Total Tayangan Halaman

Jumat, 22 Juli 2011

Gubernur Minta Bank Sulselbar Lebih Proaktif

MAKASSAR, FAJAR -- Bank Sulsel harus lebih proaktif melakukan klasifikasi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulsel. Itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil di Sulsel.

Imbauan tersebut diungkapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di sela-sela Musyawarah Nasional IV Forum Komunikasi Dewan Komisaris/Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia.

Menurut Syahrul, posisi bank daerah sangat penting untuk mendorong pembangunan. Tugas bank daerah bukan hanya mencari laba atau keuntungan (profit oriented), tetapi lebih jauh adalah merumuskan berbagai program dan mencari potensi daerah untuk dikembangkan.

"Posisi bank daerah sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bank daerah harus sejalan dengan pemerintah dan merumuskan strategi pengembangan potensi ekonomi di masyarakat, melalui pembiayaan," kata Syahrul.

Khusus pada Bank Sulselbar, Syahrul sebagai pemegang saham pengendali mengimbau agar mengambil peran di depan dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat. "Saya mengimbau agar Bank Sulselbar menggagas strategi dan produk perbankan yang inovatif untuk memudahkan pelaku ekonomi. Dengan begitu Bank Sulselbar bisa mencapai cita-citanya sebagai Regional Champion Bank," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra, mengatakan, pihaknya terus berupaya menciptakan berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program tersebut untuk menjadikan Bank Sulselbar sebagai Regional Champion.

Menurut Ellong untuk menuju Regional Champion memang bukanlah hal yang mudah. Salah satu yang menjadi kriteria penilaian adalah modal yang dimiliki sebuah bank daerah harus mencapai Rp1 triliun.

"Saat ini modal yang dimiliki BPD Sulselbar baru Rp500 miliar. Sehingga kita mesti mencari tambahan modal lagi hingga mencapai Rp1 triliun," ujar Ellong.

Salah satu sumber permodalan yang diharapkan menurut dia adalah dari penyertaan saham. Namun pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak kepada para pemegang saham, karena untuk penyertaan saham memang memiliki aturan masing-masing. Diantaranya harus disetujui oleh DPRD masing-masing provinsi, dan

Namun kata Ellong pihaknya cukup optimis pada 2014 nanti Bank Sulselbar sudah menjadi Regional Champion. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah menggenjot permodalan, antara lain melalui kredit yang disalurkan.

Tetapi hal yang juga penting dalam menuju Regional Champion tersebut, adalah menyiapkan teknologi informasi (TI). Juga sumber daya manusia (SDM) yang cukup memadai.

Namun demikian, Ellong, mengatakan, Regional Champoin, memang tidak terlepas dari peran komisaris sebagai dewan pengawas, sebab direksi hanya mengimplementasikan saja. Sehingga Munas IV Forum Komunikasi Dewan Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia kali ini dinilai sangat penting untuk membicarakan langkah-langkah Bank Sulselbar menuju Regional Champion.

Munas IV Forum Komunikasi Dewan Komisaris Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia kali ini dilaksanakan di Kota Makassar dengan Bank Sulselbar sebagai tuan rumah. Pesertanya berasal dari 26 bank daerah seluruh Indonesia. "Kita harapkan bank-bank daerah bersinergi merumuskan berbagai program pemberdayaan ekonomi  dengan motor penggerak utama di daerah masing-masing," tandas Ellong. (id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar