Wakil
Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang
Laporan: Ilham
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu'mang berharap kapada para pelaku langsung Agribisnis Kopi di Sulsel khususnya petani dan pengusaha agar berada dalam satu visi dan koridor yang sama dalam berjualan kopi Sulsel.
Ungkapan tersebut disampaikan mantan ketua DPRD Sulsel ini dalam seminar sehari manfaat kerjasama ASEAN bagi pemasaran kopi Indonesia di Hotel Santika Makassar, Kamis (23/6/2011).
Pria asal Toraja ini menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel kini tengah merancang strategi baru dalam pemasaran kopi di pasar Internasional melalui interkoneksitas sektor terkait termasuk kepariwisataan, dimana dalam pemilihan Putri Kopi Indonesia tahun 2011 ini, telah dinobatkan seorang Putri terbaik Indonesia yang berasal dari Sulsel.
"Kita punya peluang dalam bisnis kopi dan Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia dalam perdagangan kopi Internasional, karena Indonesia saat ini sudah menjadi produsen kopi kedua di Asia dan produsen keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolumbia,"kata Agus
Secara kuantitatif, Sulsel berada pada urutan teratas di Indonesia dengan luas areal mencapai 70 ribu hektar. Hal ini melebihi produksi sekitar 33 ribu ton.
"Akan tetapi secara kualitas, Sulsel bukan sebagai produsen teratas dengan produktifitas hanya sekitar 700 kg/ha/tahun dan mutunyapun belum bisa bersaing dengan daerah lain, namun Sulsel masih punya nama spesial "Kopi Toraja" yg bisa dibanggakan dan menjadi salah satu ikon Kopi Indonesia di Mancanegara" kata Agus menambahkan
Untuk itu Agus berharap kepada semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, agar dapat menetapkan program secara terpadu untuk mendukung usaha agribisnis Kopi yg berkelanjutan sesuai tatanan perdagangan Internasional, baik yg berada pada tataran on farm maupun yg berada pd posisi di of farm.
Seminar ini dihadiri Dirjen Kerjasma ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, para kepala SKPD dan instansi terkait lingkup Prov Sulsel, dan para kepala SKPD yg membidangi perkebunan kabupaten.
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar