Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

Wagub Sulsel Berbagi Tips Kuliah Pertanian Unhas

Wagub Sulsel Berbagi Tips Kuliah Pertanian Unhas
Agus Arifin Nu'mang (Ist)
 
Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang berbagi tips kuliah pertanian dengan ratusan mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Minggu.

Dalam penyambutan mahasiswa baru tersebut, Agus menantang para mahasiswa untuk mengembangkan industri pertanian Sulsel yang menjadi perhatian khusus Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama dirinya.

"Fakultas Pertanian harus merancang industri apa yang bisa merangsang para mahasiswa untuk belajar, nanti kerjasama dengan Pemprov Sulsel," katanya.

Agus yang juga lulusan terbaik Fakultas Pertanian Unhas mengemukakan, sudah saatnya mahasiswa pertanian mengembangkan teknologi sederhana untuk mengolah bahan baku pertanian dan perkebunan di Sulsel yang melimpah.

Industri yang dimaksud Agus termasuk industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan makanan dengan kandungan gizi yang tinggi.

"Di Jepang bahan baku makanan biasa saja, cuma cara mereka mengolahnya menjadikan makanan bergizi, yang maju dan unggul," katanya.

Ia juga mengajak para mahasiswa mengisolasi diri dari pertemanan yang tidak bermanfaat, seperti yang ia lakukan sebelum memutuskan dengan organisasi saya Partai Golkar Angkatan Muda Pembaharu Indonesia (AMPI).

Sejak bergabung dengan AMPI, karir politik Agus yang menjalani masa kanak-kanaknya di salah satu kampung di Sidrap, Sulsel, terus menanjak hingga terpilih sebagai Ketua DPRD Sulsel hasil pemilihan umum 2004.
Pada 2007, Agus mempertaruhkan jabatannya sebagai ketua DPRD Sulsel dan posisinya di Partai Golkar dengan maju di pemilihan gubernur mendampingi Syahrul Yasin Limpo yang dicalonkan koalisi partai.
"Saat ini semua mengatakan bahwa yang terpilih adalah Pak Amin Syam (Gubernur Sulsek saat itu), tetapi saya selalu yakin saya akan jadi Wagub. Saya jadi Wagub karena saya kuliah di pertanian," ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Pertanian Unhas.

Agus tidak lupa menceritakan pengalamannya sebelum menjadi Wagub, dari berdagang beras di Sidrap, sampai kenakalan waktu sekolah di SMAN I Makassar.

Selain itu, ia meminta mahasiswa untuk tidak hanya sukses dalam dunia akademik tetapi juga suksek dalam berorganisasi. (T.pso-099/F003)

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
READ MORE - Wagub Sulsel Berbagi Tips Kuliah Pertanian Unhas

Sabtu, 06 Agustus 2011

Amerika Permudah Visa Pelajar Sulsel

Sabtu, 06-08-2011

MAKASSAR, BKM -- Kabar gembira untuk para pelajar di Sulsel. Pihak Amerika bersedia melakukan kerjasama dengan Pemprov Sulsel dalam hal pertukaran pelajar.
Bahkan pihak Amerika akan memberikan kemudahan visa kepada pelajar yang akan diberangkatkan ke negeri Paman Sam. "Kita bisa menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan. Termasuk juga saling mempelajari kebudayaan masing-masing," kata Theodore G Osius, Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia saat bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di ruang kerja, Jumat (5/8).
Selain tertarik melakukan kerjasama di bidang pendidikan, Amerika juga akan membuka peluang investasi ekonomi. "Sulsel memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Untuk itulah kami sangat tertarik untuk melakukan kerjasama ini," katanya lagi.
Antara lain, sambungnya, mengenai pengembangan kakao dan pertanian lainnya. "Sumber daya yang dimiliki Sulsel cukup banyak. Amerika sangat tertarik dengan hal itu," tandasnya.
Rencana kerjasama itu disambut baik Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, potensi pelajar di Sulsel cukup baik. Bahkan, Sulsel termasuk salah satu provinsi yang memiliki universitas terbaik di Indonesia.
"Mengenai rencana kerjasama pertukaran pelajaran sangat kami respon. Tentunya ini merupakan kabar gembira untuk memberikan tambahan ilmu dan pengalaman kepada para pelajar di Sulsel," ungkap Syahrul.
Begitu pula rencana kerjasama di bidang ekonomi, juga direspon dengan baik.
Kedatangan wakil Dubes Amerika itu untuk melihat potensi kerjasama di Sulsel. Adapun kerjasama yang sudah dijalankan akan tetap dilanjutkan dan akan lebih dikembangkan lagi. 
 
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com
READ MORE - Amerika Permudah Visa Pelajar Sulsel

Kamis, 28 Juli 2011

Yayasan Maruki Apresiasi Pendidikan Gratis Sulsel

Kamis, 28-07-2011
Serahkan Beasiswa ke375 Pelajar
TAMALANREA, UPEKS— Maruki Makassar Foundation, yayasan milik PT Maruki Internasional Indonesia, terus berupaya memberikan bantuan bea siswa, khususnya kepada pelajar SD dan SMP sebagai bentuk komitmen dalam usaha membantu peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Sulsel.
Menurut Ketua Yayasan Maruki Makassar Foundatioan (MMF) Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr, sejak didirikan sejak 1998 oleh Prof Dr Fachrudin, sudah berkomitmen memajukan pendidikan karena hadir saat krisis ekonomi.
“Kita anak-anaknya harus mendukung program ini, tapi semua tidak bisa terlaksana tanpa dukungan owners Maruki, Mr Kobayashi,” ujar, di sela-sela pemberian Beasiswa Tahap XIII, Rabu (27/7).
Dalam kesempatan itu, Yayasan Maruki Makassar, kata Bupati Bantaeng, mengapresiasi terkait program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemprov Sulsel.
Sementara Owners Maruki grup Mr Kobayashi Daisuke, mengaku senang atas pemberian beasiswa yang ini karena sudah memasuki tahap XIII. Penyerahaan ini berkat kerjasama semua pihak, terutama orang tua agar anaknya bisa berprestasi.
Asisten I Pemprov Sulsel, Ir H A Herry Iskandar dalam sambutannya, mengungkapkan terima kasihnya atas partisipasi Maruki dalam mendukung program pendidikan Sulsel dengan pemberian beasiswa. “CSR Maruki perlu dihargai,” tandasnya.
Pemberian beasiswa kepada 375 pelajar periode 2011– 2012 tahap XIII ini, diserahkan langsung Owners Maruki Grup Mr. Kobayashi Daisuke, didampingi Ketua Maruki Makassar Foundation, Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr.
Jumlah beasiswa yang diterima Rp90.000,- per tiga bulan untuk SD dan SMP. Beasiswa itu akan diberikan hingga Agustus 2012. 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
READ MORE - Yayasan Maruki Apresiasi Pendidikan Gratis Sulsel

Senin, 25 Juli 2011

1.000 Guru Mengaji Dapat Sertifikat

Monday, 25 July 2011
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan 1.000 sertifikat kepada guru mengaji di Sulsel. Ke depan, Pemprov Sulsel menargetkan setiap desa memiliki guru mengaji yang bersertifikasi.


Sertifikat guru mengaji diserahkan secara simbolis kepada 10 orang guru mengaji oleh Syahrul di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, dalam acara Sulsel Berzikir memasuki Bulan Suci Ramadan1432 H, Sabtu (23/7).

Dalam acara zikir yang dipandu Ustaz Arifin Ilham itu, Syahrul juga menyerahkan secara simbolis sertifikat bebas buta aksara Alquran kepada 10.000 orang.Usai zikir yang diikuti ribuan warga itu,dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah MUI Sulsel. “Jangan takut menjadi ulama dan guru mengaji di bawah kepemimpinan Syahrul. Asuransi kesehatan menjadi jaminan Pemrov,”kata Syahrul.

Kerja Sama BKPRMI

Ketua DPD Badan Koordinasi Pemuda-Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Makassar Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, program sertifikasi guru mengaji se-Sulsel yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas guru mengaji. Juga menjadi landasan agar guru mengaji dapat memperoleh insentif atau tunjangan mengajar yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat kabupaten/kota.

“Masalah sertifikasi menjadi agenda pembicaraan dalam rapat koordinasi BKPRMI se- Sulsel di UIN Alauddin. Sertifikasi ini penting dijelaskan kepada guru-guru mengaji, karena proses verifikasi berkas tengah berlangsung di DPW BKPRMI Sulsel.” ”Langkah sertifikasi guru mengaji merupakan kerja sama Pemprov dan BKPRMI,” tuturnya kepada SINDOdi Makassar, kemarin. Mudzakkir yang juga anggota DPRD Makassar itu menyatakan, dalam rapat koordinasi juga dibicarakan soal program pengelolaan pendidikan baca tulis Alquran di Sulsel yang efektif dan menarik.

Forum tersebut mendorong juga penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Alquran diseluruh kabupaten/ kota. Selain itu,forum BKPRMI se- Sulsel tersebut membicarakan insentif ideal bagi guru mengaji sesuai APBD. Menurut Mudzakkir, alokasi anggaran insentif di kabupaten/kota tidak seragam dan cenderung tidak memenuhi unsur keadilan jika dibandingkan antardaerah di Sulsel. Dia menyebutkan,untuk Kabupaten Bone misalnya, Pemkab mengalokasikan anggaran untuk 3.000 orang guru mengaji dengan anggaran sekitar Rp900 juta.

“Di Makassar dari sekitar 2.000 orang guru mengaji yang dapat menikmati insentif hanya sekitar 600 orang. Dengan anggaran yang juga jauh di bawah jika dibandingkan Bone,yakni hanya Rp360 juta.Pada dasarnya yang dituntut bukan soal peningkatan nilai insentif dari Rp600.000pertahunyangadasekarang. Tapi kami berharap agar 2.000 guru mengaji ini juga dapat menikmati insentif tersebut. Jadi perlu ada peningkatan anggaran,” pungkasnya.

Sementara itu,Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Makassar Yusuf Gunco mengatakan, saat ini penyelesaian Raperda Baca Tulis Alquran menjadi salah satu prioritas Baleg untuk segera diselesaikan oleh Dewan. Saat ini tim inisiator raperda tersebut telah ada dan seluruh fraksi di DPRD Makassar mendukung lahirnya Raperda Baca Tulis Alquran tersebut. abd salam malik/ yakin achmad.
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
READ MORE - 1.000 Guru Mengaji Dapat Sertifikat

Jumat, 15 Juli 2011

Gubernur Sulsel Prihatin dengan Kasus "Komunis" di UNM

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo turut prihatin dan menyayangkan penemuan simbol-simbol komunis di dinding kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Selain itu, juga terdapat gambar karikatur orang yang mengencingi bendera Merah Putih. "Tentu sangat disayangkan jika ada gambar seperti itu. Tetapi itu juga kita harus sikapi secara bijaksana dan tidak perlu panik menurut saya," kata Syahrul di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (15/7/2011). Syahrul mengajak seluruh pihak untuk terus memberi pemahaman bagi masyarakat termasuk mahasiswa untuk menjadi warga negara dengan nilai nasionalisme. Ia berharap motif penulisan gambar tersebut bisa diusut. Namun, Syahrul, berharap pihak perguruan tinggi bisa lebih banyak turun tangan menyikapi hal tersebut termasuk membantu pengusutan yang dilakukan pihak berwenang. "Kalau kita rendahkan nasionalisme berarti kita rendahkan martabat kita sebagai bangsa. Saya kira itu bisa saja dimainkan orang-orang tertentu, tetapi kita tidak boleh asal menuduh-nuduh," kata Syahrul. "Saya berharap (diusut) dan pihak perguruan tinggi bisa lebih banyak turun menyikapi. Saya kira perguruan tinggi tahu apa yang harus dilakukan dan kita semua tentu akan membackup," ujar mantan Bupati Gowa dua periode ini menambahkan.(*/tribun-timur.com)
READ MORE - Gubernur Sulsel Prihatin dengan Kasus "Komunis" di UNM

Syahrul Soroti dengan Gambar Merah Putih Dikencingi di UNM


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo turut prihatin dan menyayangkan penemuan gambar komunis serta pelecehan bendera Merah Putih yang menjadi simbol negara.
"Tentu sangat disayangkan jika ada gambar seperti itu. Tetapi itu juga kita harus sikapi secara bijaksana dan tidak perlu panik menurut saya," kata Syahrul di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (15/07/2011).
Sebelumnya, gambar palu arit yang identik dengan lambar partai komunis dan gambar orang mengencingi bendera merah putih ditemukan di dinding kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung.
Syahrul mengajak seluruh pihak untuk terus memberi pemahaman menjadi warga negara dengan nilai nasionalisme.
"Kalau kita rendahkan nasionalisme berarti kita rendahkan martabat kita sebagai bangsa," jelasnya. Ia berharap kasus tersebut bisa diusut untuk mengetahui motif di belakang penulisan gambar tersebut.
Namun, Syahrul, menjelaskan, pihak perguruan tinggi bisa lebih banyak turun tangan menyikapi hal tersebut termasuk membantu pengusutan.
"Saya kira itu bisa saja dimainkan orang-orang tertentu, tetapi kita tidak boleh asal menuduh-nuduh," kata Syahrul.
"Saya berharap (diusut) dan pihak perguruan tinggi bisa lebih banyak turun menyikapi. Saya kira perguruan tinggi tahu apa yang harus dilakukan dan kita semua tentu akan membackup," ujar mantan Bupati Gowa dua periode ini menambahkan.(*)
READ MORE - Syahrul Soroti dengan Gambar Merah Putih Dikencingi di UNM

Selasa, 12 Juli 2011

Gubernur Sulsel: Tak Ada Lagi Alasan Pungutan Sekolah

Tribun Timur - Senin, 11 Juli 2011 17:48 WITA
|
Pungutan-sekolah.jpg

MAKASSAR, TRIBUN - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menegaskan sumbangan pendidikan di sekolah dasar dan menengah dalam program pendidikan gratis di daerah ini diperbolehkan.

Namun, Syahrul menegaskan sesuai petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program segala bentuk jenis pungutan tidak diperkenankan ada. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan antara sumbangan dan pungutan jelas terdapat perbedaan substansi.

"Perbedaannya hanya satu. Pungutan itu dipaksakan, yang tidak bayar, misalnya, tidak ikut ujian. Pungutan dengan ada ketentuan nominal tertentu. Sedangkan, sumbangan bersifat sukarela. Sesuai kerelaan orang tua dan tentu diarahkan untuk mereka yang mampu," jelasnya.

Hal tersebut dikatakan Syahrul saat menerima rombongan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel di ruang kerjanya, kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin(11/7).

Syarihrul menambahkan pihaknya menggelontorkan anggaran hingga ratusan miliar per tahun untuk menyukseskan pendidikan gratis di daerah ini.

Menurutnya, hal tersebut menjadi amanah undang-undang sistem pendidikan nasional seperti mengalokasikan 20 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk sektor pendidikan.

"Jadi saya sangat sedih jika ada yang keberatan dengan program ini karena hampir 14 item pendidikan dibiayai termasuk guru. Guru berdiri di kelas diberi insentif. Sampai penjaga dan satpam sekolah juga mendapat tambahan penghasilan," ujarnya.

Tahun ini, Pemprov mengalokasikan dana sekitar Rp 180 miliar sebagai sharing 40 persen kebutuhan pendidikan gratis untuk untuk mendukung dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel Abdullah Djabbar menambahkan dengan alokasi dana BOS, pemerintah pusat tidak menghendaki lagi adanya pungutan secara resmi.

"Sekali lagi, biaya operasional sekolah dari pemerintah pusat sudah dihitung sedemikian rupa agar tidak ada pungutan sekolah ke orang siswa termasuk pendaftataran, fotokopi, baju sekolah, sepatu, dan sebagainya. Tidak boleh lagi ada diakal-akali karena sudah dibiayai BOS," ujarnya.

Seluruh item yang belum dibiayai dana BOS ditanggulangi program pendidikan gratis dengan sekitar 14 item. Namun, pihak sekolah masih diberi ruang untuk memakai dana pendidikan gratis untuk keperluan lain yang belum dibiayai BOS seperti pembayaran listrik sampai perbaikan ringan.(*/tribun-timur.com)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Gubernur Sulsel: Tak Ada Lagi Alasan Pungutan Sekolah

Pemprov Teken MoU dengan STKS Bandung

Tribun Timur - Selasa, 12 Juli 2011 12:36 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Selasa (12/07/2011).

Penandatanganan tersebut dilakukan Sekkretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Andi Muallim dengan Ketua STKS Wawan Heryana di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel.

Muallim menjelaskan kerja sama itu menjadi tindaklanjut program pengiriman mahasiswa Sulsel untuk mengikuti pendidikan di sekolah tinggi yang khusus menghasilkan lulusan tenaga sosial ini.

"Penunjukan Sulsel untuk MoU karena didasarkan sebuah keyakinan bahwa Sulsel punya kualitas untuk itu. Program ini mulai verjalan dan dirintis sejak tahun 2007 lalu," jelas Muallim.

Penandatanganan ini ikut dihadiri sejumlah kepala daerah se-Sulsel di antaranya Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng, Penjabat Wali Kota Parepare Sjamsu Alam, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaid, serta sejumlah wakil bupati.(*)

Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Pemprov Teken MoU dengan STKS Bandung

Senin, 11 Juli 2011

Sulsel Manfaatkan Internet Tingkatkan Kualitas Guru

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan memanfaatkan fasilitas internet untuk meningkatkan kualitas guru di tingkat kecamatan dengan melakukan penataran guru jarak jauh, salah satunya dengan menggunakan konferensi video.

Usulan pemanfaatan fasilitas internet tersebut dikemukakan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) di Makassar, Senin.

Peningkatan kualitas guru berbasis teknologi informasi ini akan dikerjasamakan dengan PGRI dan UNM.

"Pemprov akan siapkan perangkatnya, PGRI mengawasi dan mengkoordinasikan para guru dan UNM untuk perangkat teknis dan manajerial pembelajarannya," jelasnya.

Kerja sama ini akan disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan PGRI dan UNM secara terpisah.

Ia memperkirakan, jika dihitung dari jumlah kecamatan di Sulsel yang mencapai 400, dalam satu bulan jumlah guru yang dapat mengikuti. penataran bisa mencapai 4.000.
"Bagaimana guru, khususnya guru matematika, Bahasa Inggris, biologi, fisika dan kimia dapat memperoleh pembelajaran jarak jauh sekaligus menambah keterampilan akan teknologi informasi dan terus memperbaharui pengetahuan pembangunan," jelasnya.
Ketua PGRI Sulsel Muh. Asmin mengatakan, dengan kerja sama ini peningkatan kualitas guru akan semakin efektif dan efisien. Selain itu, wawasan para guru di daerah akan manfaat teknologi informasi akan semakin luas.

Rektor UNM Arismunandar juga menyambut baik usulan ini dengan menyatakan kesiapan pihaknya.
"Perangkat teknologi informasi kita Kabupaten Bone dan Kota Pare Pare secara prinsip sudah siap," ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, juga selaras dengan tema Dies Natalis UNM yang ke-50 tahun, yaitu menunjukkan peran dan semangat hasil penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.(T.KR-RY/R010) 

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com



READ MORE - Sulsel Manfaatkan Internet Tingkatkan Kualitas Guru

Sulsel Terapkan Pelatihan Guru Via Online

Tribun Timur - Senin, 11 Juli 2011 14:11 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengkaji penerapan pelatihan guru berbasis informasi teknologi (IT) via online.

Rencana tersebut dilontarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menerima pengurus PGRI Sulsel dan pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) secara terpisah di ruang kerjanya, Senin (11/07/2011).

"Kita sama-sama perlu membangun sistem pelatihan berbasis IT untuk memudahkan para guru menambah wawasan dan pengetahuan," jelas Syahrul.

Mantan Bupati Gowa dua periode itu menggandeng PGRI sebagai koordinator bagi guru, sedangkan UNM sebagai pelaksana teknis dan mengkoodinatori sistem yang akan terbangun.

Pemprov Sulsel menjadi fasilitator termasuk menyediakan perangkat teknologi untuk mendukung program itu.

Rencana itu disambut baik Rektor UNM Prof Dr Arismunandar dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel Muh Asmin.

Arismunandar menjelaskan pihaknya selama ini sudah menerapkan sistem video conference. Aris menambahkan kerja sama itu rencananya akan diteken dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-50 UNM, 28 Juli nanti.(*/tribun-timur.com)


Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Sulsel Terapkan Pelatihan Guru Via Online

Jumat, 24 Juni 2011

Pola Seleksi Beasiswa S3 Sulsel harus Ketat

Makassar (ANTARA News) - Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Jasruddin mengatakan, pola seleksi penerima beasiswa pendidikan ke luar negeri S2 dan S3 dari Pemprov Sulawesi Selatan harus ketat agar hasilnya maksimal.

Selain itu, beasiswa tersebut harus tepat sasaran yakni diberikan sesuai disiplin ilmu yang diinginkan karena dibutuhkan untuk memacu perkembangan daerah Sulsel di masa akan datang.

Hal itu dikemukakan Jasruddin usai menjadi motivator bagi penerima beaiswa perusahaan tambang nikel PT Inco di Makassar, Kamis.

PT Inco tahun 2011 memberikan bea siswa dari SD sampai S2 sebanyak 496 orang dengan nilai Rp1,76 miliar. Khusus penyerahan di Makassar untuk 207 orang penerima beasiswa dengan jumlah Rp985,5 juta, yang terdiri dari 32 diploma, 166 S1 dan sembilan orang S2. Penyerahan di Sorowako (lokasi tambang) untuk 206 orang bernilai Rp402,93 juta dan penyerahan di Palopo untuk 83 orang dengan nilai Rp373,5 juta.

Jasruddin mengungkapkan, beberapa penerima beasiswa ke luar negeri dari Pemprov Sulsel, sebenarnya tidak lulus di pascasarjana UNM karena IPK tidak memenuhi standar. Selain itu, ada penerima beasiswa pemprov akhirnya harus pindah dari Selandia Baru ke Malaysia karena keterbatasan penguasaan bahasa Inggris.

Keadaan ini memperlihatkan bahwa sistem seleksi penerima beasiswa luar negeri Pemprov Sulsel harus diperbaiki dan terus disempurnakan.

Jadi niat mulia Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberikan 1.000 beasiswa S1 dalam negeri dan 100 beasiswa S2 dan S3 keluar negeri tiap tahun harus dibarengi dengan seleksi ketat dan hanya mengirim calon mahasiswa pascasarjana sesuai disiplin ilmu yang dibutuhkan oleh Provinsi Sulsel untuk memacu perkembangannya ke depan dan bukan bersifat umum untuk semua disiplin ilmu.

Sehingga nantinya, bukan hanya banyaknya lulusan pascasarjana luar negeri yang dimiliki Sulsel, melainkan kualitas serta kebutuhan yang diinginkan untuk memacu daerah ini terpenuhi.

Pihak yang berada di sekeliling Gubernur harus peka memikirkan agar niat mulia Gubernur bermanfaat ganda dan bukannya dimanfaatkan untuk keuntungan sendiri antara lain beasiswa diberikan karena faktor nepotisme, ujarnya.

Staf ahli bidang ekonomi Pemprov Sulsel, Asri Pananrang memuji PT Inco yang memberikan beasiswa bagi 496 orang di Sulsel tahun 2011 dengan nilai Rp1,76 miliar, dibandingkan BUMN Pertamina yang merupakan BUMN yang besar di Indonesia yang hanya memberi beasiswa untuk dua penerima S1 di Sulsel, sehingga Gubernur Syahrul Yasin Limpo menolak beasiswa tersebut.

"Kita bangga dengan PT Inco, terutama yang meletakkan konsep/pola pemberian beaiswa untuk anak-anak di Sulsel yang mencakup hampir di semua universitas yang ada di Provinsi ini, dibandingkan BUMN besar seperti Pertamina yang membuat Gubernur kecewa," ucapnya. (T.KR-HK/F003)

Sumber : http://makassar.antaranews.com
READ MORE - Pola Seleksi Beasiswa S3 Sulsel harus Ketat

Selasa, 21 Juni 2011

1.500 Siswa Unjuk Seni di CCC

Selasa, 21 Juni 2011



MAKASSAR -- Sekira 1.500 siswa dari 33 provinsi di Indonesia adu bakat di Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2011 yang digelar di Makassar. Lomba seni ini dibuka Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, Senin, 20 Juni di Celebes Convention Centre (CCC).

FLS2N ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional, bekerja sama Provinsi Sulsel sebagai tuan rumah. Kejuaraan berlangsung hingga 24 Juni dan tersebar di berbagai hotel yang menjadi pusat penginapan para siswa.

Ketua Panitia FLS2N  Sulsel, Salam Soba, di sela-sela pembukaan mengatakan, tujuan festival ini adalah untuk mengangkat bakat dan potensi yang dimiliki siswa hingga dapat memberikan prestasi dan kebangaan bagi dunia pendidikan menumbuh kembangkan karakter bangsa. Nantinya siswa yang berprestasi dari even tahunan ini akan mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Selaku tuan rumah kontingen dari Sulsel terbesar mencapai seratus siswa lebih. Sulsel menargetkan selain sukses penyelenggara bisa sukses prestasi,” kata Kepala Balai Kajian dan Teknologi Dinas Pendidikan Nasional Sulsel ini.

Berbagai jenis lomba dipertandingan. Untuk kategori sekolah dasar ada lomba menyanyi/solo, lomba pidato Bahasa Indonesia, hingga lomba membuat cerita menggambar. Sedang tingkat sekolah menengah pertama ada festival seni musik tradisional hingga lomba seni baca alquran, dan lomba dogeng. Sementara tingkat sekolah menengah atas di antaranya lomba cipta dan baca puisi, lomba seni poster, lomba seni tari berpasangan, hingga festival drama singkat.

Adapula siswa para penyandang cacat juga menyediakan sejumlah lomba. Seperti lomba seni lukis, lomba menyanyi solo/tunggal, dan lomba cipta baca puisi.

“Semua jenis lomba ini digelar di hotel dan penginapan peserta. Sebagian lain digelar di fasilitas milik pemerintah. Ada 15 pusat perlombaan,” ungkap Salam Soba.

Siswa SD  mengambil penginapan di Hotel Singgasana sebanyak 198 orang. Untuk tingkat SMP dipusatkan di Hotel Sahid dengan jumlah peserta 670 orang, SMA di Asrama Haji Sudiang dengan peseta 450 orang. Sedangkan siswa SLB dengan peserta 600 orang tersebar di Hotel Losari Metro, Quality, Hotel Dinasti dan Amaris Hotel.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh, kepada wartawan usai membuka acara mengatakan, festival tahunan siswa ini merupakan bagian dari pembentukan pendidikan karakter bangsa.

Melalui FLS2N diharapkan potensi siswa tergali dan berguna untuk masa depannya serta masyarakat dimana mereka bergaul. FLS2N merupakan ajang  menggali bakat dan potensi.

“Di Indonesia kita memiliki siswa mencapai puluhan juta orang. Murid SD saja ada 31 juta, siswa SMP 13 juta dan SMA delapan juta orang.  Meski siswa yang berpartisipasi di FLS2N ini hanya segelintir. Tapi diharapkan setelah mereka pulang ke daerahnya membawa karakter baru,” ungkap Nuh. (aci)

Sumber :  http://www.fajar.co.id
READ MORE - 1.500 Siswa Unjuk Seni di CCC

Sulsel Miliki Institut Seni dan Budaya

Tuesday, 21 June 2011 MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) akan mendirikan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Kota Makassar.

Kampus ISBI diklaim sebagai yang pertama di kawasan timur Indonesia (KTI). Institut ini rencananya menerima pendaftaran mahasiswa angkatan pertama pada 2012. Sebagai tahap awal, Pemprov akan menempatkan kampus ini di Benteng Rotterdam. Benteng tersebut dianggap memiliki fasilitas, khususnya di bidang seni dan budaya. “Ini rahmat bagi Indonesia bagian timur dan Sulsel.

Apa pun akan saya lakukan untuk pendidikan. Kami akan siapkan Benteng Rotterdam sebagai lokasinya.Di sana ada panggung teater serta dilengkapi laboratorium seni dan budaya,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,kemarin. Meski demikian, lokasi kampus tersebut hanya untuk sementara sambil mencari lokasi yang paling strategis sebagai Kampus ISBI di Kota Makassar.

Yang jelas,dia menggaransi institut ini akan menerima mahasiswa baru tahun depan. “Insya Allah tahun depan ISBI sudah bisa terima mahasiswa. Saya akan siapkan segalanya. Saya diperintahkan Mendiknas dan Gubernur sanggup melaksanakannya.Di Rotterdam, kami sambil didik mahasiswa juga langsung bisa praktik.

Daripada lokasi mubazir,” katanya di Gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Patabai Pabokori menyambut positif rencana pendirian ISBI tersebut. Jika di beberapa kota di Indonesia hanya Institut Seni Indonesia (ISI),tapi yang akan didirikan di Makassar akan digabungkan dengan ilmu budaya. “Ini tentu pertama di Indonesia dengan digabungkan ilmu Budaya.

Pada tahap awal ini, kami akan bentuk panitia dan melakukan studi banding ke Bali dan Yogyakarta untuk mempelajari secara langsung kampus ISI di sana.Paling lambat kampus ini rampung tahun depan,” ujar dia saat dihubungi via ponsel. Kesiapan Pemprov Sulsel mendirikan Kampus ISBI,setelah Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta langsung di hadapan Gubernur untuk membangun kampus di Makassar.

Hal ini mengingat belum satu pun kampus serupa dibangun di KTI. Nuh menuturkan, institut seni di Indonesia hanya berada di Kota Denpasar,Padang,Yogyakarta, Solo, serta Kota Bandung. Di Makassar, Manado, Papua,serta kota lain di KTI,belum satu pun yang memilikinya. “Kokbelum ada institut seni Indonesia di Indonesia timur? Saya sangat senang sekali kalau Provinsi Sulsel mengambil inisiatif mendirikan institut seni, kalau bisa ditambah budaya.

Potensi yang luar biasa di Sulsel,Papua,Maluku,dan Manado itu terus didorong sebagai bagian kekayaan bangsa kita,” tandasnya,kemarin. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini meminta kampus tersebut didirikan di Kota Makassar serta meminta Pemprov segera mengirim surat usulan ke Pemerintah Pusat.

Kemendiknas, kata Nuh,menjamin segera mengeluarkan surat izin pembangunan ISBI. “Kami akan dukung ini.Mulai pengeluaran surat izin penyelenggaraan institut. Kami juga akan berikan dukungan. Dosen bisa diutus langsung dari kementerian,”tandasnya. wahyudi

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
READ MORE - Sulsel Miliki Institut Seni dan Budaya

Sulsel Hanya Targetkan 10 Besar

Tuesday, 21 June 2011
Image

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh (kiri) didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) saat pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Gedung Celebes Convention Centre (CCC), Makassar, kemarin.

MAKASSAR – Meski menjadi tuan rumah dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2011, Provinsi Sulsel hanya menargetkan masuk 10 besar dalam event yang diikuti perwakilan 33 provinsi se- Tanah Air ini.Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Patabai Pabokori mengakui target tersebut sudah realistis mengingat kuatnya persaingan peserta dari provinsi lain,seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur (Jatim).

“Tentu sebagai tuan rumah, minimal kami target masuk 10 besar. Pasalnya, peserta dari daerah Pulau Jawa terbilang kuat sehingga target kami ini sudah realistis,”katanya di Makassar, kemarin. Festival seni tersebut berlangsung selama tujuh hari mulai 19 Juni–25 Juni 2011. Kegiatan tersebut dibuka Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Gedung Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, kemarin.

Peserta yang ikut lomba mencapai 1.551 pelajar dari tingkat SLB, SD,SMP,hingga SMA/SMK. “Di ajang FLS2N 2011 ini, terdapat 100 pelajar Sulsel yang ikut serta. Kami yakin mampu masuk 10 besar karena persiapan sudah sangat mantap mulai seleksi tingkat kabupaten/kota hingga provinsi,” ujar mantan Bupati Bulukumba ini kepada SINDO.

Sementara itu, Mendiknas Mohammad Nuh dalam pembukaan kemarin,mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mewadahi berbagai kegiatan seni dan sastra untuk mengangkat bakat serta potensi yang dimiliki siswa di Tanah Air. Potensi seni dan sastra yang dimiliki siswa dapat memberikan prestasi dan kebanggaan bagi dunia pendidikan serta sekaligus menumbuhkan karakter bangsa yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.

Pada pembukaan kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terlambat sekitar satu jam dengan alasan penerbangan delay dari Jakarta-Makassar. Syahrul baru tiba di Gedung CCC saat Mohammad Nuh membacakan sambutan. Ketua Panitia FLS2N Sumharmoko mengatakan, acara ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemendiknas.

Festival ini sebagai upaya memberi ruang kreativitas dan potensi siswa di bidang seni dan sastra hingga mampu memberikan prestasi dan kebanggaan bagi dunia pendidikan dan bangsa Indonesia Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu belajar yang akhirnya meningkatkan mutu pendidikan. Melalui kegiatan seni dalam pendidikan, dapat menunjang pengembangan potensi individu secara terpadu, baik daya cipta, rasa, karsa, maupun karya para siswa.

“Kami berharap festival kali ini, siswa tidak hanya berorientasi pada kejuaraan, tapi sebagai pengalaman belajar (learning experience), terutama dalam hal olah pikir, olah hati, dan olah rasa. Selain itu, mengembang kan sikap dan kepribadian,seperti saling menghargai dan toleransi,” paparnya. wahyudi/herni amir



Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
READ MORE - Sulsel Hanya Targetkan 10 Besar

Mendiknas Buka Festival Seni Siswa Nasional

Ditulis pada 20-06-2011 16:33:51 WIB
Makassar (Phinisinews) - Menteri Pendidikan Nasional Prof DR Mohammad Nuh membuka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di gedung Celebes Convention Centre Makassar, Senin.

FLS2T yang berlangsung 20-25 Juni ini diikuti 1551 siswa dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan menengah dari 33 provinsi se Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini, gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, wakil gubernur Agus Arifin Nu'mang, anggota komisi X DPR RI Ulfa S Hermanto, Dedi Gumelar, Teresia Pardede, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, serta pejabat tinggi Kemendiknas dan Sulsel.
Ketua panitia, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendiknas Prof DR Badwi dalam laporannya mengemukakan FLS2T kali ini dibagi lima tingkatan meliputi SD 197 perserta, SMP 700 peserta, SMA 500 peserta, Pendidikan Khusus (PK) 105 peserta, dan selebihnya tingkat TK.

Sedangkan lomba yang dipertandingkan diantaranya, cipta dan baca puisi serta cerpen, lomba baca Alquran, tari kreasi, tari tradisional, menyanyi solo dan paduan suara, dan lomba menggambar.
Lomba ini memperebutkan 88 medali yang terdiri atas, 32 emas, 28 perak, 28 perunggu, serta piala bergilir Mendiknas yang sebelumnya diraih kontingen Jawa Tengah di penyelenggaraan FLS2T 2010.

Sementara, ketua panitia provinsi, Salam Saba mengemukakan seluruh lomba dilaksanakan di hotel-hotel, khusus untuk tingkat SMA diselenggarakan di Asrama Haji Sudiang.

Untuk tingkat SD di hotel Singgasana, SMP di enam hotel diantaranya, hotel Sahid, Grand palace, Denpasar, dan Anugrah, untuk TK di hotel Qualty, Kenari, dan Singgasana, sedangkan untuk PK di hotel Dinasty.
Salam Saba mengatakan, Sulsel menargetkan masuk dalam lima besar dengan target merebut medali emas dari kategori, menyanyi solo, lomba tarian, dan lomba baca Alquran.

Salah seorang peserta dari SMAN 2 Pangkalan Kerinci Kabupaten Belalawan, Riau, Pusfara mengaku senang mengikuti FLS2T untuk pengembangan kreativitas dan pendidikan karakter dari usia dini.
Walaupun baru pertama berpartisipasi di lomba seperti ini, Pusfara optimisi memenangkan lomba untuk kategori cipta puisi. Kata dia, Riau diwakili 13 peserta dari empat sekolah.

Sumber : http://www.phinisinews.com
READ MORE - Mendiknas Buka Festival Seni Siswa Nasional

Fort Roterdam akan Jadi Institute Kesenian

Selasa, 21 Juni 2011

 
MAKASSAR -- Fort Rotterdam sebentar lagi akan berfungsi ganda. Selain sebagai objek wisata, benteng bersejarah itu akan “disulap” menjadi kampus. Ke depan, Institut Kesenian dan Kebudayaan akan beroperasi di Fort Rotterdam.
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menawarkan proyek pendidikan tersebut saat membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Senin 20 Juni di Gedung Celebes Convention Centre (CCC). Mendiknas menyiapkan APBN untuk Pemprov Sulsel demi merealisasikan recana pembangunan pergurun tinggi tersebut.

Nuh mengatakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) belum ada Institut Kesenian dan Kebudayaan, makanya Sulsel harus mendapat prioritas. Sedangkan di daerah lain institut serupa sudah berdiri.

“Di Indonesia kita sudah punya Institut Kesenian di Kota Padang Sumatera Barat, Bandung Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Di KTI ini belum ada institut kesenian itu. Nantinya institut kesenian di sini harus bisa mengcover Indonesia Timur dan menjadi lembaga yang memelihara dan merawat kebudayaan Indonesia di KTI,” kata Nuh.

Nuh mengatakan kampus tersebut diharapkan bisa menjadi sumber kreativitas baru. Salah satunya, dari kampus itu bisa lahir sines muda dan seniman film. “Harus ada muncul dan bakat baru dari Makassar,” katanya saat konfrensi pers.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pun menyambut hangat tawaran mendiknas. Gubernur langsung menyatakan kesiapannya mewujudkan rencana tersebut. Di depan menteri, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini mengatakan tawaran mendiknas sebagai perintah sekaligus berkah. Tahun depan kampus sudah siap menerima mahasiswa.

Kesiapan awal Fort Roterdam akan dijadikan kampus sementara, lalu pemprov mencari lahan untuk dijadikan 
kampus. “Untuk sementara kami rencana menjadikan Fort Rotterdam sebagai pusat pendidikan. Sambil jalan kami mencari lahan di luar,” katanya.

Soal pilihan Fort Rotterdam, Syahrul mengatakan karena di sana banyak bisa dikreasikan oleh mahasiswa. Fort Rotterdam selama ini sudah menjadi pusat kebudayaan Sulsel. Ada panggung dan dan ruang-ruang. Kalau di tempatkan di situ maka mahasiswa bisa langsung berpraktik dan berinteraksi dengan turis,” kata Syahrul.

Gubernur juga akan memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel untuk membicarakan masalah teknis, termasuk kesiapan administrasi dari kementerian.  (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id

READ MORE - Fort Roterdam akan Jadi Institute Kesenian

Senin, 20 Juni 2011

2012, Pemprov Dirikan Kampus ISBI

Selasa, 21-06-2011
Share |

Berlokasi di Kawasan Benteng Rotterdam
MAKASSAR, BKM -- Menteri Pendidikan Nasional Muh Nuh meminta Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk mendirikan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Sulsel. Mendiknas mengatakan, salah satu tujuan pendirian lembaga pendidikan ini adalah untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya nasional secara umum, dan budaya Sulawesi Selatan khususnya.

"Seni dan budaya itu sangat penting. Makanya, harus ada ISBI di Sulawesi Selatan ini," kata Mendiknas dalam sambutannya pada pembukaan Festival dan Lomba Seni dan Suara Nasional (FLS2N) di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Senin (20/6).
Dijelaskannya, semua kawasan di Indonesia ini telah memiliki institut seni dan budaya kecuali di kawasan timur Indonesia. Di Indonesia bagian timur ini belum ada institut seni dan budaya-nya. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Sulawesi Selatan siap dan bersedia menerima tawaran ini.
"Jika ISBI dibangun di daerah ini, berarti semua daerah di wilayah timur seperti Papua, Manado, Palu, Gorontalo dan daerah lainnya bisa belajar dan memelihara budaya daerahnya masing-masing," jelasnya.
Untuk tahap awal, lanjut Mendiknas, pihaknya akan menerbitkan surat izin penyelenggaraan ISBI di Sulsel dan menyiapkan tenaga pengajar di institut tersebut. Selanjutnya, pemerintah Sulsel akan mengatur teknis pelaksanaannya. "Yang jelas, saya menginginkan kampus ISBI di Indonesia timur dibangun di Sulawesi Selatan," tandasnya.
Permintaan Mendiknas tersebut disambut baik Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Orang nomor satu di Sulsel ini dengan tegas mengatakan bahwa tahun depan kampus ISBI di Sulsel sudah bisa beroperasi dan mulai menerima mahasiswa baru.
"Ya, tahun 2012 kita sudah bisa menerima mahasiswa baru ISBI," kata Syahrul dalam keterangan persnya usai pembukaan FLS2N.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini menambahkan, tawaran ini merupakan amanah dan kebanggaan tersendiri bagi daerah Sulsel. Intitut Seni dan Budaya ini memang sangat perlu dan harus segera direalisasikan.
"Saya siap menjalankan amanah ini. Bagi saya, pendidikan itu adalah segalanya," kata Syahrul sambil melirik Mendiknas yang duduk berdampingan saat konfrensi pers, kemarin.
Syahrul menambahkan, kampus ISBI Sulsel akan dibangun di kawasan Benteng Rotterdam. Semua sarana dan fasilitas pendukung di Benteng sudah lengkap. "Kita kan sudah punya panggung teater di Benteng dan tempat pertunjukan disana," terangnya. 
 
Sumber : http://www.beritakotamakassar.com
 
Pendidikan
READ MORE - 2012, Pemprov Dirikan Kampus ISBI

Sulsel Siap Dirikan Institut Seni dan Budaya

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan kesiapannya untuk mendirikan institut seni dan budaya di Makassar, seperti yang diusulkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

"Tahun depan kami akan mulai melakukan persiapan. Saya menyanggupi dan akan mempersiapkan segalanya," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, untuk sementara sebelum ditempatkan di lokasi permanen, lembaga pendidikan seni dan budaya tersebut akan ditempatkan di Benteng Rotterdam.

"Sambil kami siapkan tanahnya untuk lokasi permanen untuk sementara dilaksanakan di Benteng Rotterdam. Tahun depan, harus jalan dengan demikian para mahasiswanya dapat menggelar pertunjukan secara rutin di benteng," jelasnya.

Menteri Pendidikan Muh Nuh menjelaskan, kehadiran  institusi tersebut akan semakin memperkuat fungsi pelestarian, melahirkan produk seni dan budaya dan mempererat persatuan dan kesatuan.

"Karena menjaga, merawat seni dan budaya tidak bisa diserahkan secara alami. Kalau dilakukan secara institusi jaminan kelajutan semakin ada. Saya usulkan di Makassar," katanya.

Kementerian, lanjutnya, akan memberikan dukungan surat izin pendirian dan administrasi lainnya sebagai modal dasar.

Kesiapan Sulsel menyanggupi pendirian institut, disambutnya dengan mengharapkan agar pemerintah provinsi mempersiapkan dengan baik seluruh perangkat baik fisik maupun non fisik.

Ide pendirian institut seni dan budaya ini tidak jauh berbeda dengan alasan penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (LFS2N) dimana budaya adalah aset yang sangat mahal.

"Kalau tidak dirawat tentu akan hilang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk merawat dan menjaga produk-produk budaya bangsa,memberikan kesempatan anak-anak untuk berkreasi memperkaya produk-produk budaya," jelasnya. (T.KR-RY/F002) 

Sumber : http://makassar.antaranews.com
READ MORE - Sulsel Siap Dirikan Institut Seni dan Budaya

Kamis, 02 Juni 2011

Sulsel Naik Satu Peringkat

Tribun Timur - Kamis, 2 Juni 2011 22:01 WITA

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil menempati peringkat kelima terbaik hasil ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat secara nasional dengan hasil rata-rata nilai UN mencapai 7,82. Peringkat ini naik satu peringkat dibandingkan tahun 2010 lalu. Sulsel hanya berada di bawah Provinsi Bali dengan rata-rata nilai 8,11 disusul Sumatera Utara (Sumut) 8,04, Jawa Timur (Jatim) 7,86, dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan rata-rata 7,84.

"Sebenarnya dilihat dari jumlah penduduk dan total kabupaten/ kota kita bisa menempati posisi terbaik di Indonesia. Kita memiliki unit sekolah terbesar yang tersebar di 24 kabupaten/ kota," kata Ketua Panitia UN Tingkat Provinsi Sulsel Abdullah Djabbar di Makassar, Kamis (01/06/2011). Tahun 2011 ini, rata-rata nilai kelulusan siswa SMP di Sulsel juga cukup baik, berada di klasifikasi A. Satu-satunya, mata pelajaran yang meraih predikat klasifikasi B justru untuk bahasa Indonesia dengan rata-rata 7,31.


Sedangkan matematika yang merupakan materi pelajaran hitung- hitungan jutru meraih nilai terbaik dengan rata-rata 8,04 secara kumulatif disusul bahasa Inggris dengan nilai 8,10 dan IPA dengan rata-rata nilai 7,84. Berdasarkan distribusi nilai siswa se-Sulsel matematika juga berada di peringkat tertinggi. Sejumlah siswa bahkan mencetak nilai 10,00. Selain Felicia dari SMP Katolik Rajawali, nilai sempurna itu juga diperoleh siswa SMPN 12 Makassar atas nama Dian Hariati.

Sebanyak 10.711 siswa (8,18 persen) meraih nilai antara 9,00- 9,99 untuk mata pelajaran matematika, 4.891 siswa (3,73 persen)  bahasa Inggris, dan 2.981 siswa (2,28 persen) untuk mata pelajaran IPA. Sedangkan, untuk mata pelajaran bahasa Indonesia hanya 172 peserta yang berhasil meraih rentang nilai 9,00-9,99. (*)

Sumber : http://makassar.tribunnews.com
READ MORE - Sulsel Naik Satu Peringkat

Selasa, 31 Mei 2011

Pemprov Tanggung 50 Persen

Selasa, 31 Mei 2011 | 19:01:25 WITA | 224 HITS

Baiaya SPP Gratis Tingkat SMA

MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulsel akan menanggung 50 persen anggaran pendidikan gratis untuk tingkat SMA/SMK dan MA. Pemprov Sulsel siap  menggelontorkan dana sekitar Rp30 miliar untuk  merealisasikan gratis Sumbangan Sumbangan Pembinaan Pendidikan  (SPP) mulai 2012.
Kebijakan ini tertuang dalam nota kesepakatan bersama para kepala dinas se Sulsel pada Rapat Koordinasi Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) di Kantor Gubernur Sulsel, Senin 30 Mei.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulsel Patabai Pabokori mengatakan, selain dana pendidikan gratis disepakati yang naik untuk tingkat SMA/SMK/MA, seluruh kabupaten/kota juga sepakat melanjutkan program pendidikan gratis dengan beban biaya 60 persen ditanggung pemprov dan 40 persen ditanggung kabupaten/kota.

”Kita sementara  menghitung. Dasar perhitungannya antara lain jumlah murid di setiap kabupaten. Akan ada tim pelaksana teknik. Untuk sementara item mana saja akan dibiaayai belum disepakati,” kata Patabai.

Program pendidikan gratis Pemporv Sulsel  tingkat SD dan SMP sudah berjalan dengan komposisi 60 persen ditanggung pemprov dan 40 persen oleh kabupaten/kota.  Menurut kadis, khusus tingkat SMA kompoisinya fifty-fifty atau masing-masing 50 persen.

Rakor kemarin diikuti para Kepala Dinas Pendidikan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Selain sepakat menyelenggaran pendidikan gratis untuk tingkat SMA, disepakati pula penyaluran dana buku yang sempat tersendat di kas daerah diubah dengan sistem penyaluran pihak ketiga.

Patabai mengatakan, dana buku gratis untuk kelas III SMA itu kemungkinan dialihkan untuk mendukung pembayaran SPP gratis siswa SMA. ”Inilah yang masih kita bicarakan. Yang pasti untuk tingkat SMA mulai tahun depan sudah gratis,” tegas Patabai.

Anggota Dewan Pendidikan Sulsel Prof Dr Wasir Thalib yang turut hadir dalam rakor mengatakan,  naik kelasnya pendidikan gratis di Sulsel menunjukkan komitmen yang kuat dari pemprov.

”Yang dibutuhkan ke depan adalah pengawasan di daerah masing-masing, di antaranya penerimaan siswa baru tidak diperkenankan adanya pungutan dalam bentuk apapun pada tingkat SD, SMP tahun 2011 dan untuk tingkat SMA/MA dan SMK mulai Tahun 2012. Ini tetap perlu diawasi. Jangan sampai pendidikan gratis dimanfatkan para pelenggara pendidikan,” jelas Wasir.

Dia mengatatakan, program pendidikan gratis pemprov mestinya dijabarkan dengan baik ke daerah. Apalagi sudah ada aturan Perda Pendidikan Gratis Nomor 4 Tahun 2009 dan Pergub Nomor 6 Tahun 2011 dan sisa ditindak lanjuti dalam sebuah peraturan Daerah Kabupaten/Kota masing-masing. (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id
READ MORE - Pemprov Tanggung 50 Persen