Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Lahan Tandus Hasilkan Rp756 Juta

Jumat, 09 September 2011 | 18:19:43 WITA


PINRANG, FAJAR -- Kabupaten Pinrang patut berbangga. Betapa tidak, lahan yang tandus di daerah ini, berhasil disulap menjadi kawasan percontohan pengembangan hortikultura yang cukup menjanjikan.

Kawasan ini berara di tiga desa, yakni Sipatuo, Malinpung, dan Padangloan (Sipundang),  Kecamatan Patampanua. “Keajaiban” ini disaksikan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan wakil Gubernur, Agus Arifin Nu’man, Rabu, 7 September lalu.

Hasilnya kelompok tani di wilayah yang tadinya tandus ini bisa merauf Rp756 juta per satu kali panen. Begitu Syahrul Yasin Limpo, Agus Arifin Nu'man, dan rombongan tiba di Sipundang, Bupati Pinrang, Aslam Patonangi bersama anggota Muspida langsung ke hamparan tanaman hortikultura di atas areal 350 hektare dari lahan seluan 500 hektare yang disiapkan.

Karena senangnya melihat cabai dan melon serta tanaman hortikultura lainnya yang hijau, Syahrul langsung menyambar gunting yang disiapkan petani di lahan tersebut. "Sebentar difoto. Saya langit asyik panen cabai nih," kata Syahrul saat diminta oleh mitra petani dari Panamerah untuk diambil gambarnya.

"Saya benar-benar puas dengan hasil rekayasa teknologi dan hasilnya menjadikan kawasan Sipundang ini jadi kawasan hortikultura bukan saja di Pinrang, akan tetapi Sulsel," kata Syahrul.

Karena gembiranya melihat areal tandus dan kini disulap jadi kawasan hortikultura itu, membuat rombongan dan bahkan tuan rumah terlihat kewalahan mengikuti gubernur yang mengelilingi areal tanaman cabai, melon, dan  tanaman lainnya.

Berkaitan dengan program Pemprov Sulsel yang akan melakukan ekspor komiditas hortikultura, Syahrul menantang masyarakat dan Pemkab Pinrang berani melakukan ekspor. "Jangan biarkan lahan yang penuh dengan nilai dollar ini begitu saja. Kita harus berani memasarkan hasil komoditas hortikultura ini bukan saja antarpulau akan tetapi juga di-ekspor,” ajak Syahrul.

Langke, 45 tahun,  mewakili tujuh kelompok tani di kawasaan ini didampingi Kepala Dinas Pertanian Sulsel Luthfie Halide mengatakan, hasil dari tenaman berbagai komoditas hortikultura di kawasan ini pada panen perdana Rp756 juta. (nas/ars)



Sumber :  http://www.blogger.com

READ MORE - Lahan Tandus Hasilkan Rp756 Juta

Kamis, 08 September 2011

Lahan Holtikulturan Sipundang Hasilkan Rp 756 Juta

Kamis, 08 September 2011 | 17:13:23 WITA
Pinrang Harus Mampu Mengekspor Sayur-sayuran

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'man, Rabu 7 September 2011, lalu, terpengarah pmenyaksikan hamparan tanaman holtikultura yang digarap kelompok tani yang mampu menghasilakn Rp 756 juta per satu kali panen.

Bupati Pinrang, Aslam Patonangi yang ikut mendapi gubenur Sulsel bersama wakilnya serta jajaran Muspida melakukan panen perdana diatas areal sekitar 350 hektar dari lahan 500 hektar yang disiapkan.

Cabai yang tumbuh subur serta buah melon yang menggiurkan itu, serta tanaman hortikultura lainnya, gubernur Syarul penuh senyum saat melakukan panen perdana yang ditandai dengan pengguntingan pita. "Sebentar di foto ya ...Saya langit asyik panen cabai nih," kata Syahrul ke Mitra Petani dari Panamerah untuk diambil gambarnya.

"Saya benar-benar puas dengan hasil rekayasa tehnologi dan hasilnya menjadikan kawasan Sipundang ini jadi kawasan hortikultura ini.  Bukan saja di Pinrang yang merasakan manfaatnya, akan tetapi Sulsel juga," kata Syahrul sambil meminta wartawan mengabadikan hasil panennya bersama Wagub Agus Arifin Nu'man dan Bupati Aslam Patonangi.

Karena gembiranya meliat areal tandus dan kini disulap jadi kawasan hortikultura itu, membuat rombongan dan bahkan tuan rumah terlihat kewalahan mengikuti Syahrul yang mengelilingi areal tanaman cabai, melon, dan  tanaman lainnya. "Cepat ikut Pak Gubernur, dia kuat jalan, " kata Lutfi Halide, Kadis Pertanian Provinsi Sulsel, lalu melintas pematan perkebunan cabai, bersama Bupati Aslam dan rombongan lainya.

Bahkan Kelapa Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin, di susul kepala Dinas PU Bina Marga, Abd.Latief, Kadis Perikanan, Kehutanan, dan Peternakan, juga terliat jalan pontang-panting dari pematan kematang yang jauh tertinggal dari langka lajunya Syahrul dari pematang ke pematang tersebut, ke pematan tanaman hortikultura tersebut.



EKSPOR SAYUR


Berkaitan dengan program pemerintah Sulsel yang akan melakukan eksport  komiditas hortikultura, Syahrul menantang masyarakat dan pemerintah Pinrang, untuk berani melakukan eksport.  "Jangan biarkan lahan yang penuh dengan nilai dolar ini begitu saja. Kita harus berani memasarkan hasil komoditas hortikultura ini bukan saja antar pulau akan tetapi justru kita ekspor ke Singapura," ajak Syahrul penuh semangat.

Syahrul sambil melirik ke kanan dimana Agus Arifin Nu'man duduk berjejeran dengan Bupati Aslam Patonangi, juga menyinggung, kurung wakta tiga tahun masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu dan dua di Sulsel ini, diawal star roda perputaran perekonomian rakyat hanya berkisar Rp 39 triliun, naik menjadi Rp 94,3 triliun. Dan hal yang menggimbirakan, lanjut Syahrul, dalam laporan per April 2011 saja, ternyata peningkatan perputaran perekonomian di Sulsel sudah mencapai Rp 99,7 triliun. Ini menunjukkan pencapaian angka Rp 110 triliun, akan dicapai Sulsel. " Apalagi dengan hamparan hurtikultura di kawasan Sipundang ini, sangat meyakinkan mendukung angka pencapaian tersebut," katanya.

Langke (45) yang mewakili tujuh kelompok tani di kawasaan lahan hortikulutura di Sipundang ini, saat didampingi Luthfie Halide, mengatakan hasil dari tenaman berbagai komoditas hortikultura di kawasan ini berupa sayuran, Cabai, Bawang, Melon, dan Semangka di atas areal 350 hektar dari 500 yang tersedia, pada panen perdana hasil jual mencapai Rp 756 juta.

Langke, menambahkan,  dari hasil  Rp 756 juta itu, merupakan dari hasil cabai  saja diperoleh  9.450 ton cabai dengan harga jual Rp 8.000 per-kg.  "Kalau dikalkulasi pencapaian petani dalam sebulannya dari tanaman cabai diperoleh Rp 84 juta, belum termasuk harga buah Melon yang mulai dipadati permintaan pedagan antar pulau dari Kalimantan," katanya.

Bahkan menurut Langke, Senin 5 September 2011, lalu, hasil melon yang dipetik sebart 7 ton, diborong pedagang antar pulau dari Samarinda, senilai Rp 24.500.000, dengan harga jual Rp 3.500 perkilogramnya. Sedang hasil panen perdana bersama gubernur Sulsel di antara Melon memiliki berat 3 kilogram perbuahnya.

Bupati Aslam Patonangi, dan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hortikultura, Luthfi Halide, meyakinkan bila hasil komoditas hortikultura tidak akan kalah saing dengan hasil hortikultura dari negara Thailand dan Asia lainnya bila di banding dengan hasil sayur-sayuran dan buah dari Pinrang, dan daerah lainnya di Sulsel.

Karena itu,gubernur Sulsel memerintahkan segerah semua SKPD-nya di Sulsel untuk segera membuat terobosan eksport ke Singapore, termasuk hasil cokelat, ikan dan hasil pertanian lainnya. "Kalau negara lain bisa  ... kenapa kita tidak," kunci Syahrul.

Sangking senangnya meliat kerhasilan rekayasa teknologi dari lahan tandus menjadi lahan produktif hortikultura, gubernur berjanji akan memberi hadiah khusus bagi pemerintahan dan masyarakat Pinrang. (*) 



Sumber : http://www.fajar.co.id
READ MORE - Lahan Holtikulturan Sipundang Hasilkan Rp 756 Juta

Rabu, 07 September 2011

Syahrul-Agus Panen Cabe di Pinrang

Tribun Timur - Rabu, 7 September 2011 21:18 WITA

Citizen Reporter
Badaruddin
Humas Pemprov Sulsel
Melaporkan dari
Pinrang

GUBERNUR Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Agus Arifin Numang dan Bupati Pinrang Aslan Patonangi melakukan panen perdana cabe besar F1di desa Padangloang, Kecamatan Patampanua, Pinrang, Rabu (7/9/2011).
   
Panen perdana juga dilakukan untuk buah melon Amanta F1. Panen jenis holtikultura tersebut dilakukan pada lahan uji coba seluas 75 hektare (ha) dari luas seluruhnya 500 ha.
   
Produksi cabe besar bisa mencapai 30 ton per ha atau berkisar 2.225 ton untuk lahan seluas 75 Ha. Ini mampu menghasilkan ratusan juta rupiah bagi petani.
   
Gubernur mengajak mengajak 147 kelompok tani untuk memanfaatkan lahan yang potensial ini agar pendapatan makim bertambah.
   
"Ini menjadi berkah Ramadan karena selepas puasa petani bisa memanen holtikultura yang hasilnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat tani," jelasnya.
   
Gubernur juga berharap cabe Pinrang bisa diekspor ke Singapura sebagai salah satu negara yang membutuhkan komoditi tersebut. "Saya minta bupati lakukan ekspor ke negara itu," harapnya sambil melirik Aslan yang duduk di samping wagub.
   
Kunjungan kerja Gubernur di Pinrang didampingi Karo Humas dan Protokol Sulsel Agus Sumantri dan sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemprov Sulsel.
   
Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lutfi Hallide menjelaskan potensi lahan di Pinrang mencapai 500 ha. Penanaman cabe menggunakan sistem multiplastengan dengan masa panen hingga 21 kali.
   
Dalam kesempatan ini, Gubernur menyerahkan bantuan berupa 200 keranjang dan 750 gunting untuk kelompok petani holtikultura. Sebanyak 20 perahu untuk nelayan dan sarana pengolahan ikan di daerah itu.(*)
 
 
 
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Syahrul-Agus Panen Cabe di Pinrang

Rabu, 10 Agustus 2011

Sulsel Salurkan Pupuk Bagi 410 Kelompok Tani

Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan pupuk kepada 410 kelompok tani di 12 kecamatan di Kabupaten Pinrang sebagai upaya untuk menggenjot produksi beras .

Bantuan pupuk yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang di Pinrang, Rabu, berupa pupuk NPK sebanyak 1.201,5 ton dan pupuk organik 1.201,5 ton.

Selain bantuan pupuk, bantuan pertanian lainnya yang diserahkan adalah mesin penggilingan padi, peralatan pascapanen hortikultura dan 300 keranjang bibit sayur mayur, 1.300 unit gunting pangkas dan satu unit mobil ambulans dengan nilai total Rp17,5 miliar
Pinrang merupakan kabupaten penerima bantuan pertanian terbesar di antara kabupaten dan kota lainnya di Sulsel karena kabupaten ini merupakan pemasok terbesar dalam mendukung program surplus produksi beras Sulsel sebanyak dua juta ton dalam tiga tahun terakhir.
"Sengaja kami berikan bantuan pertanian paling besar pada kelompok tani Pinrang karena daerah inilah berkontribusi terbesar dalam pemenuhan target program "over stock" dua juta ton beras di Sulsel", katanya.

Ia menambahkan, Sulsel patut berbangga menyusul keluarnya izin ekspor beras dari pemerintah pusat.

Sebagai salah satu lumbung beras nasional Sulsel bersama Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat juga tidak temasuk dalam wilayah distribusi beras impor.

Izin ekspor beras 50 ribu ton dari Kementerian Pertanian, ditanggapi Pemprov Sulsel dengan peningkatan kapasitas produksi beras hingga 100 ribu ton untuk alokasi ekspor.

Penambahan kapasitas produksi beras ekspor hingga 100 ribu ton ini, menurut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga merupakan upaya untuk terus membuka peluang ekspor semakin besar. Gubernur juga berjanji, kontribusi Sulsel sebanyak dua juta ton terhadap nasional tidak akan berubah.

Produksi beras nasional rata-rata 5,1 ton per hektare dan Sulsel hampir mencapai angka tersebut. Sulsel, menargetkan, produksi beras surplus hingga 2,1 juta pada 2011 dari surplus dua juta ton yang telah dicapai selama dua tahun terakhir. (T.KR-RY/S025)

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
READ MORE - Sulsel Salurkan Pupuk Bagi 410 Kelompok Tani

Wagub Sulsel Bantu kelompok Pertanian


Lintasterkini.com -- Pemprov Sulsel terus menggenjot peningkatan produksi pertanian khususnya produksi beras. Sekalipun Sulsel telah berhasil memenuhi target over stock beras 2 juta ton, namun Pemprov tdk berhenti sampai di situ saja, dan terus mengupayakan  peniingkatan produksi makanan pokok itu.
Keseriusan Pemprov Sulsel untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian terlihat dengan makin intensnya  Pemprov Sulsel memberikan bantuan pertanian ke Gapoktan yang tersebar di wilayah Sulsel.

Salah satunya dilakukan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mamg saat melaksanakan safari ramadannya di Kabupaten Pinrang. Dalam kesempatan itu wagub menyerahkan secara simbolis bantuan pertanian kepada 410 Kelompok Tani (Poktan) yg tersebar di 12 Kecamatan di Pinrang.

Nilai bantuan pertanian yg diserahkan sebesar Rp 17,5 M lebih, berupa pupuk NPK 1201,5 ton, pupuk organik 1201,5 ton, dan mesin penggilingan padi. Sementara bantuan peralatan pasca panen hortikultura dan sayur2an berupa keranjang 300 unit, gunting pangkas 1300 unit, dan satu unit mobil ambulance.

Kabupaten Pinrang merupakan kabupaten penerima bantuan pertanian terbesar diantara kabupaten/kota di Sulsel. Sebab Kabupaten Pinrang merupakan Kabupaten pemasok terbesar dlalam mendukung program over stock 2 juta ton beras. "Sengaja kami berikan bantuan pertanian paling besar kepada Poktan Kab Pinrang, karena daerah inilah yang paling besar sumbangsihnya terhadap pemenunan target program over stock 2 juta ton beras di Sulsel", kata Agus.

Di hadapan jajaran Pemkab dan masyarakat Pinrang, mantan Ketua DPRD Sulsel itu, menambahkan bahwa Sulsel patut berbangga menyusul keluarnya izin pemerintah pusat utk memperbolehkan Sulsel mengekspor beras. Sementara beras impor yg akan dipasarkan di Indonesia, Sulsel, Jateng dan NTB tidak termasuk Provinsi sasaran pemasaran beras impor, mengingat tiga Provinsi itu adalah lumbung beras.(er)

Sumber : http://www.lintasterkini.com
READ MORE - Wagub Sulsel Bantu kelompok Pertanian

Sabtu, 23 Juli 2011

Gubernur Panen Raya Kapas di Jeneponto

Sabtu, 23-07-2011

Penyerahan Bantuan Rp800 juta Untuk Petani Kapas Jeneponto
MAKASSAR, UPEKS--Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, melaksanakan panen raya kapas, di Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Senin (18/7).
Selain itu, gubernur juga memberikan bantuan kepada petani kapas serta pembayaran langsung hasil kapas.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Seksi Pembinaan Tanaman Semusim Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Basrun Gaddong, di sela-sela persiapan panen raya kapas.
Menurutnya, panen raya yang dilakukan oleh Gubernur Sulsel merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap nasib para petani kapas dan merupakan wujud upaya untuk meningkatkan jumlah produksi kapas di Sulsel.
"Gubernur juga menyerahkan bantuan bibit pertanian berupa benih padi, kehutanan bibit pohon, peternakan dan komoditi yang lain kepada petani," katanya.
Dia menambahkan, pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel juga menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) terhadap petani kapas di Jeneponto sebesar Rp800 juta dengan menyasar sekitar 465 hektar lahan tanam kapas, yang dapat meningkatkan jumlah produksi kapas di Sulsel.
Dimana jumlah areal tanam kapas sekarang ini mencapai sekitar 1.500 hektar, dan dengan dukungan yang diberikan diyakini jumah produksi kapsa di Sulsel akan terus bertambah dan dapat mencapi tarhget peroduksi kapas di tahun ini.
Dia berharap, Sulsel ke depannya akan menjadi daerah yang memiliki jumlah produksi kapas yang cukup besar sehingga kebutuhan Industri tekstil dapat terpenuhi dan mensejahterakan petani kapas yang terdapat di 8 kabupaten di Sulsel. 
 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Gubernur Panen Raya Kapas di Jeneponto

Jumat, 22 Juli 2011

Syahrul Beber Sukses di Sidrap

Jumat, 22 Juli 2011
Didampingi Agus dan Roem


SIDRAP, FAJAR -- Pergerakan kampanye menyongsong pemilihan gubernur Sulsel terus dilakukan Syahrul Yasin Limpo. Pada beberapa kesempatan, Syahrul selalu mengungkapkan keberhasilannya dalam memimpin Sulsel.

Kamis, 21 Juli misalnya, Syahrul didampingi wakil gubernur, Agus Arifin Nu'mang dan Ketua DPRD Sulsel, HM Roem kembali membeberkan keberhasilannya memimpin Sulsel.

Syahrul menyebutkan Sulsel dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ukurannya dilihat dari tingkat peredaran uang di Sulsel yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp95 triliun.

Saat menyampaikan sambutannya dalam rangkaian acara Tudang Sipulung (TS) tingkat Provinsi Sulsel di pelataran stadion di Sidrap, Syahrul mengatakan, dari tahun ketahun perekonomian Sulsel terus meningkat. Tahun lalu hanya di atas Rp80 triliun dan sekarang sudah tembus di atas Rp90 triliun. "Kita menarget dalam waktu dekat akan tembus Rp110 triliun," kata Syahrul.

Ia secara khusus memuji Sidrap. Menurutnya dari pertumbuhan ekonomi yang dicapai Sulsel, Sidrap termasuk salah satu daerah penopang. Apalagi Sidrap memang menjadi penyedia pangan andalan bahkan menjadi lumbung pangan nasional.

"Makanya kalau Sidrap gagal, yang lain tentu ikut gagal, sebab semangat kerja dan potensi Sidrap memang cukup Khusus masalah flu burung, Syahrul menganggap itu sebagai ujian bagi peternak untuk bisa lebih maju. Ia berharap peternak tidak lantas putus asa dengan musibah itu, sebab pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mencari solusi terbaik untuk menstabilkan kondisi peternakan di Sidrap. Apa solusi dimaksud tidak dibeberkan dengan detail.

Syahrul tiba di Sidrap pukul 14.30 dan langsung membuka acara Tudang Sipulung yang digelar di pelataran Taman Makam Ganggawa Pangkajene, Sidrap. Usai Tudang SIpulung, Syahrul melakukan panen perdana di lokasi persawahan di Kelurahan Maritengngae kecamatan Lautan Benteng.

Sebelumnya Syahrul menyerahkan pin emas kepada Wagub Sulsel Agus Srifin Nu'mang, Bupati Sidrap H Rusdi Masse, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Selatan (Sulsel) Ir Lutfi Halide, MP dan beberapa Kepala dinas dan kelompok tani dari sejumlah Kabupaten  di Sidrap.

Pin emas itu diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap dukungan dalam peningkatan produktivitas pertanian dan peningkatan ketahanan pangan nasional oleh Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulsel.

Sementara Bupati Sidrap H Rusdi Masse dalam kesempatan sama menyampaikan, digelarnya acara TS tingkat Provinsi di Sidrap adalah kehormatan bagi Sidrap. Ia berharap kegiatan itu bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan hasil produksi pertaniannya. (amr/ysd) 

Sumber : http://www.fajar.co.id
READ MORE - Syahrul Beber Sukses di Sidrap

Rabu, 20 Juli 2011

Syahrul Yasin Limpo Disambut Ratusan Petani Kapas

TRIBUN-TIMUR.COM -- Gubernur Sul-Sel, Syahrul Yasin Limpo disambut hangat ratusan petani kapas di Jeneponto. Kehadiran Syahrul Yasin Limpo bersama Ketua DPRD Sul-Sel, Muh Rum, Bupati Jeneponto, Radjamilo dan sejumlah Pejabat Pemprov dan Pemkab Jeneponto untuk melakukan Panen Kapas sekaligus penimbangan dan pembayaran kapas. Acara yang juga dihadiri Kelompok Tani, dan Gapoktan tersebut berlangsung Selasa (19/7) di kampung Tolo Toa Kel. Tolo Timur Kec. Kelara. Kadis Perkebunan Sulsel, Burhanuddin Mustafa dalam laporannya mengatakan bahwa Jeneponto merupakan salah satu daerah potensial dan sentra pengembangan kapas nasional karena selain lahannya yang cukup luas, tipe iklim dan tanah yang sesuai juga didukung oleh animo petani yang sangat besar disertai dukungan pemerintah setempat. Pada tahun 2010, petani kapas di Jeneponto mendapat Dana Bantuan Sosial sebesar 3 milyar seluas 1500 Ha. Dan tahun 2011 mendapat alokasi 8,2 milyar. Bantuan ini diharapkan mampu mengangkat hasil komoditi ini hingga 2,5 ton/hektar. Bupati Jeneponto, Radjamilo turut menyampaikan apresiasinya kepada Bapak Gubernur atas perhatiannya terhadap berbagai komoditi di Jeneponto, termasuk kapas sebagai salah satu primadona petani di daerah ini. Bupati mengharapkan bahwa untuk meningkatkan produktifitas kapas, maka perlu ada perbaikan harga kapas dengan menaikkan harga serta pembenahan petugas penyuluh lapangan. Ditambahkannya bahwa produktifitas kapas harus mampu berjalan seimbang dengan komoditi lain seperti jagung kuning sehingga seluruh tanaman perkebunan mempunyai potensi dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat. Apalagi jagung kuning mampu berproduksi 4 -5 ton/hektar. Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada petani yang telah panen kapas dan mengharapkan petani dan masyarakat Jeneponto harus mensyukuri nikmat tersebut serta terus memanfaatkan potensi alam yang ada. Petani Jeneponto harus mampu menyatu dan bersemai dengan berbagai sumber kehidupan, seperti tanah, matahari dan angin. Ia juga mengingatkan bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal maka ada 4 (empat) hal yang patut dilakukan, yakni do'a, itikad baik, ilmu pengetahuan, dan ikhlas atau rajin. Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyerahkan bantuan senilai 850 juta kepada 3 Gapoktan serta berbagai jenis bantuan lainnya kepada kelompok tani dan petani kapas di Jeneponto.(*)
READ MORE - Syahrul Yasin Limpo Disambut Ratusan Petani Kapas

Selasa, 19 Juli 2011

Wagub Ikuti Pembukaan PIMNAS XXIV di Unhas

Makassar, KM-- Wakil Gubenrur Sulsel Agus Arifin Nu'mang Bersama dengan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin mengikuti Opening Ceremony PIMNAS XXIV tahun 2011di Baruga A.P.Pettarani Unhas Makassar pagi tadi, Selasa (19/7). Selain dua pemerintah Sulsel tersebut, Pekan Ilmiah Nasional XXIV 2011 tersebut juga diikuti oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso dan ribuan mahasiswa se Indonesia yang menjadi peserta. PIMNAS XXIV tahun 2011 ini akan berlangsung hingga Jumat 22 Juli 2011. Dalam sambutan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang dibacakan Agus Arifin Nu'mang menyebutkan bahwa sebuah kehormatan bagi Sulawesi Selatan, khususnya Universitas Hasanuddin karena terpilih sebagai tempat diselenggarakannya PIMNAS tahun ini. Sebelumnya PIMNAS 2010 diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. "Semoga dengan diadakannya PIMNAS tahun ini, akan menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbaik dan berguna bagi kehidupan bangsa dan negara," kata Agus Arifin Nu'mang membaca sambutan Gubernur Sulsel. Sementara Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso dalam sambutannya mengatakan bahwa selain menciptakan berbagai kaya ilmiah, PIMNAS ini juga diharapkan agar terjalin interaksi antara mahasiswa dengan dosen atau pembimbing, mahaiswa dengan mahasiswa serta seluruh yang ikut berperan dalam PIMNAS tersebut. "Perguruan Tinggi berbeda dengan sekolah, dalam PT diharapkan ada hasil karya ilmiah yang berguna untuk kehidupan masyarakat. Semoga PIMNAS ini mahasiswa bisa berinteraksi dengan dosen atau pembimbingnya," ucap Djoko Santoso. Opening Ceremony PIMNAS XXIV ini, juga diserta dengan penyerahan Piala Bergilir oleh Pihak UGM sebagai juara Umum PIMNAS tahun 2010 kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional yang nantinya diberikan kepada juara umum yang baru. Dalam Beberapa perlombaan yang dinilai dalam PIMNAS 2011 diantaranya, Pameran Poster dan Produk PKM dan Non PKM, Lomba Wirausaha, Lomba Lingungan dan Lomba Kemaritiman Bidang Sosial Budaya. [KM]
READ MORE - Wagub Ikuti Pembukaan PIMNAS XXIV di Unhas

Jumat, 15 Juli 2011

Wagub: Bibit Padi Selalu Terlambat Swasembada Beras Prestasi Fantastis

MAKASSAR, UPEKS—Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengaku akan melapor ke pusat terkait distribusi bibit padi di beberapa daerah di Sulsel yang sering terlambat.
Sebab, musim tanam memiliki waktu tertentu. Sehingga jika terlambat akan mengakibatkan kerugian di kalangan petani.
“Hal ini disebabkan oleh pengelolaan yang langsung ditangani pusat. Untuk menghindari terjadinya kerugian petani, kami akan melapor ke pusat,” kata Agus Arifin Nu’man, Rabu (13/7). Selain itu, untuk mendukung swasembada beras.
Saat ini, Pemprov Sulsel terus mendukung program pencapaian 2 juta ton beras 2013. Salah satu bentuk dukungan tersebut melalui program pemberian Bantuan Langsung Pupuk (BLP) langsung kepada petani. Pemberian BLP ini juga merupakan apresiasi Pemprov Sulsel dalam pengembangan pupuk organik.
Baru- baru ini, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’man menyerahkan BLP kepada perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Aula Rujab Bupati Soppeng. Saat menyerahkan, Agus didampingi Bupati Soppeng H A Soetomo dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lufty Halide.
Jumlah BLP yang diserahkan dalam rangka mendukung program surplus 2 juta ton beras kepada petani di Kabupaten Soppeng sebanyak 944 ton jenis pupuk PNK, dan untuk jenis pupuk organik granul sebanyak 988 ton, atau senilai Rp8,1 Miliar.
Wagub mengatakan bahwa peranan Sulsel terhadap perberasan secara nasional cukup besar, karena surplus beras secara nasional hanya 4,4 juta ton. Sementara 2 juta ton diantaranya adalah pasokan dari Sulsel. “Ada daerah lain yang memproduksi beras lebih banyak, tapi hanya untuk dikonsumsi masyarakat di daerahnya sendiri. Berbeda dengan Sulsel yang mampu memasok beras ke daerah lain. Jadi tdk heran kalau pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap pertanian di Sulsel,” kata Agus Arifin Nu’man.
Agus juga menilai bahwa program surplus 2 juta ton sudah tercapai, dengan asumsi tahun 2010, Sulsel mampu memproduksi gabah kering 4.382.442 ton. “Jadi kalau jumlah tersebut kemudian dikurangi dengan jumlah konsumsi masyarakat Sulsel, maka program surplus beras tersebut sudah tercapai,” tambah Agus.
Menanggapi pertanyaan wartawan, target tersebut sudah tercapai sebelum tahun 2013, mantan Ketua DPRD Sulsel itu menambahkan, bahwa capaian surplus 2 juta ton beras merupakan suatu keberhasilan yang fantastis. Sebab, program tersebut adalah program 5 tahun Pemprov Sulsel. Namun, target tersebut sudah tercapai hanya di tahun ke 3. Saat ini Sulsel sudah mampu mencapai surplus 2 juta ton beras.
Pada kesempatan itu Wagub menyempatkan diri berdialog dengan petani. Dari diskusi tersebut, petani menyampaikan berbagai keluhannya. Seperti terlambatnya pendistribusian bibit yg dilakukan oleh pihak Sangiaseri dan Pertani. Menanggapi hal itu wagub berjanji akan membantu mengatasi keluhan itu.
READ MORE - Wagub: Bibit Padi Selalu Terlambat Swasembada Beras Prestasi Fantastis

Rabu, 13 Juli 2011

Wagub Serahkan Bantuan Pupuk Organik

Rabu, 13 Juli 2011 | 19:16:54 WITA | 7 HITS


Asriadi/Fajar
BANTU PETANI. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’man didampingi Bupati Soppeng Andi Soetomo dan Kadis Pertanian Sulsel, Lutfi Halide secara simbolis menyerahkan bantuan pukuk ke petani di Kabupaten Soppeng, Selasa, 12 Juli.
WATANSOPPENG, FAJAR -- Petani Soppeng mendapatkan bantuan langsung pupuk (BLP) khusus organik dari Pemprov Sulsel sebanyak 944 ton. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang

di rumah jabatan bupati Soppeng, Selasa, 12 Juli.

Wagub, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, bantuan tersebut sebagai apresiasi pengembangan pupuk organik di Sulsel. Sekaligus mendukung program surplus 2 juta ton beras.

"Selain ekonomi dan pendidikan bidang pertanian harus ditingkatkan.  Khususnya mendukung overstok beras nasional  2 juta ton yang telai dicapai," kata Agus.

Agus mengklaim secara nasional sektor pertanian di Sulsel selalu meningkat. Sehingga wajar jika pemerintah pusat menaruh perhatian besar di Sulsel, karena daerah ini memberikan sumbangsi besar dalam produksi pertanian.

Kendati demikian, lanjut Agus, yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, yakni pembangunan infrastruktur pertanian. Khusunya masalah irigási dan sarana pertanian lainnya.

Bupati Soppeng HA Soetomo mengatakan bantuan pupuk yang langsung diberikan ke petani merupakan salah satu bentuk pelayanan pemenuhan kebutuhan petani.  Bantuan yang diterima petani Soppeng sekitar 10 persen dari total BLP untuk Sulsel. Soppeng termasuk peraih bantuan terbesar setelah Pinrang dan Sidrap.

"Perhatian pemerintah untuk petani di Soppeng sangat besar. Bantuan tersebut patut disyukuri agar bisa meningkatkan hasil produksi petani di daerah ini," ujar Soetomo.

Kadis Pertanian Sulsel, Lutfi Halide memuji keberhasilan pertanian di Soppeng. Menurutnya, jumlah pupuk yang diberikan sebanyak 944 ton sesuai dengan kinerja dan keberhasilan Soppeng. (asr)

Sumber : http://www.fajar.co.id
READ MORE - Wagub Serahkan Bantuan Pupuk Organik

Selasa, 12 Juli 2011

Wagub Serahkan Bantuan Pupuk Organik ke Soppeng

Tribun Timur - Selasa, 12 Juli 2011 15:51 WITA

TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG - Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, menyerahkan bantuan langsung pupuk (BLP) tahun 2011 dalam kunjungan kerjanya di Soppeng, Selasa (12/07/2011), di Rumah Jabatan Bupati Soppeng.

Penyerahan BLP merupakan apresiasi pengembangan pupuk organik untuk mendukung program surplus beras dua juta ton beras kepada petani di Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya Agus Arifin mengatakan, selain sektor ekonomi dan pendidikan, bidang pertanian juga harus ditingkatkan.

Secara nasional, sebut Agus, dari tahun ketahun sektor pertanian sulsel semakin meningkat sehingga memberikan sumbangsih yang besar dalam produksi pertanian.

"Untuk itu yang perlu mendapat perhatian serius sekarang adalah infrastruktur pertanian yang harus cepat kita bangun, khusunya masalah irigasi," ujarnya.

Bupati Soppeng, A Soetomo, mengatakan keberhasilan Sulsel di bidang pertanian merupakan implementasi dari penyelenggaraan pembangunan pertanian yang sesuai tuntutan perubahan lingkungan dan ruang lingkup.

Bantuan pupuk yang langsung diberikan kepada petani selama ini merupakan salah satu bentuk pelayanan pemenuhan kebutuhan petani.

"Bantuan yang kita tarima hari ini jumlahnya sekitar 10 persen dari total BLP untuk Sulsel," tuturnya.(*)
 
 
Sumber : http://makassar.tribunnews.com

READ MORE - Wagub Serahkan Bantuan Pupuk Organik ke Soppeng

Jumat, 24 Juni 2011

Wagub Sulsel Jualan Kopi

Tribun Timur - Kamis, 23 Juni 2011 17:58 WITA

Agus-Arifin-Numang-wagub-sulsel.jpg
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang


Laporan: Ilham
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu'mang berharap kapada para pelaku langsung Agribisnis Kopi di Sulsel khususnya petani dan pengusaha agar berada dalam satu visi dan koridor yang sama dalam berjualan kopi Sulsel.

Ungkapan tersebut disampaikan mantan ketua DPRD Sulsel ini  dalam seminar sehari manfaat kerjasama ASEAN bagi pemasaran kopi Indonesia di Hotel Santika Makassar, Kamis (23/6/2011).

Pria asal Toraja ini menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel kini tengah merancang strategi baru dalam pemasaran kopi di pasar Internasional melalui interkoneksitas sektor terkait termasuk kepariwisataan, dimana dalam pemilihan Putri Kopi Indonesia tahun 2011 ini, telah dinobatkan seorang Putri terbaik Indonesia yang berasal dari Sulsel.

"Kita punya peluang dalam bisnis kopi dan Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia dalam perdagangan kopi Internasional, karena Indonesia saat ini sudah menjadi produsen kopi kedua di Asia dan produsen keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolumbia,"kata Agus

Secara kuantitatif, Sulsel berada pada urutan teratas di Indonesia dengan luas areal mencapai 70 ribu hektar. Hal ini melebihi produksi sekitar 33 ribu ton.

"Akan tetapi secara kualitas, Sulsel bukan sebagai produsen teratas dengan produktifitas hanya sekitar 700 kg/ha/tahun dan mutunyapun belum bisa bersaing dengan daerah lain, namun Sulsel masih punya nama spesial "Kopi Toraja" yg bisa dibanggakan dan menjadi salah satu ikon Kopi Indonesia di Mancanegara" kata Agus menambahkan

Untuk itu Agus berharap kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, agar dapat menetapkan program secara terpadu untuk mendukung usaha agribisnis Kopi yg berkelanjutan sesuai tatanan perdagangan Internasional, baik yg berada pada tataran on farm maupun yg berada pd posisi di of farm.

Seminar ini dihadiri Dirjen Kerjasma ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, para kepala SKPD dan instansi terkait lingkup Prov Sulsel, dan para kepala SKPD yg membidangi perkebunan kabupaten.
 
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Wagub Sulsel Jualan Kopi

Kopi Arabika Toraja Berlabel Brasil

Jumat, 24 Juni 2011 | 00:59:31 WITA | 71 HITS


 
MAKASSAR -- Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengaku menemukan kopi Arabika yang diproduksi petani di Tana Toraja memakai label brasil. Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Agus pun mengatakan, hal itu terjadi karena minimnya dukungan pemerintah pusat pada komoditas kopi Arabika Sulsel. "Padahal komoditas ini memiliki prospek pasar yang sangat bagus tetapi tidak didukung oleh pemerintah pusat sehingga brand-nya memakai negara lain," kata Agus.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi saat ini, yakni minimnya kemampuan pengusaha untuk membangun industri pengolahan kopi berskala besar. Meskipun sudah ada yang mengolah, namun masih dalam skala rumah tangga.

Atas kejadian tersebut, Agus mengaku, pemerintah Sulsel tengah menjajaki kerja sama dengan industri kopi besar di luar Sulsel, untuk mengolah kopi Toraja dan menetapkan branding.

Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Hazairin Pohan, yang hadir dalam Seminar Pemanfaatan ASEAN dalam Pemasaran Kopi di Indonesia yang digelar di Hotel Santika, Kamis 23 Juni, mengungkapkan, on farm atau hulu, Indonesia memiliki potensi pertanian yang cukup besar dibanding negara lainnya di ASEAN.

Hanya saja, keunggulan tersebut diakui belum dapat dimanfaatkan secara optimal. "Jika tidak diantisipasi,maka pasar bebas ASEAN akan merugikan pengusaha dalam negeri," kata Hazairin.

Salah satu cara mengatasinya tentu saja harus bisa menjalin kerja sama dengan negara lain yang memiliki kemampuan lebih sebagai mitra kerja atau joint marketing.  Di satu sisi, pemerintah perlu memperbaiki kinerja sektor perdagangannya dengan mendorong pengusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengelola produk pertanian.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Burhanuddin Mustafa mengaku pengembangan kopi di Sulsel mengalami banyak terkendala salah satunya, kini banyaknya petani beralih menanam komoditas lain.

Di sejumlah kabupaten yang sebelum adalah sentra pengembangan kopi arabika, seperti Toraja Utara, Luwu Utara, Enrekang, dan Luwu banyak petani yang lebih memilih mengembangkan komiditas lainnya seperti nilam.

Menyusul, membaiknya harga jual komoditas tersebut. Pemerintah Sulsel mengaku, pihaknya tidak dapat memaksa petani untuk tetap mengembangkan kopi, meskipun telah disiapkan benih gratis. Dalam UU No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, petani memiliki hak prerogatif untuk memanfaatkan lahannya.

"Kita sudah menyalurkan bantuan benih kopi sebanyak 430 ribu pohon, kurang lebih 230 ribu pohon diantaranya merupakan benih kopi jenis Arabika. Sisanya, benih kopi jenis Robusta yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat," kata Burhanuddin.

Dia menambahkan, bantuan benih kopi tersebut akan ditanam pada areal pengembangan kopi seluas 430 hektare di Tana Toraja, Sinjai, Enrekang, Luwu, dan sejumlah kabupaten lainnya. Dia berharap program tersebut bisa berjalan baik.

Mengenai target produksi, tahun ini, pihaknya mematok 37 ribu ton. Angka ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 25 ribu ton. (aci)


Sumber :  http://www.fajar.co.id
READ MORE - Kopi Arabika Toraja Berlabel Brasil

Kamis, 23 Juni 2011

Kopi Toraja Sebaiknya Dipatenkan Sebelum Dicaplok

Tribun Timur - Kamis, 23 Juni 2011 21:48 WITA

Kopi-Toraja.jpg
Kopi Toraja
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kopi Arabika asli Toraja Sulawesi Selatan harus segera dipatenkan dalam produk kemasan skala besar agar keasliannya tidak diklaim oleh daerah atau pihak-pihak lain.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai membuka seminar sehari manfaat kerjasama Asan bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6/2011).
  
Menurut Wagub Agus Arifin Nu'mang,  komoditas yang spesifik seperti Kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.

"Kita harus punya komoditas spesifik seperti Kopi Arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja dan ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelas Agus seperti dikutip dari Antara.
  
Ia mengatakan, selama ini upaya mempatenkan Kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar.
  
Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar. "Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya kita akan kendalikan pasar," kata Agus.

Secara nasional, jumlah produksi kopi Sulsel berada pada urutan teratas dengan luas lahan 70 hektare dan produksi 33 ribu ton per tahun. Namun, secara kualitas Sulsel bukan produsen teratas karena produktivitasnya hanya 700 kg per tahun, mutunya pun belum bisa bersaing dengan daerah lain.(*/tribun-timur.com)
Sumber :
Tribun Timur - Kamis, 23 Juni 2011 21:48 WITA
Share |
Kopi-Toraja.jpg
Kopi Toraja
Berita Terkait
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kopi Arabika asli Toraja Sulawesi Selatan harus segera dipatenkan dalam produk kemasan skala besar agar keasliannya tidak diklaim oleh daerah atau pihak-pihak lain.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai membuka seminar sehari manfaat kerjasama Asan bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6/2011).
  
Menurut Wagub Agus Arifin Nu'mang,  komoditas yang spesifik seperti Kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.

"Kita harus punya komoditas spesifik seperti Kopi Arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja dan ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelas Agus seperti dikutip dari Antara.
  
Ia mengatakan, selama ini upaya mempatenkan Kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar.
  
Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar. "Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya kita akan kendalikan pasar," kata Agus.

Secara nasional, jumlah produksi kopi Sulsel berada pada urutan teratas dengan luas lahan 70 hektare dan produksi 33 ribu ton per tahun. Namun, secara kualitas Sulsel bukan produsen teratas karena produktivitasnya hanya 700 kg per tahun, mutunya pun belum bisa bersaing dengan daerah lain.(*/tribun-timur.com)
READ MORE - Kopi Toraja Sebaiknya Dipatenkan Sebelum Dicaplok

Senin, 20 Juni 2011

Petani Kedelai Dibantu Bibit

MAKASSAR, UPEKS--Dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sulsel sebagai daerah swasembada kedelai di tahun 2014 mendatang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, mengenjot produksi kedelai dengan menyalurkan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) 600 ribu ton, untuk 15 ribu hektar areal tanam.
Kepala Seksi Umbi-Umbian Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Helda Tahir, mengatakan, bantuan yang diberikan kepada petani menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap petani kedelai. "Kami menargetkan pertumbuhan volume produksi setiap tahunnya mencapai sekitar 20 persen. Dari luas area tanam untuk kedelai saat ini sebesar 40571 ribu hektar, di mana luas area ini memiliki prediksi panen sebesar 38.960 hektar dengan jumlah produksi sebesar 17,5 kuintal perhektar," katanya, belum lama ini.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Petani Kedelai Dibantu Bibit

Selasa, 14 Juni 2011

PEMBUKAAN PEKAN DAERAH (PEDA) KONTAK TANI DAN NELAYAN ANDALAN (KTNA) SULSEL

Selasa, 14 Juni 2011 - 04:35:35 WIB
 Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo terus mendorong agar anggaran untuk pengembangan pertanian lebih besar dan meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bisa menganggarkan di APBD perubahan  dan berharap agar DPRD dapat menyediakan pos anggaran di APBD perubahan 2011. Hal ini dikatakan saat membuka Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel dan pelepasan kontingen PENAS XIII 2011 di Pondok Madinah Sudiang Makassar Minggu, 12 Juni 2011. Turut hadir pada acara pelepasan PENAS, Kapolda Sulselbar Johny Wainal Usman, Ketua DPRD Sulsel M Roem, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Luthfi Halide, Kepala Dinas Perhubungan, Masykur A. Sultan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Tautoto Tanaranggina, Kepala Biro Humas dan Protokol, H. Agus Sumantri, dan Ketua KTNA Sulsel, Rahman Tayang.
Gubernur juga meminta kepada instansi pertanian dan para pemerhati pertanian yan terhimpun dalam organisasi petani untuk memikirkan dan merumuskan potensi lembaga penyuluhan pertanian di setiap kecamatan. Karena tersedianya lembaga penyuluh pertanian di tingkat kecamatan akan berdampak positif terhadap perkembangan pertanian secara luas dan cepat. Setelah pulang dari Tenggarong Kalimanta Timur mengikuti PENAS, HKTI, KTNA dan Dinas Pertanian dapat duduk bersama untuk segera merumuskan regulasi, struktur  dan agenda apa saja yang akan dilakukan dalam lembaga penyuluhan pertanian kecamatan. Untuk mendukung operasional lembaga tersebut, agar dilakukan kerjasama dengan pihak perbankan.
Dengan adanya lembaga penyuluhan pertanian di setiap kecamatan, akan memudahkan para petani untuk mengakses berbagai teknologi pertanian melalui para penyuluh pertanian yang profesional. Hal ini juga akan mengakselerasi pembangunan pertanian di setiap kecamatan. Para petani harus lebih maju cara berpikirnya dalam mengolola pertanian, mereka harus banyak mengadopsi berbagai kelebihan dan kemajuan pertanian dari daerah lain yang ditampilkan di ajang PENAS XIII yang akan berlangsung di Tenggarong Kalimanta Timur. 

Sumber : http://www.sulsel.go.id 
READ MORE - PEMBUKAAN PEKAN DAERAH (PEDA) KONTAK TANI DAN NELAYAN ANDALAN (KTNA) SULSEL

Gubernur Sulsel Tawarkan Pertanian ke Taiwan

Tribunnews.com - Selasa, 14 Juni 2011 11:38 WIB

Laporan Wartawan Tribun Timur, Aqsa Riandy Pananrang
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menawarkan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan tambang Sulsel ke perwakilan dagang serta ekonomi Taiwan.
"Kami punya banyak potensi pertanian dan perikanan. Kami memiliki beras, jagung, udang, dan rumput laut yang besar," kata Syahrul dihadapan delegasi Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO) di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (14/6/2011).
Delegasi Taiwan dipimpin Senior Advisor National Security Council Dr Chung Chien. Ia didampingi Resprentative TETO Mr Andrew Hsia, Director of Economic Division TETO Mr Yun Chung Tsai, First Secretary TETO Mr Cheng Hsin Liu, Leader of Taiwan Technical Mission Mr Yen Jen Lin, serta Asistant Teto Mr Crystal Yu. Mereka didampingi mantan Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Husni Manggabarani. (*)

Sumber : http://www.tribunnews.com

READ MORE - Gubernur Sulsel Tawarkan Pertanian ke Taiwan

Jumat, 10 Juni 2011

Sulsel Kembangkan Tanaman Kedelai

Jumat, 10-06-2011

Target Swasembada Kedelai Dalam Tiga Tahun
MAKASSAR, UPEKS--Provinsi Sulawesi Selatan diprediksi tiga tahun ke depan akan mengalami swasembada kedelai. Sehingga kebutuhan kedelai yang selama ini dipasok dari luar (impor) akan diisi produk lokal. Untuk itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, akan terus berupaya memacu program peningkatan produksi dan kualitas dengan mendorong petani mengembangkan komoditas kedelai sebagai tanaman sela.
Saat ini luas areal tanam kedelai di Sulawesi Selatan mencapai 45.000 hektare. Areal tersebut terbesar di 17 kabupaten diantaranya yaitu Kabupaten Soppeng, Enrekang, Sidrap dan Bantaeng. "Pada tahun 2014 mendatang pemerintah telah menargetkan dapat mencapai swasembada kedelai dengan merangsang petani menanam kedelai, agar petani mau menanam kedelai kita dengan menjaga kondisi harga tidak anjlok,"ujar Ir Lutfi Halid, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, belum lama ini.
Pihaknya terus mendorong perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan tidur dan juga dilakukan edukasi petani agar melakukan pemupukan berimbang. Target produksi kedelai meningkat menjadi 63.450 ton dari 41.000 ton pada 2010 lalu, kedelai Sulawesi Selatan lalu setara dengan 4 persen produksi kedelai nasional sehingga mencapai 925 ribu ton.
Sementara tahun ini, secara nasional pemerintah menargetkan produk kedelai menembus angka 2,2 juta ton. Target kedepannya adalah bagaimana menggalakkan tanaman kedelai di tingkat petani guna meningkatkan produksi, dengan begitu Sulawesi Selatan dalam menekan impor kedelai dapat lebih besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, harga kedelai untuk eceran sebesar Rp5.000 per kilogram dan Rp4.500 untuk penjualan di tingkat petani dan diakui selama ini, pasar menjadi kendala utama pengembangan kedelai di Sulsel, karena harganya rendah, sementara petani mengharapkan harga pada level Rp6.500 per kilogram.
Sumber :  http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Sulsel Kembangkan Tanaman Kedelai

Selasa, 07 Juni 2011

Program Fermentasi Tingkatkan Mutu Kakao

Selasa, 07-06-2011

MAKASSAR, UPEKS--Pemerintah Provinsi Sulsel memprogramkan pemberian bantuan berupa sarana dan prasarana untuk dapat menunjang program fermentasi biji kakao yang kini telah berjalan. Diharapkan program fermentasi biji kakao ini nantinya akan membawa Sulsel sebagai salah satu daerah yang memiliki mutu produksi biji kakao, sehingga akan dapat menyentuh pasar dunia.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Burhanuddin Mustafa, beberap hari lalu.
Menurutnya, guna mendukung percepatan implementasi biji kakao oleh petani, distan memberi pemahaman terhadap petani kakao untuk dapat meningkatkan kualitas kakao. Pihaknya akan terus dilakukan langkah-langkah yang dapat meningkatkan produksi biji kakao untuk dapat memenuhi kebutuhan kakao secara nasional mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton. "Untuk tahun 2011 ditargetkan produksi kakao sebanyak 183.145 ton," ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Perkebunan Sulsel, Rantjang Bhakti mengatakan, saat ini ada lima kabupaten yang menjadi sentra produksi kakao terbesar di Sulsel. Masing-masing Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Soppeng dan Pinrang. " Kakao Sulsel telah berhasil menembus Benua Amerika, dimana kontribusinya mencapai sekitar 60 persen dari target produksi secara nasional," kuncinya.


Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Program Fermentasi Tingkatkan Mutu Kakao