Total Tayangan Halaman

Rabu, 15 Juni 2011

Sulsel Incar Pasar Ikan Segar Jakarta

Rabu, 15 Juni 2011 | 00:33:15 WITA | 18 HITS


 
RASID/FAJAR
BAHAS EKSPOR. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo membahas rencana pengiriman ikan basah ke Jakarta dan luar negeri melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, kemarin.
MAKASSAR -- Sulsel tengah menjajaki untuk mengisi ikan segar ke Jakarta. Rencana ini, menyusul menipisnya stok daging basah di pasaran akibat penyetopan pengiriman daging dan sapi hidup dari Australia.

Rencana tersebut dibahas Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan Gubernur Sulsel Syahrul yasin Limpo, Selasa, 14 Juni, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Fadel meminta kepada Pemprov Sulsel, agar siap mengisi permintaan pasar lauk pengganti daging sapi yang sedang mahal dan stoknya menipis. "Kendala di Sulsel adalah masalah pengiriman di Bandara Sultan Hasanuddin. Saat ini juga barusan saya telepon Dirjen Bea dan Cukai untuk membuka itu," kata Fadel.

Dia juga meminta agar Gubernur Sulsel memanfaatkan peluang ini. Untuk tahap pertama, kata Fadel, bisa diisi dengan ikan basah dulu seperti kerapu, kepeting, atau udang segar. "Itu kan produk unggulan Sulsel," ucap mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini.

Menjawab permintaan tersebut, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, menyambut positif. Dalam pertemuan tersebut, Syahrul langsung memanggil para Kepala SKPD yang terkait langsung dengan pengiriman ikan basah. "Program awal, kita akan membangun kargo insuler di Bandara Sultan Hasanuddin bekerja sama dengan maskapai penerbangan," ucap mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Kargo mini tersebut kata Syahrul untuk melayani permintaan pasar di Jakarta dengan volume kecil-kecilan. "Itu untuk sementara saja, yang penting sudah ada jalur. Yang menghambat selama ini karena memang tidak ada yang memulai. Kalau sudah dimulai ke depan lebih mudah," kata Syahrul.

Terkait permintaan ekspor ikan segar, Syahrul menyatakan, peluang pasar sangat besar karena kebutuhan eskpor mencapai 2 juta ton per tahun. Karena tak ada bandara kargo di Sulsel akhirnya hasil-hasil ikan basah Sulsel sulit bersaing di pasar ekspor. "Semua hasil perikanan laut Sulsel harus mampir ke Bali dan Surabaya, padahal jika ada jalur singkat mempermudah pengiriman," tandasnya. (aci)

Sumber : http://www.fajar.co.id

Aumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar