Selasa, 08-02-2011
"SULSEL HARUS MENJADI DAERAH TERKEMUKA DI
INDONESIA"
- Dalam periode Anda dan Pak Syahrul, ada visi Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan 2008 – 2013 yaitu menjadikan Sulsel sebagai provinsi sepuluh terbaik dalam pelayanan hak dasar. Bagaimana progres dari upaya pencapaian visi tersebut?
+ Pelayanan hak dasar kepada masyarakat itu adalah tugas pokok pemerintahan. Jadi tugas pokok kami selaku pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena pelayanan itulah yang akan bermuara kepada hadirnya kemajuan-kemajuan dan pembangunan yang ada, serta hidupnya suasana partisipatif dalam masyarakat untuk sama-sama bertanggung-jawab mengakselerasi seluruh pikiran dan kreativitas yang inovatif, dengan menghadirkan suasana yang aman, damai, sejahtera dan tenteram. Oleh karena itu pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat antara lain, terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangan yang semakin baik, artinya tidak ada lagi rakyat yang mati karena kelaparan. Yang kedua, hadirnya pendidikan yang secara maksimal bisa meningkatkan kualitas SDM masyarakat dan mencerdaskan masyarakat. Ketiga, hadirnya kesehatan yang baik dan memadai bagi masyarakat. Yang keempat, hadirnya terbukanya lapangan kerja dan perbaikan taraf ekonomi masyarakat. Kelima, keamanan yang baik dan lain sebagainya seperti tersedianya air bersih, listrik, jalanan yang baik dan seterusnya.
Oleh karena itu kita berharap, Sulsel sebagai sebagai provinsi yang cukup tua dan sebagai provinsi yang memiliki potensi yang cukup bagus, haruslah bisa menjadi daerah yang terkemuka di Indonesia dan masuk dalam sepuluh provinsi terbaik di Indonesia yang mampu memberikan pelayanan hak dasar kepada masyarakatnya. Progresnya sekarang, alhamdullilah, dari apa yang kami amati di sana-sini, dari seluruh kebutuhan-kebutuhan dasar sudah terpenuhi dengan baik dan Sulsel sudah termasuk dalam harapan yang ada. Namun tentu banyak proses yang masih harus disempurnakan lagi, bahkan makin tajam untuk diperbaiki.
- Kalau melihat banyaknya penghargaan yang Bapak terima dari pusat Dua tahun belakangan ini, apakah ini bisa menjadi indikator bahwa Sulsel memang sudah masuk dalam jajaran daerah terkemuka di Indonesia dalam memberikan pelayanan hak dasar bagi masyarakat ?
+ Saya kira itu bisa menjadi salah satu variabel. Penghargaan nasional yang kita raih dalam waktu tiga tahun ini ada berjumlah 63 buah. Tentu saja ini bukan menjadi indikator utama, tetapi salah satu variabel atau ukuran bahwa ada akselerasi dan keseriusan yang nyata dari pemerintah provinsi beserta seluruh aparatnya untuk menggerakkan seluruh energi masyarakat dan energi sumber daya alam yang ada, untuk mendapatkan langkah-langkah dan kemajuan yang lebih baik.
- Dalam rangka mewujudkan pelayanan hak dasar yang lebih baik kepada masyarakat Sulsel, apa yang menjadi tantangan utamanya ?
+ Apapun yang dilakukan selalu ada tantangannya. Namun tantangan itu sesungguhnya adalah bagian dari dinamika. Bahkan tantangan itulah yang kita harapkan bisa memperkaya kualitas capaian. Oleh sebab itu saya ingin mengatakan bahwa tantangan itu harus bisa diatasi dengan baik, karena kita bernafaspun ada tantangannya. Bentuk tantangan yang paling utama adalah bagaimana menghadirkan rasa saling percaya atau power of trust di antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi, antara pemerintah provinsi dengan masyarakat, dan yang lebih khusus antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota. Jadi tantangannya adalah bagaimana menciptakan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat itu sendiri. Muaranya adalah rahmat, muaranya adalah kesejahteraan bagi rakyat dan terjadinya kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Sulsel.
- Menyangkut sinergitas antara berbagai pihak tersebut, mana yang paling diharapkan pemprov agar bisa lebih memberikan sinergi demi pencapaian visi Pemprov Sulsel ?
+ Saya kira track yang ada selama ini sudah benar, dan tinggal disempurnakan hingga makin tajam. Sinergitas itu bisa lebih baik kalau kita secara hand to hand saling bekerjasama dan saling mendukung. Harus ada saling pengertian antara satu dengan yang lain. Sulsel ini adalah daerah kita bersama dan membutuhkan pengorbanan bersama demi tercapainya kemajuan dan perkembangan yang lebih berarti bagi kita semua.
Oleh karena itu kebersamaan itu menjadi sangat penting. Perlu persepsi dan pengertian yang sama soal visi ini. Jadi apapun kelompoknya, siapapun dia, dari manapun partainya, agamanya, sukunya, seragamnya, mari kita sama-sama menciptakan Sulsel yang lebih maju. Salah satu prasyarat utama agar kita bisa maju dan membangun adalah hadirnya kebersamaan dan kedamaian.
- Terkait dengan kedamaian, di Makassar kadangkala masih diwarnai dengan unjuk rasa yang anarkis dan bisa menciptakan image yang kurang baik bagi Sulsel. Bagaimana tanggapan Bapak soal ini ?
+ Harus dibedakan antara demonstrasi dengan anarkisme. Demonstrasi adalah bagian untuk menyampaikan aspirasi bahkan koreksi. Nah, diharapkan aspirasi dan koreksi itu bisa nyampai pada sasarannya. Demonstrasi adalah hal yang wajar dalam alam demokrasi. Tetapi kalau bicara anarkisme, muaranya pasti adalah pelanggaran rambu-rambu aturan. Anarkisme akan menuai pencitraan yang jelek. Di Sulsel demonstrasi tidak dilarang. Silahkan saja, mari kita mengembangkan langkah-langkah untuk mengkritik hal-hal yang kurang baik dan mencarikan solusi terbaik. Tetapi mari kita tidak mencampurkan antara demonstrasi dengan anarkisme. Sebab bila kita lebih menonjolkan anarkisme maka itu sebenarnya akan menciderai demokrasi karena sangat bertentangan dengan demokrasi. Tidak hanya itu, anarkisme bisa berdampak pada lapangan kerja, pada investasi dan hal-hal lainnya. Oleh karena itu kita berharap semua pihak agar senantiasa mengingatkan adek-adek kita supaya tetap menjalani demokrasi tetapi dalam frame nilai-nilai agama dalam kerangka menegakkan moralitas, aturan dan nilai-nilai agama. Silahkan menegakkan itu, tetapi dengan tidak merugikan siapa-siapa. Tujuannya adalah untuk meluruskan sesuatu demi kepentingan bersama. Dalam berdemokrasi, sebaiknya kita tidak mengabaikan nilai-nilai budaya kita, sipakatau, sipakalebbi, sipatuo, sipattokkong. Kalau ini bisa kita terapkan, maka insya Allah, akselerasi di Sulsel ini akan jauh lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain.
- Menyangkut akselerasi di bidang ekonomi, Bapak pernah menyampaikan harapan agar di Sulsel bisa ada peredaran uang hingga Rp100 triliun. Apa yang diharapkan dari kondisi tersebut ?
+ Dari trend tiga tahun terakhir, pertumbuhan peredaran uang di Sulsel terlihat sangat baik. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan. Tahun lalu itu peredaran uang di Sulsel mencapai sekitar Rp90 triliun. Sebelumnya Rp80 triliun. Sebelumnya lagi cuma Rp60 triliun. Makanya tahun 2011 ini, kita targetkan bisa tembus di atas Rp100 triliun. Nah, untuk bisa mencapai target itu, kita harus bisa menciptakan suasana yang kondusif, agar semua bisa berjalan dengan damai, aman dan teratur. Dan kita sama menciptakan dan membuka usaha-usaha yang kuat yang mampu menghasilkan produk-produk investasi dan produk ekspor yang baik di Sulsel.
- Bagaimana dampaknya terhadap income per kapita masyarakat Sulsel sendiri ?
+ Saya kira secara otomatis akan berdampak ke sana, sebab bisa katakan bahwa hampir seluruh komoditi dan industri kita di Sulsel ini berbasis kerakyatan. Berbeda dengan di Sumatera dan Kalimantan yang lebih terakselerasi karena kekuatan ekonomi tertentu. Kalau kita di sini kan usaha rakyat yang banyak, sehingga kita berharap multi flyer effect-nya akan langsung tumpah ke rakyat.
- Apa sesungguhnya impian terbesar Bapak terhadap kondisi masyarakat dan daerah Sulsel ini pada tahun 2013 nanti ?
+ Tentu banyak yang saya harapkan. Misalnya uang beredar lebih banyak. kehidupan makin damai, pemerintahannya makin bisa berfungsi lebih baik dan makin dipercaya oleh rakyat, kehidupan demokrasi berjalan dengan baik dalam bingkai agama dan budaya. Dan terakhir, pendidikan dan kesehatan bisa menjadi percontohan. Bahkan kita berharap Sulsel bisa lokomotif kemajuan nasional. (*****)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar