Kamis, 26-05-2011
Produksi Jagung Ditarget 1,6 Juta Ton
MAKASSAR, UPEKS--Kepala Seksi Produksi Jagung Dinas Pertanian Tanaman
Pangan dan Hortikultura Sulsel AM Taqwa mengatakan, pihaknya kini
menggenjot produtivitas jagung hibrida untuk dapat memenuhi kebutuhan
pasar yang terus meningkat. Untuk itu produktivitas jagung hibrida pada
tahun 2011 ditargetkan 1,6 juta ton atau naik 100 ribu ton dibandingkan
2010 yang mencapai 1,5 juta ton.
Potensi masa tanam pada 2010 mencapai 320 hektar, sehingga untuk Sulawesi Selatan diprediksi akan produktivitas jagung hibrida cukup besar, dilihat dari jumlah areal tanam sekira 599 ribu hektar tahun ini. Produksi jagung Sulawesi Selatan mencapai 1.395.744 ton menempati peringkat ke empat nasional setelah Jawa Timur ( 5,2 juta ton ), Jawa Tengah ( 3,2 juta ton ), dan Lampung ( 2 juta ton ). Sedangkan sentra penanaman jagung di Sulsel, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Sinjai, Jeneponto dan Bulukumba. Dinas Pertanian Provinsi Sulsel saat ini menerapkan sistem pengembangan mutu di setiap kecamatan untuk dapat mendongkrak produktivitas jagung hibrida, selain itu disiapkan bantuan alat pengering 10 unit.
Melimpahnya produksi jagung mendorong Pemprov Sulsel terus mencari pasar, salah satu sasaran yang tengah dijajaki adalah kerjasama dengan PT Redwood Indonesia di Cilegon Banten. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sulsel, AM Yamin, bahwa Gubernur sempat ke PT Redwood Indonesia beserta rombongan melihat dari dekat proses produksi jagung sekaligus menjajaki kerjasama dengan perusahaan tersebut. Redwood adalah penghasil tepung jagung, pakan ternak dan produk olahan lain terbesar di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengajak perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu masuk ke Sulawesi Selatan untuk membangun pabrik, sekaligus menyerap jagung hasil pertanian. Sejauh ini, PT. Redwood kekurangan pasokan jagung mencapai 300 ribu ton per tahun sehingga harus mengimpor dari Amerika dan Argentina. Ini potensi pasar yang bisa terus diisi.
Potensi masa tanam pada 2010 mencapai 320 hektar, sehingga untuk Sulawesi Selatan diprediksi akan produktivitas jagung hibrida cukup besar, dilihat dari jumlah areal tanam sekira 599 ribu hektar tahun ini. Produksi jagung Sulawesi Selatan mencapai 1.395.744 ton menempati peringkat ke empat nasional setelah Jawa Timur ( 5,2 juta ton ), Jawa Tengah ( 3,2 juta ton ), dan Lampung ( 2 juta ton ). Sedangkan sentra penanaman jagung di Sulsel, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Sinjai, Jeneponto dan Bulukumba. Dinas Pertanian Provinsi Sulsel saat ini menerapkan sistem pengembangan mutu di setiap kecamatan untuk dapat mendongkrak produktivitas jagung hibrida, selain itu disiapkan bantuan alat pengering 10 unit.
Melimpahnya produksi jagung mendorong Pemprov Sulsel terus mencari pasar, salah satu sasaran yang tengah dijajaki adalah kerjasama dengan PT Redwood Indonesia di Cilegon Banten. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sulsel, AM Yamin, bahwa Gubernur sempat ke PT Redwood Indonesia beserta rombongan melihat dari dekat proses produksi jagung sekaligus menjajaki kerjasama dengan perusahaan tersebut. Redwood adalah penghasil tepung jagung, pakan ternak dan produk olahan lain terbesar di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengajak perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu masuk ke Sulawesi Selatan untuk membangun pabrik, sekaligus menyerap jagung hasil pertanian. Sejauh ini, PT. Redwood kekurangan pasokan jagung mencapai 300 ribu ton per tahun sehingga harus mengimpor dari Amerika dan Argentina. Ini potensi pasar yang bisa terus diisi.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar