Total Tayangan Halaman

Jumat, 28 Januari 2011

Gubernur Kumpul Bupati Se-Sulsel 31 Januari

Jumat, 28 Januari 2011 | 13:13 WITA
 
Makassar, Tribun - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan mengumpulkan 24 bupati dan wali kota se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (31/1).
Ini menjadi pertemuan "massal" perdana Ketua Golkar Sulsel ini di awal tahun bersama seluruh kepala daerah beserta jajaran pejabat musyawarah pimpinan daerah (muspida).
Terakhir, Gubernur bertatap muka dengan seluruh bupati dan wali kota saat penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2011 di Tana Toraja, Desember 2010.
Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur dan Kepala Daerah se-Sulsel juga diikuti Ketua DPRD Moh Roem, Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amri, Danlantamal, dan Kajati Sulselbar Burhanuddin.
"Tadi (kemarin) membahas persiapan rapat koordinasi gubernur dengan para bupati. Pembicaraan Pak Gubernur akan fokus untuk membicarakan kondisi ekonomi di Sulsel," kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Sulsel, Tan Malaka  Guntur, di Makassar, Kamis (27/1).
Tan Malaka, mengatakan, rakerda kepala daerah se-Sulsel ini sekaligus menjadi rapat evaluasi capaian tahun 2010 diberbagai sektor dan penyampaian informasi rencana program tahun 2011.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel tetap fokus pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pendidikan dan kesehatan gratis di tahun ini.
Selain itu, penambahan nilai berbagai sektor unggulan di daerah ini seperti pertanian, perkebunan, sampai perikanan dan kelautan, untuk memasuki era agrobisnis dan agroindustri.
Hal lain yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pertanian melalui pembangunan sylo dryer ditiap daerah. Gubernur Syahrul dalam penyampaian LKPJ, menjelaskan, pihaknya secara bertahap akan berupaya membenahi seluruh sarana infrastruktur seperti jalan.
"Ada target peningkatan sejumlah sektor di tahun ini. Pertanian, misalnya, memasuki era agro industri. Tahap pembangunan infrastruktur sesuai harapan Pak Gubernur berupaya semua sarana infrastruktur seperti jalan semakin ditingkatkan kualitasnya untuk menunjang arus ekonomi masyarakat," jelas pria asal Jeneponto ini. Tak hanya itu, Sulsel juga berkeinginan menjadikan Sulsel sebagai pusat pelayanan di kawasan timur Indonesia dengan Makassar sebagai pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Sebelumnya, Syahrul, mengatakan, pihaknya secara khusus akan membahas langkah-langkah untuk peningkatan nilai tambah dan peningkatan harga komoditi pertanian, perkebunan, hingga perikanan dan kelautan, bersama seluruh bupati dan wali kota. "Nilai komoditas pertanian harus memiliki nilai tambah minimal Rp 50 per kilogram (kg) untuk membantu petani kita.  Jika nilai tambah tersebut dicapai dikalikan dengan produksi beras kita hingga tiga juta ton, nilai tambah yang diperoleh mencapai lebih Rp100 miliar," ujar mantan Bupati Gowa dua periode ini.(axa)

Pindah Rapat ke Kantor SKPD
DALAM dua pekan terakhir ini, Syahrul, sibuk mengumpulkan jajaran kepala dinas, kepala badan, pejabat, bahkan pegawai disetiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Rapat dan silaturahmi tersebut dilakukan bergiliran dan berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya.
"Safari" perdana Syahrul berawal di kantor dinas Pertanian dan Holtikultura Sulsel, Jl Amirullah, Makassar 19 Januari lalu, yang diikuti pejabat dan aparatur pemerintahan lingkup dinas pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan perikanan, serta badan ketahanan pangan.
Pertemuan kembali berlanjut ke kantor Badan Pengembangan SDM Aparatur (BPSDMA) serta silaturahmi dengan pimpinan dan pegawai lingkup dinas sosial, dinas pertambangan dan ESDM, dinas koperasi dan UKM di aula kantor dinas pertambangan dan ESDM, Jl AP Pettarani. Kemarin, Syahrul juga memilih memimpin pertemuan dengan jajaran pejabat di kantor Bappeda Sulsel, kompleks kantor Gubernur atau hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasinya berkantor.(axa)
fokus program 2011:
* Upaya pengentasan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (pendidikan-kesehatan gratis)
* Penambahan nilai dan harga komoditi unggulan seperti pertanian, perkebunan, sampai perikanan dan kelautan, untuk memasuki era agrobisnis dan agroindustri
* Pembangunan sylo dryer di 24 kabupaten/ kota
* Perbaikan dan pembangunan infrastruktur seperti jalan
* Pusat pelayanan di kawasan timur Indonesia dengan Makassar sebagai pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Sumber : http://202.146.4.121

Tidak ada komentar:

Posting Komentar