Total Tayangan Halaman

Minggu, 07 Agustus 2011

Syahrul: Revitalisasi Rotterdam Jangan Dipolitisasi


Sunday, 07 August 2011
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengharapkan tidak terjadi politisasi dalam proses revitalisasi kawasan cagar budaya Benteng Rotterdam, seperti pernah terjadi pada proses pembangunan Gowa Discovery Park di dekat kawasan Benteng Somba Opu.


“Harapan saya kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3),sekecil apa pun jangan ada yang menyimpang dari aturan dan norma.Ini arkeologi. Ini kebanggaan.Saya tidak mau dipolitisasi seperti yang terjadi diBentengSombaOpu,”katanya di Makassar,kemarin. Pemerintah hanya ingin melakukan perbaikan-perbaikan terhadap bentuk warisan sejarah yang dimiliki agar tidak punah dan hilang.“Kalau tidak diperbaiki, besok akan punah dan hilanglah kebanggaan. Yang harus kami lakukan adalah mengkreasikan,bahkan harus membuatkan daya tarik,” katanya.

Begitu pula dengan Tana Toraja, pemerintah daerah akan mencari dana sekitar Rp700 miliar untuk fokus membangun kembali dunia pariwisata di daerah tersebut dan menarik belasan juta wisatawan dari Singapura dan Malaysia. “Bayangkan mereka sudah belasan juta, sementara kami baru puluhan ribu. Kita harus berkreasi membocorkan itu, termasuk dari Bali. Pulaupulau harus ditata,harus dicari daya tariknya. Salah satu magnet yang tidak ada di Bali adalah Benteng Rotterdam.

Mari kita bangun,”ujarnya. Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel tidak berhenti berkreasi dan berimajinasi. “Orang tidak datang ke Makassar kalau segala sesuatunya tidak siap dan itu harus diperbaiki terus,”ungkapnya. Dia mengharapkan dukungan semua pihak terhadap proses revitalisasi Benteng Rotterdam. “Ini tanggung jawab masa depan dan ini harus berlanjut terus,”katanya. Benteng Rotterdam adalah jimat dan kekuatan Sulsel ditinjau dari segi apa pun.

Dengan uang sebanyak apa pun, uang yang dimiliki tidak akan bisa membuat yang seperti ini. “Makanya jangan ada yang hancurkan. Kita yang harus perbaiki,”ujarnya. Sementara itu, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar akan memulai kegiatan ekskavasi lahan di sisi kiri Benteng Rotterdam yang merupakan eks Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulsel. Kegiatan ini untuk melihat kemungkinan terdapatnya peninggalan- peninggalan arkeologi.

Ketua BP3 Makassar Muhammad Said mengatakan,kegiatan ekskavasi akan dilakukan bersama mahasiswa arkeologi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan mahasiswa sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM). Benteng Rotterdam merupakan cagar budaya dan situs yang dilindungi undang-undang. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lahan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan fisik lainnya. “Ekskavasi akan dilakukan selama dua pekan di sini,” katanya pada pelaksanaan revitalisasi lanjutan Benteng Rotterdam, di Makassar,kemarin.

Ketua Panitia Pelaksana Revitalisasi Benteng Rotterdam Syarif Burhanuddin menjelaskan, semua yang ada di bahu Jalan Slamet Riyadi atau sebelah kiri benteng akan dikosongkan sehingga menjadi satu kesatuan dengan taman. Pembatas taman dengan benteng adalah sebuah kanal selebar 20 meter yang dilengkapi sebuah jembatan kayu sebagai sarana penyeberangan. Perencanaan awal revitalisasi Benteng Rotterdam untuk dikembalikan ke wujud aslinya dilakukan mulai 2009.

Revitalisasi ini menggunakan APBD 2009 sebesar Rp150 juta ditambah Rp12 miliar untuk pembongkaran kantor Disperindag. Selain itu,anggaran APBN 2010 membuat rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL). Kemudian dilanjutkan merevitalisasi bangunan di bagian dalam benteng tahap pertama menggunakan anggaran Rp10 miliar. Selain itu, tahap kedua pada 2011 dengan anggaran Rp27 miliar dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar). ● ant 
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar