Rabu, 02 Maret 2011 - 05:44:29 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, siap membantu para
wirausaha khususnya dalam permodalan, tetapi para wirausahawan harus mampu
menunjukkan kualitas dan keseriusannya dalam berusaha. Para wirausahawan agar
dapat menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan merupakan langkah strategis
untuk menciptakan kemajuan. Hal ini diungkapkan gubernur di hadapan para
peserta pelatihan program wirausaha angkatan II yang diikuti 129 peserta di
Universitas Negeri Makassar (UNM) Senin, 28 Februari 2011.
Pengangguran
dan kemiskinan lebih banyak terjadi karena tidak adanya dorongan dari seseorang
untuk mengubah hidupnya, semangat telah ada tinggal membutuhkan waktu untuk
memanfaatkan segala potensi yang ada dalam pikirannya, pemerintah akan terus
berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah wirausahawan. Orang Sulawesi
Selatan adalah saudagar, jadi tinggal sedikit saja didorong dengan memperbanyak
pelatihan-pelatihan, supaya dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Asisten
Deputi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Tati Ariati menyatakan
pertumbuhan usaha mandiri di Indonesia terus meningkat dan telah mencapai 52,7
juta unit serta didominasi oleh pelaku usaha di sektor informal. Potensi usaha
terbesar yang dapat mendorong sektor industri di Sulawesi Selatan adalah sumber
daya kehutanan yang mencapai 46,7 persen. Sulawesi Selatan kaya akan berbagai
potensi, dan ini merupakan tugas para entrepreneur untuk memaksimalkan
semua potensi yang ada.
Rektor
Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Aris Munandar, M.Pd, mengatakan bahwa dalam
pengembangan kewirausahaan mahasiswa, pihaknya mencanangkan lima skenario
pengembangan wirausaha yang didanai oleh Direktur Perguruan Tinggi (Dikti)
sebesar Rp 1 miliar untuk 4% dari jumlah mahasiswa Universitas Negeri
Makassar yakni 1.000 orang. Pogram pengembangan itu adalah pembentukan
mahasiswa menjadi wirausaha, membentuk inkubator wirausaha dengan melibatkan
mahasiswa sebanyak mungkin dan pengembangan koperasi mahasiswa serta membentuk
pusat industri yang berbasis masyarakat.
Disini
dibutuhkan peran teknologi yang merubah persepsi untuk meningkatkan
perekonomian serta pendapatan masyarakat, selain itu membentuk usaha-usaha
komersil dengan pengembangan yayasan seperti hotel, kafe serta sejumlah usaha
lain. Dalam pengembangan usaha, modal masih menjadi kendala sebab fisik dan
semangat sudah disiapkan tetapi masih membutuhkan bantuan modal. Program
wirausaha mahasiswa juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) antara Kementerian Koperasi dan Universitas Negeri Makassar
yang disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dan
Asisten Deputi Urusan Pengembangan Kewirausahaan, UDM, Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah Republik Indonesia.
Sumber : http://www.sulsel.go.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar