Saturday, 18 June
2011
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyindir Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) RI Jero Wacik, yang dinilai
terkesan pilihpilih dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah.
“Menteri Pariwisata kalau kami undang datang ke sini,tidak pernah hadir.Lebih sering kami lihat di TV dan lebih banyak ke Bali,” katanya,kemarin. Hal itu dikatakan Gubernur saat menerima kunjungan Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar M Faried yang memaparkan persiapan event “Jelajah Sutera Nusantara 2011”yang salah satu lokasinya ditetapkan di Sulsel.
Sindirannya serupa juga pernah dilontarkannya saat menerima Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Makassar awal 2011. Dia terang-terangan mengatakan, Kemenbudpar hanya fokus mengembangkan Pulau Dewata, Bali, tanpa melirik beberapa daerah yang juga memiliki potensi pariwisata. Terkait event ini pada Oktober 2011, Syahrul meminta panitia penyelenggara mengemas dan mempersiapkan acara sedini mungkin.
Menurut dia,kegiatan ini bisa dijadikan sebagai kebangkitan tenun sutera yang dimiliki daerah ini. Jelajah Sutera Nusantara yang rencananya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan kegiatan touring wisata dengan mengunjungi sentra-sentra produksi sutera di Sulsel, antara lain Kabupaten Wajo,Soppeng,Enrekang. Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar M Faried yang ditemui di rujab Gubernur Sulsel, mengungkapkan, event yang bertepatan dengan HUT Sulsel ini juga akan mengundang sejumlah pengusaha sutera internasional.
“Eventini sekaligus sebagai ajang promosi bahwa sutera kami tidak kalah dengan negara lain.Hanya promosi yang masih terkesan sederhana.Kali inilah kami harus bangkit,”katanya. Pria berkacamata ini mengaku, kegiatan ini digagas Kemenbudpar untuk menelusuri sejarah persuteraan di Tanah Air. Selain Sulsel, beberapa provinsi lain yang juga dikenal sebagai sentra produksi sutera, juga akan digelar kegiatan serupa.
Kadisbudpar Sulsel Syuaib Mallombassi mengatakan, kapasitas produksi sutera di Sulsel sudah mencapai 100 ton,dari sebelumnya yang hanya 60 ton. “Hal itu tidak lepas dari binaan instansi terkait untuk terus mengembangkannya,” tandasnya. wahyudi
“Menteri Pariwisata kalau kami undang datang ke sini,tidak pernah hadir.Lebih sering kami lihat di TV dan lebih banyak ke Bali,” katanya,kemarin. Hal itu dikatakan Gubernur saat menerima kunjungan Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar M Faried yang memaparkan persiapan event “Jelajah Sutera Nusantara 2011”yang salah satu lokasinya ditetapkan di Sulsel.
Sindirannya serupa juga pernah dilontarkannya saat menerima Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Makassar awal 2011. Dia terang-terangan mengatakan, Kemenbudpar hanya fokus mengembangkan Pulau Dewata, Bali, tanpa melirik beberapa daerah yang juga memiliki potensi pariwisata. Terkait event ini pada Oktober 2011, Syahrul meminta panitia penyelenggara mengemas dan mempersiapkan acara sedini mungkin.
Menurut dia,kegiatan ini bisa dijadikan sebagai kebangkitan tenun sutera yang dimiliki daerah ini. Jelajah Sutera Nusantara yang rencananya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan kegiatan touring wisata dengan mengunjungi sentra-sentra produksi sutera di Sulsel, antara lain Kabupaten Wajo,Soppeng,Enrekang. Direktur Promosi Dalam Negeri Kemenbudpar M Faried yang ditemui di rujab Gubernur Sulsel, mengungkapkan, event yang bertepatan dengan HUT Sulsel ini juga akan mengundang sejumlah pengusaha sutera internasional.
“Eventini sekaligus sebagai ajang promosi bahwa sutera kami tidak kalah dengan negara lain.Hanya promosi yang masih terkesan sederhana.Kali inilah kami harus bangkit,”katanya. Pria berkacamata ini mengaku, kegiatan ini digagas Kemenbudpar untuk menelusuri sejarah persuteraan di Tanah Air. Selain Sulsel, beberapa provinsi lain yang juga dikenal sebagai sentra produksi sutera, juga akan digelar kegiatan serupa.
Kadisbudpar Sulsel Syuaib Mallombassi mengatakan, kapasitas produksi sutera di Sulsel sudah mencapai 100 ton,dari sebelumnya yang hanya 60 ton. “Hal itu tidak lepas dari binaan instansi terkait untuk terus mengembangkannya,” tandasnya. wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar