Tribun Timur - Jumat, 29 Juli 2011 22:22 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kedutaan Besar Taiwan untuk Indonesia
mempertemukan perusahaan raksasa baja dari negara tersebut dengan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjajaki pembangunan
industri di Kabupaten Luwu.
Duta Besar Taiwan untuk Indonesia Andrew Hsia di Makassar, Jumat, usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, United Group adalah perusahaan baja terbaik dan terbesar dari Taiwan yang berencana melakukan investasi di Sulsel.
"Ini merupakan kunjungan pertama dan dipastikan perusahaan pengolahan mineral baja tersebut akan kembali untuk melakukan penjajakan berikutnya," katanya.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Amal Natsir yang mendampingi gubernur dalam pertemuan, mengatakan, United Group berencana membangun industri baja dengan total nilai investasi sebesar 210 juta dolar Amerika.
Pemprov mengarahkan pembangunan industri tersebut dilakukan di Soroako, Kabupaten Luwu Timur dimana PT Internasional Nickel Indonesia Tbk (Inco) beroperasi.
"Kapasitas produksi perusahaan ini mencapai dua juta ton di Taiwan dan satu juta ton di Vietnam. Calon investor ini serius karena tidak menjual bahan baku tapi menggunakannya," jelasnya.
Ia menambahkan, rencana investasi perusahaan tersebut di Sulsel sangat tepat karena produksi nikel Inco per tahun mencapai 1,4 juta ton.
"Kita harapkan mereka membuat tim kecil di sini sebagai perwakilan untuk memudahkan koordinasi. Mereka akan kembali pekan depan," katanya.(*/tribun-tiur.com)
Duta Besar Taiwan untuk Indonesia Andrew Hsia di Makassar, Jumat, usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, United Group adalah perusahaan baja terbaik dan terbesar dari Taiwan yang berencana melakukan investasi di Sulsel.
"Ini merupakan kunjungan pertama dan dipastikan perusahaan pengolahan mineral baja tersebut akan kembali untuk melakukan penjajakan berikutnya," katanya.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Amal Natsir yang mendampingi gubernur dalam pertemuan, mengatakan, United Group berencana membangun industri baja dengan total nilai investasi sebesar 210 juta dolar Amerika.
Pemprov mengarahkan pembangunan industri tersebut dilakukan di Soroako, Kabupaten Luwu Timur dimana PT Internasional Nickel Indonesia Tbk (Inco) beroperasi.
"Kapasitas produksi perusahaan ini mencapai dua juta ton di Taiwan dan satu juta ton di Vietnam. Calon investor ini serius karena tidak menjual bahan baku tapi menggunakannya," jelasnya.
Ia menambahkan, rencana investasi perusahaan tersebut di Sulsel sangat tepat karena produksi nikel Inco per tahun mencapai 1,4 juta ton.
"Kita harapkan mereka membuat tim kecil di sini sebagai perwakilan untuk memudahkan koordinasi. Mereka akan kembali pekan depan," katanya.(*/tribun-tiur.com)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar