MAKASSAR, FAJAR -- Bank
Sulsel harus lebih proaktif melakukan klasifikasi kebutuhan pembiayaan
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulsel. Itu untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi riil di Sulsel.
Imbauan tersebut diungkapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di
sela-sela Musyawarah Nasional IV Forum Komunikasi Dewan
Komisaris/Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia.
Menurut Syahrul, posisi bank daerah sangat penting untuk mendorong
pembangunan. Tugas bank daerah bukan hanya mencari laba atau keuntungan
(profit oriented), tetapi lebih jauh adalah merumuskan berbagai program
dan mencari potensi daerah untuk dikembangkan.
"Posisi bank daerah sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
daerah. Bank daerah harus sejalan dengan pemerintah dan merumuskan
strategi pengembangan potensi ekonomi di masyarakat, melalui
pembiayaan," kata Syahrul.
Khusus pada Bank Sulselbar, Syahrul sebagai pemegang saham pengendali
mengimbau agar mengambil peran di depan dalam pengembangan potensi
ekonomi masyarakat. "Saya mengimbau agar Bank Sulselbar menggagas
strategi dan produk perbankan yang inovatif untuk memudahkan pelaku
ekonomi. Dengan begitu Bank Sulselbar bisa mencapai cita-citanya sebagai
Regional Champion Bank," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra, mengatakan,
pihaknya terus berupaya menciptakan berbagai program yang berorientasi
pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program tersebut untuk
menjadikan Bank Sulselbar sebagai Regional Champion.
Menurut Ellong untuk menuju Regional Champion memang bukanlah hal yang
mudah. Salah satu yang menjadi kriteria penilaian adalah modal yang
dimiliki sebuah bank daerah harus mencapai Rp1 triliun.
"Saat ini modal yang dimiliki BPD Sulselbar baru Rp500 miliar. Sehingga
kita mesti mencari tambahan modal lagi hingga mencapai Rp1 triliun,"
ujar Ellong.
Salah satu sumber permodalan yang diharapkan menurut dia adalah dari
penyertaan saham. Namun pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak
kepada para pemegang saham, karena untuk penyertaan saham memang
memiliki aturan masing-masing. Diantaranya harus disetujui oleh DPRD
masing-masing provinsi, dan
Namun kata Ellong pihaknya cukup optimis pada 2014 nanti Bank Sulselbar
sudah menjadi Regional Champion. Salah satu upaya yang tengah dilakukan
adalah menggenjot permodalan, antara lain melalui kredit yang
disalurkan.
Tetapi hal yang juga penting dalam menuju Regional Champion tersebut,
adalah menyiapkan teknologi informasi (TI). Juga sumber daya manusia
(SDM) yang cukup memadai.
Namun demikian, Ellong, mengatakan, Regional Champoin, memang tidak
terlepas dari peran komisaris sebagai dewan pengawas, sebab direksi
hanya mengimplementasikan saja. Sehingga Munas IV Forum Komunikasi Dewan
Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia kali ini dinilai
sangat penting untuk membicarakan langkah-langkah Bank Sulselbar menuju
Regional Champion.
Munas IV Forum Komunikasi Dewan Komisaris Pengawas Bank Pembangunan
Daerah Seluruh Indonesia kali ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan
Bank Sulselbar sebagai tuan rumah. Pesertanya berasal dari 26 bank
daerah seluruh Indonesia. "Kita harapkan bank-bank daerah bersinergi
merumuskan berbagai program pemberdayaan ekonomi dengan motor penggerak
utama di daerah masing-masing," tandas Ellong. (id)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar