Kamis, 17 Februari 2011
MAKASSAR, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan akan mengirimkan rekomendasi hasil seminar wacana pemindahan ibu
kota negara ke Makassar kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis
(17/2/2011).
"Rekomendasi seminar adalah menyepakati Makassar
cocok dijadikan ibu kota negara. Jakarta tetap ibu kota negara dan
Makassar pusat pemerintahan," kata Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan
(Sulsel) Andi Muallim.
Rekomendasi tersebut menjadi usulan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan akan diteruskan kepada
Presiden. "Dasarnya adalah hasil seminar para intelektual. Mudah-mudahan
Presiden membacanya. Kami kirimkan hari ini," katanya.
Jika ada lampu hijau dari Presiden terhadap rekomendasi tersebut, Pemprov Sulsel akan memberikan usulan-usulan lanjutan.
Pemprov
Sulsel melalui Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel menggelar seminar
nasional "Ibu Kota Negara, Harapan dan Tantangan" terkait dengan wacana
pemindahan ibu kota negara di Makassar, Senin (24/1/2011).
Pada
seminar tersebut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan,
daerahnya siap menjadi alternatif dari wacana pemindahan ibu kota
Indonesia dari Jakarta.
Dilihat dari sisi politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, dan keamanan, Sulsel sangat memenuhi syarat untuk wacana tersebut.
Alternatif
yang dapat diambil sebagai saran adalah memindahkan beberapa
kementerian, seperti kelautan dan perikanan serta pertanian atau
kementerian-kementerian lain yang sangat terkait dengan kawasan timur
Indonesia.
Ia mengharapkan tidak ada pihak-pihak yang alergi untuk
membicarakan wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta dengan
mengembangkan paradigma lama bahwa ibu kota harus dipatok di Jakarta
atau tidak boleh keluar dari Pulau Jawa.
Sumber : http://regional.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar