Siap Rintis Jalan Alternatif Perintis Tol
MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Kota Makassar harus melepaskan proyek
transportasi modern, busway diambil alih pemerintah provinsi pada 2012
mendatang. Ini dimungkinkan mengingat, dua koridor utama jalur busway,
Jl Urip Sumoharjo dan AP Pettarani, akan dialihkan menjadi tanggung
jawab pemerintah provinsi.
Walikota Ilham Arief Sirajuddin, mengakui, busway masih harus
menunggu rampungnya jalan nasional Urip dan AP Pettarani. Selanjutnya,
pemkot akan merintis proyek monorel di tahun 2012 nanti.
Rencananya, untuk jalur monorel, akan dibuka jalur alternatif
menghubungkan Jl Perintis Kemerdekaan ke jalan Tol Sutami. Proyek ini
diestimasi akan menghabiskan anggaran Rp 200 miliar.
"Kita anggap dengan adanya monorel ini masalah transportasi akan
teratasi. Kalau busway itu kemungkinan besar ditunda karena belum siap
infrastrukturnya," jelas Ilham, Rabu (20/7).
Menurutnya, busway menanggung biaya investasi sangat besar. Berbeda dengan monorel, investasinya besar tetapi costnya kecil.
"Apalagi sudah ada investor yang siap menaganinya. Tentu ya
penerapan monorel akan dilakukan kajian-kajian termasuk semua
kemungkinan dampak yang akan muncul. Seperti masalah perparkiran,
penentuan titik terminal dan lain-lain," terang Ilham.Ilham sendiri
telah melakukan rapat koordinasi membahas masalah ini dengan sejumlah
instansi terkait seperti Dishub Sulsel, Dinas Tata Ruang Sulsel, Dinas
Tata Ruang Kota Makassar, Dishub Makassar dan Dinas PU Makassar. Ilham
juga mengatakan, dalam rencana tata ruang kota Makassar, keberadaan
monorel sudah masuk dalam agenda. Hanya saja, belum dapat dilaksanakan.
Tetapi dengan adanya rencana pemerintah pusat dan investor yang akan
menangani, pemerintah kota tinggal melakukan kejian untuk meremuskan
seperti apa teknis pengoperasikan tranportasi ini.
Kadis Dinas Tata Ruang Provinsi Sulsel Syarif Burhanuddin,
mengatakan, penerapan konsep monorel akan disinergikan dengan kebutuhan
Mamminasata. Menurutnya, ini akan dikoodinasikan dengan kabupaten dan
daerah setempat.
"Saya kira dengan adanya monorel ini kedepan masalah transportasi
bisa teratasi. Dan mengenai soal hitung-hitungan kebutuhan biaya ini
tentu akan dikoordinasikan dengan pemkab masing-masing," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Ridwan Muhaddir,
mengatakan, guna mendukung monorel, akan dirintis sebuah jalan
alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Tol
Sutami.
"Jalan alternatif ini panjangnya kurang lebih 2 km. Dan akan mulai
dari Jl Perintis dekat Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang akan
tembus di Jl Tol Parangloe," paparnya. Estimasi anggaran menurut Ridwan,
mencapai Rp 200 miliar. Anggaran yang akan digunakan akan diusulkan ke
pusat melalui bantuan Departemen Keuangan," jelas Ridwan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar