Makassar, 17/3 (ANTARA) - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo siap
mempresentasikan rencana perluasan bandara ke Menteri Perhubungan Freddy
Numberi pada Senin, 21 Maret 2011 menyusul semakin tingginya lalu
lintas penerbangan di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar.
"Saya targetkan pada 2014, bandara sudah harus ditambah kapasitasnya atau diperluas dengan memanfaatkan bandara lama karena kepadatan sudah cukup tinggi. Kalau mungkin untuk distribusi jasa dan perdagangan," katanya pada pertemuan dengan tim promosi pariwisata dan tim tahun kunjungan Sulawesi Selatan 2012.
Rencana perluasan bandara tersebut juga merupakan bagian dari target Pemprov Sulsel menjadi Makassar sebagai titik tranportasi dan distribusi internasional. "Asia Pasifik harus bisa berhenti di sini," ujarnya.
Program kunjungan wisata Sulawesi Selatan 2012, sekaligus menjadi bagian uji coba dalam mencapai target-target tersebut di atas.
Ia berterima kasih kepada maskapai penerbangan Air Asia yang sudah mengagendakan Bandara Internasional Hasanuddin sebagai titik penerbangan utama di Indonesia setelah Medan dan Jakarta dan membuka rute penerbangan langsung dari Makassar ke Singapura, Hongkong, Manila dan Brunei pada 2012.
Sebelumnya, pada Oktober 2010, gubernur mengungkapkan wacana pengelolaan kembali terminal lama Bandara Internasional Hasanuddin, minimal untuk transportasi kargo udara menyusul frekuensi penerbangan yang telah mencapai 200 kali penerbangan dalam sehari.
Terkait anggaran untuk memfungsikan kembali bandara lama tersebut, ia mengatakan, pemprov tidak bisa memenuhinya sendiri dan harus melibatkan pihak swasta.
Sejak bandara baru dioperasikan pada 2008, terminal bandara lama, baru berfungsi jika musim haji berlangsung sebagai pusat aktivitas keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.
"Saya targetkan pada 2014, bandara sudah harus ditambah kapasitasnya atau diperluas dengan memanfaatkan bandara lama karena kepadatan sudah cukup tinggi. Kalau mungkin untuk distribusi jasa dan perdagangan," katanya pada pertemuan dengan tim promosi pariwisata dan tim tahun kunjungan Sulawesi Selatan 2012.
Rencana perluasan bandara tersebut juga merupakan bagian dari target Pemprov Sulsel menjadi Makassar sebagai titik tranportasi dan distribusi internasional. "Asia Pasifik harus bisa berhenti di sini," ujarnya.
Program kunjungan wisata Sulawesi Selatan 2012, sekaligus menjadi bagian uji coba dalam mencapai target-target tersebut di atas.
Ia berterima kasih kepada maskapai penerbangan Air Asia yang sudah mengagendakan Bandara Internasional Hasanuddin sebagai titik penerbangan utama di Indonesia setelah Medan dan Jakarta dan membuka rute penerbangan langsung dari Makassar ke Singapura, Hongkong, Manila dan Brunei pada 2012.
Sebelumnya, pada Oktober 2010, gubernur mengungkapkan wacana pengelolaan kembali terminal lama Bandara Internasional Hasanuddin, minimal untuk transportasi kargo udara menyusul frekuensi penerbangan yang telah mencapai 200 kali penerbangan dalam sehari.
Terkait anggaran untuk memfungsikan kembali bandara lama tersebut, ia mengatakan, pemprov tidak bisa memenuhinya sendiri dan harus melibatkan pihak swasta.
Sejak bandara baru dioperasikan pada 2008, terminal bandara lama, baru berfungsi jika musim haji berlangsung sebagai pusat aktivitas keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar