Total Tayangan Halaman

Kamis, 21 Juli 2011

Busway Diambil Alih SYL, IAS Garap Monorel

Siap Rintis Jalan Alternatif Perintis Tol
MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Kota Makassar harus melepaskan proyek transportasi modern, busway diambil alih pemerintah provinsi pada 2012 mendatang. Ini dimungkinkan mengingat, dua koridor utama jalur busway, Jl Urip Sumoharjo dan AP Pettarani, akan dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.
Walikota Ilham Arief Sirajuddin, mengakui, busway masih harus menunggu rampungnya jalan nasional Urip dan AP Pettarani. Selanjutnya, pemkot akan merintis proyek monorel di tahun 2012 nanti.
Rencananya, untuk jalur monorel, akan dibuka jalur alternatif menghubungkan Jl Perintis Kemerdekaan ke jalan Tol Sutami. Proyek ini diestimasi akan menghabiskan anggaran Rp 200 miliar.
"Kita anggap dengan adanya monorel ini masalah transportasi akan teratasi. Kalau busway itu kemungkinan besar ditunda karena belum siap infrastrukturnya," jelas Ilham, Rabu (20/7).
Menurutnya, busway menanggung biaya investasi sangat besar. Berbeda dengan monorel, investasinya besar tetapi costnya kecil.
"Apalagi sudah ada investor yang siap menaganinya. Tentu ya penerapan monorel akan dilakukan kajian-kajian termasuk semua kemungkinan dampak yang akan muncul. Seperti masalah perparkiran, penentuan titik terminal dan lain-lain," terang Ilham.Ilham sendiri telah melakukan rapat koordinasi membahas masalah ini dengan sejumlah instansi terkait seperti Dishub Sulsel, Dinas Tata Ruang Sulsel, Dinas Tata Ruang Kota Makassar, Dishub Makassar dan Dinas PU Makassar. Ilham juga mengatakan, dalam rencana tata ruang kota Makassar, keberadaan monorel sudah masuk dalam agenda. Hanya saja, belum dapat dilaksanakan.
Tetapi dengan adanya rencana pemerintah pusat dan investor yang akan menangani, pemerintah kota tinggal melakukan kejian untuk meremuskan seperti apa teknis pengoperasikan tranportasi ini.
Kadis Dinas Tata Ruang Provinsi Sulsel Syarif Burhanuddin, mengatakan, penerapan konsep monorel akan disinergikan dengan kebutuhan Mamminasata. Menurutnya, ini akan dikoodinasikan dengan kabupaten dan daerah setempat.
"Saya kira dengan adanya monorel ini kedepan masalah transportasi bisa teratasi. Dan mengenai soal hitung-hitungan kebutuhan biaya ini tentu akan dikoordinasikan dengan pemkab masing-masing," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Ridwan Muhaddir, mengatakan, guna mendukung monorel, akan dirintis sebuah jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dengan Tol Sutami.
"Jalan alternatif ini panjangnya kurang lebih 2 km. Dan akan mulai dari Jl Perintis dekat Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang akan tembus di Jl Tol Parangloe," paparnya. Estimasi anggaran menurut Ridwan, mencapai Rp 200 miliar. Anggaran yang akan digunakan akan diusulkan ke pusat melalui bantuan Departemen Keuangan," jelas Ridwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar