Total Tayangan Halaman

Senin, 15 Agustus 2011

Syahrul Terancam Batal Pimpin Upacara




Monday, 15 August 2011
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terancam batal menjadi inspektur upacara (irup) Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, pada Rabu (17/8) mendatang.

Pasalnya, Syahrul harus menghadiri upacara HUT Kemerdekaan di Istana Merdeka Jakarta, sekaligus menerima penghargaan Prasamya Karya Bakti Praja Nugraha dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan Prasamya Karya Bakti Praja Nugraha diberikan kepada Gubernur atas dinobatkannya Sulsel sebagai provinsi terbaik kedua se-Indonesia dalam kinernja penyelenggaraan pemerintahan pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XV di Kantor Wali Kota Bogor, pertengahan 2011 lalu.

“Upacara 17 Agustus di Makassar kemungkinan bukan saya yang memimpin. Saya serahkan ke Wagub (Agus Arifin Nu’mang) karena saat bersamaan saya harus di Jakarta menerima Prasamya Karya Bakti Praja Nugraha dari Bapak SBY,” ujar Syahrul,kemarin. Meski demikian, Syahrul mengaku telah meminta izin kepada Sekretaris Militer (Sekmil) Kepresidenan untuk bisa tetap memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di Sulsel yang dipusatkandiRujabGubernurSulsel.

“Tapi saya sudah menawar kemarin ke Sekmil,boleh tidak saya diwakilkan menerima penghargaan ini. Sampai sekarang belum ada jawabannya,” jelas dia. Sementara itu,Ketua Panitia HUT RI ke-66 Tingkat Pemprov Sulsel Yaksan Hamzah mengungkapkan, pihaknya mempersiapkan 2.500 undangan untuk tokoh agama,tokoh ormas,tokoh politik,tokohpemerintahan,dan tokoh masyarakat untuk hadir pada upacara tersebut.

Yaksan yang juga Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel ini menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah siap menggelar upacara. Selain itu,kegiatannya HUT RI ini juga diisi denga buka puasa bersama serta malam pentas kesenian. “Kami sudah siapkan 2.500 undangan dan sudah kami sebar sejak sepekan lalu,” ujar Yaksan kemarin. wahyudi 
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar