Total Tayangan Halaman

Jumat, 15 Juli 2011

Wagub: Bibit Padi Selalu Terlambat Swasembada Beras Prestasi Fantastis

MAKASSAR, UPEKS—Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengaku akan melapor ke pusat terkait distribusi bibit padi di beberapa daerah di Sulsel yang sering terlambat.
Sebab, musim tanam memiliki waktu tertentu. Sehingga jika terlambat akan mengakibatkan kerugian di kalangan petani.
“Hal ini disebabkan oleh pengelolaan yang langsung ditangani pusat. Untuk menghindari terjadinya kerugian petani, kami akan melapor ke pusat,” kata Agus Arifin Nu’man, Rabu (13/7). Selain itu, untuk mendukung swasembada beras.
Saat ini, Pemprov Sulsel terus mendukung program pencapaian 2 juta ton beras 2013. Salah satu bentuk dukungan tersebut melalui program pemberian Bantuan Langsung Pupuk (BLP) langsung kepada petani. Pemberian BLP ini juga merupakan apresiasi Pemprov Sulsel dalam pengembangan pupuk organik.
Baru- baru ini, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’man menyerahkan BLP kepada perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Aula Rujab Bupati Soppeng. Saat menyerahkan, Agus didampingi Bupati Soppeng H A Soetomo dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lufty Halide.
Jumlah BLP yang diserahkan dalam rangka mendukung program surplus 2 juta ton beras kepada petani di Kabupaten Soppeng sebanyak 944 ton jenis pupuk PNK, dan untuk jenis pupuk organik granul sebanyak 988 ton, atau senilai Rp8,1 Miliar.
Wagub mengatakan bahwa peranan Sulsel terhadap perberasan secara nasional cukup besar, karena surplus beras secara nasional hanya 4,4 juta ton. Sementara 2 juta ton diantaranya adalah pasokan dari Sulsel. “Ada daerah lain yang memproduksi beras lebih banyak, tapi hanya untuk dikonsumsi masyarakat di daerahnya sendiri. Berbeda dengan Sulsel yang mampu memasok beras ke daerah lain. Jadi tdk heran kalau pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap pertanian di Sulsel,” kata Agus Arifin Nu’man.
Agus juga menilai bahwa program surplus 2 juta ton sudah tercapai, dengan asumsi tahun 2010, Sulsel mampu memproduksi gabah kering 4.382.442 ton. “Jadi kalau jumlah tersebut kemudian dikurangi dengan jumlah konsumsi masyarakat Sulsel, maka program surplus beras tersebut sudah tercapai,” tambah Agus.
Menanggapi pertanyaan wartawan, target tersebut sudah tercapai sebelum tahun 2013, mantan Ketua DPRD Sulsel itu menambahkan, bahwa capaian surplus 2 juta ton beras merupakan suatu keberhasilan yang fantastis. Sebab, program tersebut adalah program 5 tahun Pemprov Sulsel. Namun, target tersebut sudah tercapai hanya di tahun ke 3. Saat ini Sulsel sudah mampu mencapai surplus 2 juta ton beras.
Pada kesempatan itu Wagub menyempatkan diri berdialog dengan petani. Dari diskusi tersebut, petani menyampaikan berbagai keluhannya. Seperti terlambatnya pendistribusian bibit yg dilakukan oleh pihak Sangiaseri dan Pertani. Menanggapi hal itu wagub berjanji akan membantu mengatasi keluhan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar