MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengaku, dirinya
tidak sok jago. Itu diungkapkan saat memberi sambutan dalam acar
pembukaan Musyawarah Nasional (munas) IV Forum Komunikasi Dewan
Komisaris/Pengawas Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia di Jasmine
Hall Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (21/7).
"Maaf Saya mau sharing, bukan sok jago, tapi Saya ingin Sulsel ini lebih baik. BPD harus berfungsi lebih baik, maaf kalau saya terlalu jauh intervensi BPD. Saya banyak belajar dari Amerika dan Kanada. Kalau BI dan BPD bisa berjalan dengan baik maka konsep good corporate bisa jalan dengan baik," paparnya.
Di hadapan dewan Komisaris/Pengawas BPD Seluruh Indonesia, Syahrul menyampaikan kinerjanya selaku gubernur yang penuh komitmen dan kooperatif, "Saya dengan pak Mualim ada integrasi. Tiap tahun saya cek kontrak kerja dengan sekda, kalau tidak bagus saya mundur," tambah Syahrul.
Terkait gagasannya kepada BPD agar mampu mem-back up usaha masyarakat daerah dan perbankan juga tidak hanya sebagai profit oriented, tapi sekaligus sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat.
"Yang menentukan dalam pembangunan daerah adalah energi permodalan. BPD adalah bank yang berbau daerah dan tentu saja BPD mampu bersama-sama pemerintah daerah dalam menemukan apa yang menjadi kebutuhan daerah," kuncinya.(*)
"Maaf Saya mau sharing, bukan sok jago, tapi Saya ingin Sulsel ini lebih baik. BPD harus berfungsi lebih baik, maaf kalau saya terlalu jauh intervensi BPD. Saya banyak belajar dari Amerika dan Kanada. Kalau BI dan BPD bisa berjalan dengan baik maka konsep good corporate bisa jalan dengan baik," paparnya.
Di hadapan dewan Komisaris/Pengawas BPD Seluruh Indonesia, Syahrul menyampaikan kinerjanya selaku gubernur yang penuh komitmen dan kooperatif, "Saya dengan pak Mualim ada integrasi. Tiap tahun saya cek kontrak kerja dengan sekda, kalau tidak bagus saya mundur," tambah Syahrul.
Terkait gagasannya kepada BPD agar mampu mem-back up usaha masyarakat daerah dan perbankan juga tidak hanya sebagai profit oriented, tapi sekaligus sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat.
"Yang menentukan dalam pembangunan daerah adalah energi permodalan. BPD adalah bank yang berbau daerah dan tentu saja BPD mampu bersama-sama pemerintah daerah dalam menemukan apa yang menjadi kebutuhan daerah," kuncinya.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar