Total Tayangan Halaman

Sabtu, 02 Juli 2011

Sulsel Suplai Satu Ton Ikan ke DKI Jakarta

Tribun Jakarta - Sabtu, 2 Juli 2011 13:34 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com / Husein  Sanusi

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTAJakarta, - Provinsi Sulawesi Selatan kembali memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan berskala nasional. Hal ini ditandai dengan adanya pengiriman satu ton ikan ke Provinsi DKI Jakarta.

Suplai satu ton ikan ini adalah bentuk kerjasama antara Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Fadhel Muhammad dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang diwakili Asisten Satu Pemprov DKI Jakarta, Sylviana.

Sumber : http://jakarta.tribunnews.com
 
  "Kegiatan pengiriman ikan antar provinsi ini harus dilihat sebagai bentuk sikap dan komitmen kuat pemerintah dan swasta dalam menciptakan kemandirian pangan termasuk kesatuan antar provinsi dalam penyediaan protein hewani," kata Fadhel saat menerima suplai satu ton ikan dari Sulsel untuk DKI Jakarta di Balai Besar Karantina Ikan Soekarna Hatta, Jakarta, Kamis (1/7).

Pengiriman ikan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini akan langsung diterima pengusaha ikan DKI Jakarta untuk langsung didistribusikan ke pasar-pasar yang ada di Jakarta.

 "Kegiatan ini adalah awal yang harus diapresiasi serta terus ditingkatkan sehingga volume impor ikan dapat ditekan dan lebih mendorong meningkatnya pengiriman bahan pangan antar provinsi terutama ikan sehingga bisa tercipta kemandirian pangan di Indonesia," ujar Fadhel.

 Selanjutnya mantan gubernur Gorontalo itu menyebut alasan dipilihnya Sulsel sebagai penyuplai pertama ke DKI." Sulsel itu gerbang indonesia timur, hasil laut, ternak dan sayur mayurnya sangat melimpah. Tapi selanjutnya kami akan bekerjasama dengan daerah-daerah lain melakukan hal yang sama," kata Fadhel.

Fadhel juga mengungkapkan tujuan utama penyupalain ikan, daging sapi dan sayur mayur ke Jakarta ini untuk menekan angka impor yang makin hari makin meningkat."Bila semua daerah mampu bersinergi maka kita takkan butuh barang-barang impor dari luar negeri. Negeri kita ini sudah sangat kaya raya," katanya.

Sementara Syahrul dalam sambutannya mengungkapkan kekayaan alam Sulsel yang bila dieksplore dengan maksimal akan sangat memberikan manfaat besar bagi pembangunan ekonomi baik lokal maupun nasional.

 "Kita tidak perlu ragu dengan embargo dari siapa saja. Kalau tidak ada daging kita makan ikan, di Makassar banyak sekali ikan, negara ini kaya raya, cuma kita butuh demokrasi yang aman dan jangan demo terus seperti yang sering terjadi di Makassar," kata Syahrul berkelakar sambil disambut tawa para hadirin.

 Syahrul menyatakan kegiatan ini adalah bentuk support pemerintahan Sulsel terhadapa Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pengiriman ikan ke Jakarta dinilai sangat tepat karena akan menguntungkan kedua belah pihak.
   
 "Jakarta adalah market yang sangat besar dan Sulsel adalah penghasil ikan, daging dan sayur mayur yang besar. Ini akan jadi kerjasama menguntungkan bila kami mampu bersinergi. Usaha mediasi yang dilakukan KKP diharapkan bisa jadi power besar buat Indonesia," katanya.

 Menurut Syahrul, Sulsel saat ini memiliki satu juta ekor sapi yang bisa disiapkan untuk memenuhi kebutuhan daging daerah Jakarta dan sekitarnya. Sebagaimana diketahui, Jakarta kehabisan stok daging pascapenghentian impor daging sapi dari Australia.
 
 "Kami juga memiliki ikan Tuna kami sebanyak 60 ribu ton, udang 32 ton, produksi itu akan terus meningkat karena semua perangkat pemerintahan di dinas dinas terkait bekerja optimal, berjangka dan selalu dievaluasi," katanya.

Syahrul juga berharap semua pihak bisa mengubah paradigma pembangunan Indonesia yang selama ini lebih tersentral di Jakarta."Kami harus fokus ke sektor kemeritiman, Indonesia tdk bisa dibangun hanya dari jakarta mari kita ubah paradigma itu, mari kita bagi pembangunan ini secara merata. Pemerintah disini tidak berdagang tapi tujuannya rakyat harus merasakan Rahmatan Lil Alamin," katanya.
    
Sementara Sylviana menyambut positif kegiatan ini. Ia menjelaskan kebutuhan ikan DKI Jakarta mencapai 249 ribu ton pertahun. Sementara DKI Jakarta hanya bisa menghasilkan 121 ribu ton pertahun.
    
"Itu makanya kita butuh dari daerah –daerah  lain. Ini langkah yang sangat strategis untuk menyetop impor ikan yang selama ini mencapai 70 ribu ton pertahun. Kalau semua gubernur seperti pak Syahrul maka amanlah negeri ini," kata Sylviana.

Untuk memperlancar suplai ikan dan daging ke DKI Jakarta, Pemprov Sulsel menunjuk CV Awamindo Mandiri dan CV Anugerah Bintang Cemerlang Sulsel sebagai suplier. Sementara Pemprov DKI Jakarta menyerahkan pengelolaan kiriman ikan kepada Koperasi perikanan Umira dan PT Dua Mitra Perkasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar