Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Wabah Flu Burung : Sulsel Himbau Kontes Ayam Ketawa Dihentikan Sementara

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Dinas Peternakan Sulawesi Selatan, Murtala Ali, menhimbau kepada pemilik dan pecinta ayam gagap di Sulawesi Selatan, menghentikan sementara kontes ayam ketawa. Ypaya ini dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus avian influenza (flu burung) yang kini melanda Kabupaten Sidrap dan sekitarnya.

Murtala mengatakan, ayam gagap juga rawan terjangkit vrisu flu burung, selain ayam pedaging dan petelur.

Meski demikian, Pemprov Sulsel tetap akan membantu para peternak untuk mengembangkan budidaya ayam ketawa ini. Sasaran utama Pemprov Sulsel adalah Kabupaten Sidrap.

Pemprov Sulsel Rp 100 juta di APBD untuk pembibitan ayam gagap di Kabupaten Sidrap, daerah yang menjadi sentra ayam ketawa Sulsel.
   
Sidrap adalah daerah yang memperkenalkan kontes ayam ketawa (gagap) yang kemudian direspon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang membuat kontes serupa di rumah jabatan Gubernur awal 2011.
READ MORE - Wabah Flu Burung : Sulsel Himbau Kontes Ayam Ketawa Dihentikan Sementara

Kamis, 21 Juli 2011

Wagub Sulsel ke Sidrap Pantau Penyebaran Flu Burung

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Kamis (21/7/2011) pagi ini, bertolak dari rumah jabatannya di Jl AP Pettarani II Makassar, menuju Sidenreng Rappang (Sidrap).

Di Sidrap, kampung halamannya, mantan Ketua DPRD Sulsel ini, dijadwalkan memantau efek pandemi avian influenza NH-21 yang mewabah akhir Juni lalu.

"Mau ke Sidrap dinda, ada acara tudang sipulung, panen raya dan pantau flu burung," demikian respon mantan sekretaris DPD Golkar Sulsel dua periode ini kepada tribun-timur.com, pagi tadi.

Melalui pesan instant messagging, BlackBerry Messangger, Agus merespon pertanyaan tribun- timur.com, sesaat setelah Ketua Smansa Cycling Club Ini, mengganti profile picture di BBm dengan kostum lengkap mountain bike warna orange miliknya.

Selain kunjungan dinas, Agus juga memanfaatkan lawatan kampung halamannya ini, dengan agenda personal.

"Sekaligus ziarah makam orang tua," katanya merespon pertanyaan apakah ia akan menghabiskan akhir pekannya di Sidrap dengan bersepeda.

Di Taman Makam Pahlawan Ganggawa Pangkajene, ibu kota Sidrap, Arifin Nu'mang, mendiang ayah wagub dimakamkan. Ayahnya adalah kolonel pejuang angkatan 1945, yang pernah menjadi Bupati Sidrap dua periode.
READ MORE - Wagub Sulsel ke Sidrap Pantau Penyebaran Flu Burung

Selasa, 05 Juli 2011

Dinas Peternakan Raih 3 Penghargaan

Selasa, 05-07-2011

MAKASSAR, UPEKS--Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel melambungkan nama Sulsel di tingkat nasional. Betapa tidak, pada penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) di Kalimantan Timur baru- baru ini, Dinas Peternakan menyabet tiga penghargaan sekaligus.
Penghargaan itu meliputi, Juara favorit 1 lomba promosi Sumber Daya Genetik (SDG) hewan pada ekspo dan konteks peternakan nasional. Penghargaan kepada Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel sebagai kepala dinas berprestasi dalam pembangunan di bidang pertanian.
Selain itu, Kadis Peternakan menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No 2920/ kpts/ OT.140/ 6/ 2011 tentang penetapan rumpung ayam gaga sebagai rumpun Sulsel.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel, Ir Murtala Ali MSi mengatakan, prestasi yang diraih Dinas Peternakan merupakan hasil kerja keras Dinas Peternakan provinsi dan Dinas Peternakan tingkat kabupaten dan kota.
Dia menuturkan, untuk mempertahankan apa yang dia raih saat ini sangat susah dibanding dengan merebut. Karena itu ia mengimbau jajarannya untuk senantiasa bekerja keras. "Keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama yang luar biasa. Ini hal yang pertama diraih oleh Dinas Peternakan sejak terbentuk di Sulsel," ungkap Murtala.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang semua Kepala Dinas Peternakan tingkat kabupaten dan kota. Pemanggilan itu untuk memberikan penghargaan kepada kepala dinas berprestasi yang turut mendukung pemerintah meraih penghargaan dan prestasi tingkat nasional.
Selain itu, memberikan motivasi kepada semua daerah untuk senantiasa bekerjasama meningkatkan apa yang telah diraih selama ini.
"Keberhasilan dan penghargaan yang kami raih, akan kami tindaklanjuti kepada kepala dinas di daerah dan kota. Keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama," ujarnya.
Sebelumnya, hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Pemerintah Provinsi Sulsel, populasi sapi di Sulsel sudah mencapai 978.247 ekor. Artinya, program Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2013 segera tercapai.
"Target kami akan tercapai sebelum tahun 2013. Karena itu, kami akan meminta kepada Gubernur Sulsel untuk meningkatkan target sampai 1,2 juta ekor 2013. Kami optimis dengan program-program yang kami lakukan, hal itu akan tercapai," pungkasnya. 
 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Dinas Peternakan Raih 3 Penghargaan

Jumat, 01 Juli 2011

Daging Sulsel Serbu Jakarta

Jumat, 01-07-2011

Geser Daging Australia 
 MAKASSAR, UPEKS—Jumat (1/6) hari ini, daging asal Sulsel resmi memasuki pasar Jakarta menggantikan da-ging asal Australia. Sebanyak 1 ton da-ging sapi dikirim via Garuda Indonesia.
Rencanannya Jumat dini hari ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, melakukan pengiriman perdana di Bandara Sultan Hasanuddin.
Pengiriman perdana itu rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’man, Sekretaris Daerah (Sekda) A Muallim, dan Muspida Provinsi Sulsel kepada petugas kargo di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel, Ir Murtala Ali MSi mengatakan, pengiriman 1 juta ton daging ke Jakarta merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta. Dan, pengiriman itu tidak terlepas dari posisi Sulsel yang lagi swasembada daging.
“Pengiriman daging ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta. Kita ambil alih karena Australia sudah menghentikan pengiriman daging ke Jakarta. Sementara peluang bisnisnya sangat besar, dan kita mampu melakukan itu,” kata Murtala, saat dikonfirmasi, Kamis (30/6).
Selain itu, Murtala mengaku siap untuk memenuhi kebutuhan daging di Seluruh Indonesia.
“Saya kira kita selalu siap, bukan cuma Jakarta, tapi seluruh Indonesia,” katanya.
Menurutnya, populasi sapi di Sulsel sangat besar. Bahkan, target 1 juta ekor sapi 2013 sudah hampir tercapai. Saat ini, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) populasi sapi di Sulsel sudah mencapai 978.916 ekor.
Agar program dan peluang bisnis dapat dipertahankan, ia mengaku akan konsiten melakukan berbagai program. Seperti, program gerakan optimalisasi sapi, pengendalian betina produktif, Inseminasi Buatan (IB) dan pengendalian penyakit.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa 1 juta ton daging sapi yang dikirim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel akan diterima secara simbolis oleh pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Gubernur DKI Fauzi Bowo.
“Pak Syahrul YL dan Gubernur DKI Jakarta, serta pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan akan menerima langsung daging yang kami kirim. Hal ini pertanda, Sulsel siap membantu kebutuhan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel Ir Abd Muas mengatakan, selain 1 ton daging sapi, Dinas Peternakan juga akan mengirim 1 ton ikan, dan 1 ton sayur-sayuran.
Pengiriman produk-produk unggulan Sulsel ke Jakarta itu terwujud setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bertemu Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad pertengahan Juni lalu.
Saat itu, Fadel meminta agar Sulsel mengekspor hasil laut dan hasil buminya ke ke Singapura atau Malaysia.
Pada pertemuan itu juga terungkap adanya kebutuhan stok daging Pemkot DKI Jakarta karena dihentikannya impor daging dari Australia.
“Sekarang di Jakarta lagi heboh karena Australia tidak lagi mengekspor daging ke Indonesia. Kenapa Sulsel tidak menyuplai daging ke Jakarta, termasuk ikan,” terangnya. 
sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Daging Sulsel Serbu Jakarta