Thursday, 26 May
2011
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan meminta
Pemerintah
Pusat segera merealisasikan jalur kereta api di Kota Makassar dan
sekitarnya. Upaya ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi
di Kota Angingmamiri ini.
Hal tersebut rencananya akan disuarakan Syahrul akan mengikuti sidang kabinet terbatas bidang transportasi di enam kota besar Indonesia bersama sejumlah menteri di Jakarta,hari ini. Keikutsertaan Gubernur dalam rapat kabinet terbatas tersebut terkait master planPemerintah Pusat yang memasukan Kota Makassar dalam pembangunan jalur kereta api bersama lima kota besar lain di Tanah Air.
Kelima kota besar tersebut, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Denpasar. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, penggunaan kereta api itu bukan hanya difokuskan untuk Kota Makassar dan Sulsel,tapi juga untuk transportasi cepat lintas Sulawesi. “Mudah-mudahan ada pengertian dari Bapak Presiden dan menteri-menteri terkait besok.
Namun, saya tidak hanya fokus di Kota Makassar dan Sulsel, tetapi kereta api ini lebih banyak ke trans-Sulawesi,” ungkapnya,kemarin. Untuk menekan tingginya kemacetan arus lalu lintas yang sekarang ini terjadi, sudah saatnya membutuhkan transportasi yang lebih cepat dan bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Karena itu, dia akan meyakinkan pemerintah pusat terhadap usulannya tersebut.
“Kemacetan ini tanda-tanda ekonomi yang membaik.Sekarang bagaimana mengurai kemacetan ini agar lebih baik. Sudah ada beberapa jalur yang diperlebar, tetapi memang kemacetannya sangat luar biasa. Sudah saatnya kami butuh transportasi yang canggih di Sulawesi,” tandas dia ketika ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Selain mempercepat pembangunan jalur kereta api,Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini juga akan mengusulkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi hub (penghubung) penerbangan internasional di kawasan timur Indonesia (KTI).
Untuk keperluan itu, Pemprov Sulsel telah menyiapkan lahan. Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan mengatakan, dua jalur kereta api yang akan dibangun di daerah ini mulai disurvei sekitar Mei ini. Dua jalur kereta api yang segera masuk studi kelayakan, yakni jalur penghubung kawasan kota baru Makassar,Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata),serta jalur poros Makassar-Parepare.
Panjang rel kereta api Mamminasata yang akan disurvei sekitar 200 kilometer dengan lebar 50 meter yang diisi dua lintasan rel, ditambah daerah steril sisi kiri dan kanan. Sementara Makassar-Parepare sekitar sepanjang 130 kilometer. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pekan lalu mengidentifikasi lalu lintas di enam kota metropolitan di Indonesia mengalami kemacetan yang cukup parah.
Enam kota itu, yakni DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Denpasar. Mengenai langkah mengatasi kemacetan di enam kota itu,Hatta mengatakan,banyak langkah yang dilakukan sehingga harus dijelaskan secara detail. ●wahyudi
Hal tersebut rencananya akan disuarakan Syahrul akan mengikuti sidang kabinet terbatas bidang transportasi di enam kota besar Indonesia bersama sejumlah menteri di Jakarta,hari ini. Keikutsertaan Gubernur dalam rapat kabinet terbatas tersebut terkait master planPemerintah Pusat yang memasukan Kota Makassar dalam pembangunan jalur kereta api bersama lima kota besar lain di Tanah Air.
Kelima kota besar tersebut, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Denpasar. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, penggunaan kereta api itu bukan hanya difokuskan untuk Kota Makassar dan Sulsel,tapi juga untuk transportasi cepat lintas Sulawesi. “Mudah-mudahan ada pengertian dari Bapak Presiden dan menteri-menteri terkait besok.
Namun, saya tidak hanya fokus di Kota Makassar dan Sulsel, tetapi kereta api ini lebih banyak ke trans-Sulawesi,” ungkapnya,kemarin. Untuk menekan tingginya kemacetan arus lalu lintas yang sekarang ini terjadi, sudah saatnya membutuhkan transportasi yang lebih cepat dan bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Karena itu, dia akan meyakinkan pemerintah pusat terhadap usulannya tersebut.
“Kemacetan ini tanda-tanda ekonomi yang membaik.Sekarang bagaimana mengurai kemacetan ini agar lebih baik. Sudah ada beberapa jalur yang diperlebar, tetapi memang kemacetannya sangat luar biasa. Sudah saatnya kami butuh transportasi yang canggih di Sulawesi,” tandas dia ketika ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Selain mempercepat pembangunan jalur kereta api,Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini juga akan mengusulkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi hub (penghubung) penerbangan internasional di kawasan timur Indonesia (KTI).
Untuk keperluan itu, Pemprov Sulsel telah menyiapkan lahan. Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan mengatakan, dua jalur kereta api yang akan dibangun di daerah ini mulai disurvei sekitar Mei ini. Dua jalur kereta api yang segera masuk studi kelayakan, yakni jalur penghubung kawasan kota baru Makassar,Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata),serta jalur poros Makassar-Parepare.
Panjang rel kereta api Mamminasata yang akan disurvei sekitar 200 kilometer dengan lebar 50 meter yang diisi dua lintasan rel, ditambah daerah steril sisi kiri dan kanan. Sementara Makassar-Parepare sekitar sepanjang 130 kilometer. Menko Perekonomian Hatta Rajasa pekan lalu mengidentifikasi lalu lintas di enam kota metropolitan di Indonesia mengalami kemacetan yang cukup parah.
Enam kota itu, yakni DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Denpasar. Mengenai langkah mengatasi kemacetan di enam kota itu,Hatta mengatakan,banyak langkah yang dilakukan sehingga harus dijelaskan secara detail. ●wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar