MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah pusat menetapkan Provinsi
Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai pusat pangan nasional untuk Timur
Indonesia yang menjadi bagian program ketahanan pangan nasional. Selain
itu, Sulsel sekaligus berada pada koridor pengembangan insdustri
berbasis pertanian di Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur Jumat (29/4/2011), mengatakan, penetapan tersebut dimantapkan dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Kamis (27/4). Tan menjelaskan musrenbangnas memantapkan masterplan perluasan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam masterplan ini, Sulsel berada dalam koridor empat ekonomi Indonesia.
Tan menambahkan sebagai pusat pangan nasional fokus utama pemerintah pusat dan provinsi bertumpu pada sektor pertanian dan tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
"Kita perkuat Sulsel sebagai provinsi penyangga pangan nasional. Dalam arti, apa yang kita capai selama ini akan dimantapkan lagi dan pemerintah pusat akan memberi penguatan melalui berbagai program penguatan pangan," jelasnya di Makassar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur Jumat (29/4/2011), mengatakan, penetapan tersebut dimantapkan dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta, Kamis (27/4). Tan menjelaskan musrenbangnas memantapkan masterplan perluasan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam masterplan ini, Sulsel berada dalam koridor empat ekonomi Indonesia.
Tan menambahkan sebagai pusat pangan nasional fokus utama pemerintah pusat dan provinsi bertumpu pada sektor pertanian dan tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
"Kita perkuat Sulsel sebagai provinsi penyangga pangan nasional. Dalam arti, apa yang kita capai selama ini akan dimantapkan lagi dan pemerintah pusat akan memberi penguatan melalui berbagai program penguatan pangan," jelasnya di Makassar.
Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2011/04/29/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar