MAKASSAR, UPEKS—Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengaku akan
melapor ke pusat terkait distribusi bibit padi di beberapa daerah di
Sulsel yang sering terlambat.
Sebab, musim tanam memiliki waktu tertentu. Sehingga jika terlambat akan mengakibatkan kerugian di kalangan petani.
“Hal ini disebabkan oleh pengelolaan yang langsung ditangani pusat.
Untuk menghindari terjadinya kerugian petani, kami akan melapor ke
pusat,” kata Agus Arifin Nu’man, Rabu (13/7). Selain itu, untuk
mendukung swasembada beras.
Saat ini, Pemprov Sulsel terus mendukung program pencapaian 2 juta
ton beras 2013. Salah satu bentuk dukungan tersebut melalui program
pemberian Bantuan Langsung Pupuk (BLP) langsung kepada petani. Pemberian
BLP ini juga merupakan apresiasi Pemprov Sulsel dalam pengembangan
pupuk organik.
Baru- baru ini, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’man menyerahkan BLP
kepada perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Aula Rujab Bupati
Soppeng. Saat menyerahkan, Agus didampingi Bupati Soppeng H A Soetomo
dan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel Lufty Halide.
Jumlah BLP yang diserahkan dalam rangka mendukung program surplus 2
juta ton beras kepada petani di Kabupaten Soppeng sebanyak 944 ton jenis
pupuk PNK, dan untuk jenis pupuk organik granul sebanyak 988 ton, atau
senilai Rp8,1 Miliar.
Wagub mengatakan bahwa peranan Sulsel terhadap perberasan secara
nasional cukup besar, karena surplus beras secara nasional hanya 4,4
juta ton. Sementara 2 juta ton diantaranya adalah pasokan dari Sulsel.
“Ada daerah lain yang memproduksi beras lebih banyak, tapi hanya untuk
dikonsumsi masyarakat di daerahnya sendiri. Berbeda dengan Sulsel yang
mampu memasok beras ke daerah lain. Jadi tdk heran kalau pemerintah
pusat menaruh perhatian besar terhadap pertanian di Sulsel,” kata Agus
Arifin Nu’man.
Agus juga menilai bahwa program surplus 2 juta ton sudah tercapai,
dengan asumsi tahun 2010, Sulsel mampu memproduksi gabah kering
4.382.442 ton. “Jadi kalau jumlah tersebut kemudian dikurangi dengan
jumlah konsumsi masyarakat Sulsel, maka program surplus beras tersebut
sudah tercapai,” tambah Agus.
Menanggapi pertanyaan wartawan, target tersebut sudah tercapai
sebelum tahun 2013, mantan Ketua DPRD Sulsel itu menambahkan, bahwa
capaian surplus 2 juta ton beras merupakan suatu keberhasilan yang
fantastis. Sebab, program tersebut adalah program 5 tahun Pemprov
Sulsel. Namun, target tersebut sudah tercapai hanya di tahun ke 3. Saat
ini Sulsel sudah mampu mencapai surplus 2 juta ton beras.
Pada kesempatan itu Wagub menyempatkan diri berdialog dengan petani.
Dari diskusi tersebut, petani menyampaikan berbagai keluhannya. Seperti
terlambatnya pendistribusian bibit yg dilakukan oleh pihak Sangiaseri
dan Pertani. Menanggapi hal itu wagub berjanji akan membantu mengatasi
keluhan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar