Senin, 24 Januari 2011 | 53 HITS
Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulsel
Syahrul Yasin Limpo mengatakan akan mengevaluasi target peningkatan
harga komoditas Rp50 per kilogram pada Maret, 2011.
"Maret di lihat, mungkin apa tidak dijalankan, tidak gampang. Tapi, targetnya berlaku tahun ini," ujarnya.
Sebelumnya, ia menargetkan kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat daerah lingkup pertanian, untuk memikirkan untuk meningkatkan harga komoditas minimal Rp50 per kilogram.
Langkah untuk memperoleh nilai tambah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penambahan program atau peningkatan pendapatan rakyat.
Tidak hanya memberikan target, ia juga bahkan mengingatkan kemungkinan penggantian kepala dinas terkait jika tidak mampu mencapai target tersebut.
Dengan target peningkatan harga tersebut, katanya, nilai pendapatan dapat meningkat hingga dua kali lipat.
"Beras bisa mencapai Rp10 triliun, jagung Rp3 triliun. Semua komoditas termasuk rumput laut, misalnya di Bantaeng dengan produksi rumput lautnya sebanyak 7000 ton bisa menghasilkan Rp300 miiliar. Kalau setiap bupati bisa menaikan itu sangat besar untuk petani, jadi pikirkan itu," jelasnya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh nilai tambah antara lain menurunkan kadar air pada beras, kakao minimal harus fermentasi serta tidak ada komoditas yang boleh dijual sebelum masuk pangkalan.
"Maret di lihat, mungkin apa tidak dijalankan, tidak gampang. Tapi, targetnya berlaku tahun ini," ujarnya.
Sebelumnya, ia menargetkan kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat daerah lingkup pertanian, untuk memikirkan untuk meningkatkan harga komoditas minimal Rp50 per kilogram.
Langkah untuk memperoleh nilai tambah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penambahan program atau peningkatan pendapatan rakyat.
Tidak hanya memberikan target, ia juga bahkan mengingatkan kemungkinan penggantian kepala dinas terkait jika tidak mampu mencapai target tersebut.
Dengan target peningkatan harga tersebut, katanya, nilai pendapatan dapat meningkat hingga dua kali lipat.
"Beras bisa mencapai Rp10 triliun, jagung Rp3 triliun. Semua komoditas termasuk rumput laut, misalnya di Bantaeng dengan produksi rumput lautnya sebanyak 7000 ton bisa menghasilkan Rp300 miiliar. Kalau setiap bupati bisa menaikan itu sangat besar untuk petani, jadi pikirkan itu," jelasnya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh nilai tambah antara lain menurunkan kadar air pada beras, kakao minimal harus fermentasi serta tidak ada komoditas yang boleh dijual sebelum masuk pangkalan.
Sumber : http://www.kumkm-sulsel.info
Tidak ada komentar:
Posting Komentar