Sulawesi Selatan. Syahrul juga melanjutkan,
Sulawesi Selatan membutuhkan cold storage
atau alat pendingin untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan. Jika ada
mesin pendingin, daya tahan ikan bisa lebih lama, yang biasanya hanya 2 bulan
dengan mesin pendingin ikan bisa tahan sampai enam bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Iskandar mengatakan tahun ini
Pelabuhan Perikanan Nasional Untia Makassar mendapat alokasi dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2011 sebesar Rp 20 miliar dan jika dana
tersebut cair maka pembangunan pelabuhan Untia akan berlanjut lagi tahun ini.
Meskipun dana yang dibutuhkan untuk Pelabuhan Perikanan Nasional Untia Makassar
senilai Rp 120 miliar. Seandainya dana tersebut ada, kemungkinan besar
pembangunan dermaga, jembatan dan lain-lain bisa selesai dalam waktu satu
tahun.
Nia (Selasa, 01 Maret 2011)
Sumber : http://www.sulsel.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar