MAKASSAR - Gubernur Sulsel
Syahrul Yasin Limpo mengajak pengusaha asal Taiwan, Hong Kong untuk
membangun industri otomotif di daerah ini.
Tantangan tersebut disampaikan Syahrul saat menerima delegasi pengusaha dari Taiwan yang didampingi pengurus Kadin Sulsel di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 10 Mei. Pengusaha Taiwan tersebut dipimpin Refresentatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Taiwan Mr Andrew Li Yan Hsia bersama Mr Hung Wen. Mantan Inspektorat Kementerian Perikanan dan Kelautan RI Husni Manggabarani ikut mendampingi mereka.
Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Pemprov Sulsel Amal Natsir, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnaen Arief, Wakil Ketua Kadin Zulkifli Gani Ottoh, Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo, Kadis Perkebunan Burhanuddin Mustafa, Kadis Kelautan dan Perikanan Iskandar, Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Gunawan Palaguna, Kepala Biro Ekonomi Sulsel M Firda.
Syahrul mengajak Taiwan masuk Sulsel menggarap industri otomotif karena negara itu memiliki banyak perusahaan besar perakit otomotif. Syahrul berharap Taiwan membuka pabrik-pabrik perakitan kendaraan di Sulsel.
"Sulsel memiliki tambang bijih besi, dan tambang lain yang bisa mendukung industri otomotif. Kalau ini bisa diterima kami akan memberikan kemudahan dan membantu mempercepat investasinya," kata Syahrul.
Selain otomotif, Syahrul juga menjelaskan soal potensi Sulsel di bidang lain. Di antaranya rumput laut, kakao, dan hasil bumi lainnya. Namun khusus bidang tersebut, Gubernur tak terlalu berharap banyak karena Taiwan bukan negeri tujuan ekspor yang dominan untuk hasil bumi.
Sementara Andrew Li Yan Hsia kepada wartawan membeberkan saat ini, pihaknya baru dalam tahap penjajakan potensi yang dimiliki Sulsel. Ajakan pemerintah Sulsel membangun industri otomotif dianggap sebagai tantangan menarik, namun tentu saja tidak serta-merta bisa direalisasikan.
"Kita mau memulai dari yang kecil-kecil dulu. Kami baru tahu bahwa Sulsel ini penghasil rumput laut terbesar di dunia, begitupula dengan kakao. Sektor ini mungkin menarik untuk pemerintah kami," kata Andrew Li.
Pembangunan industri otomotif kata dia, perlu dibicarakan lebih teknis. Menurutnya, pengusaha Taiwan memang banyak tertarik masuk Indonesia, dan itu sudah menjadi modal awal.
Tantangan tersebut disampaikan Syahrul saat menerima delegasi pengusaha dari Taiwan yang didampingi pengurus Kadin Sulsel di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 10 Mei. Pengusaha Taiwan tersebut dipimpin Refresentatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Taiwan Mr Andrew Li Yan Hsia bersama Mr Hung Wen. Mantan Inspektorat Kementerian Perikanan dan Kelautan RI Husni Manggabarani ikut mendampingi mereka.
Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten II Pemprov Sulsel Amal Natsir, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnaen Arief, Wakil Ketua Kadin Zulkifli Gani Ottoh, Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo, Kadis Perkebunan Burhanuddin Mustafa, Kadis Kelautan dan Perikanan Iskandar, Kepala Dinas Pertambangan dan ESDM Gunawan Palaguna, Kepala Biro Ekonomi Sulsel M Firda.
Syahrul mengajak Taiwan masuk Sulsel menggarap industri otomotif karena negara itu memiliki banyak perusahaan besar perakit otomotif. Syahrul berharap Taiwan membuka pabrik-pabrik perakitan kendaraan di Sulsel.
"Sulsel memiliki tambang bijih besi, dan tambang lain yang bisa mendukung industri otomotif. Kalau ini bisa diterima kami akan memberikan kemudahan dan membantu mempercepat investasinya," kata Syahrul.
Selain otomotif, Syahrul juga menjelaskan soal potensi Sulsel di bidang lain. Di antaranya rumput laut, kakao, dan hasil bumi lainnya. Namun khusus bidang tersebut, Gubernur tak terlalu berharap banyak karena Taiwan bukan negeri tujuan ekspor yang dominan untuk hasil bumi.
Sementara Andrew Li Yan Hsia kepada wartawan membeberkan saat ini, pihaknya baru dalam tahap penjajakan potensi yang dimiliki Sulsel. Ajakan pemerintah Sulsel membangun industri otomotif dianggap sebagai tantangan menarik, namun tentu saja tidak serta-merta bisa direalisasikan.
"Kita mau memulai dari yang kecil-kecil dulu. Kami baru tahu bahwa Sulsel ini penghasil rumput laut terbesar di dunia, begitupula dengan kakao. Sektor ini mungkin menarik untuk pemerintah kami," kata Andrew Li.
Pembangunan industri otomotif kata dia, perlu dibicarakan lebih teknis. Menurutnya, pengusaha Taiwan memang banyak tertarik masuk Indonesia, dan itu sudah menjadi modal awal.
Sumber:www.fajar.co.id/Rabu, 11 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar