Total Tayangan Halaman

Sabtu, 01 Januari 2011

Gubernur Capek Hadapi Tindak Kekerasan di Makassar

Laporan: Antara
Tribun Timur/Abbas Sandji

Sabtu, 1 Januari 2011 | 20:49 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengaku capek menghadapi aksi anarkis yang sering terjadi antara mahasiswa dan polisi di Makassar selama tahun 2010 lalu. Kepada mahasiswa, Syahrul menghimbau agar di tahun 2011 ini, tidak lagi terlibat aksi anarkis dengan polisi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.
Hal itu disampaikan Syahrul saat berpidato di hadapan peserta dzikir bersama di awal tahun 2011. Dzikir berlangsung di halaman rumah dinas Gubernur Sulsel Jl Sungai Tangka, Makassar, sabtu (1/1/2011).

Dalam acara itu, hadir pula 900 anak panti asuhan, pejabat Pemprov Sulsel. dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Syahrul juga mengajak kepada semua pihak, untuk  melupakan dendam dan kebencian sebagai hal-hal buruk yang dirasakannya pada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya capek hadapi itu semua. Orang-orang mempertentangkan berbagai hal, tidak memberikan jalan yang baik. Bagaimana anak kita ingin bekerja kalau baku lempar dengan polisi," katanya.
    
Sementara itu, Kepala Bagian Agama Biro Mental dan Spiritual Pemprov Sulsel Suherman mengatakan dzikir yang dipimpin pimpinan Pondok Pesantren Al Qodiri Jember, Jawa Timur, KH Achmad Muzzaki
tersebut sekaligus memperingati 999 hari kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel.

Dzikir dan tausyiah yang berlangsung sekitar dua jam itu dirangkai dengan penyerahan santunan kepada 999 anak panti asuhan di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.(*)

Sumber : http://www.komisikepolisianindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar