Rabu, 09-03-2011
Wagub Lakukan Peninjauan Langsung
Lokasi yang ditimbun adalah di sisi jalan ke lokasi CPI. Padahal, CPI dibangun untuk memperpanjang Pantai Losari. Agus yang menyaksikan secara langsung transaksi serah terima tanah timbunan tak bisa berbuat apa-apa.
“Lihat mereka, menimbun seenaknya saja. Ini dapat mengganggu kelanjutan proyek yang saat ini tengah berlangsung,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (8/3).
Agus mengatakan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan penimbunan di sekitar CPI dengan Pemkot Makassar. Termasuk, izin warga untuk melakukan penimbunan.
“Akan segera saya koordinasikan dengan Pemkot. Termasuk, menelusuri dari mana mereka dapat izin. Tidak dibenarkan laut itu ditimbun,” ungkapnya.
Agus curiga, penimbunan dilakukan oleh mafia-mafia tanah. Modusnya, setelah ditimbun, mereka akan meminta ganti rugi ke pemerintah atau menjualnya. Akhirnya, akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
“Tidak mungkin mereka berani melakukan kalau tidak ada izin. Makanya, akan kita telusuri,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemprov tidak memiliki hak untuk menegur para penimbun. Karena, lokasinya berada di kawasan Pemkot Makassar. Kecuali, jika penimbunan dilakukan hingga jarak 12 mil.
“Kalau ini dibiarkan akan menjadi masalah baru nantinya,” terangnya.
Menurut Agus, pembangunan CPI akan terus berlanjut. Bahkan, tahun ini, akan ada dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp29 miliar.
“Selain APBD, juga dibantu APBN. Sekarang, kita akan berusaha meminta dukungan Pemkot Makassar. Karena, lokasi CPI ini kan ada di wilayah Kota Makassar,” jelasnya.
Sementara, Petugas Teknis dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel, Jumran, mengaku, penimbunan liar di sekitar lokasi CPI sudah terjadi sejak tahun lalu. Bahkan, penimbunan yang dilakukan bisa mencapai 1 hektar per hari.
“Tapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, sebagian besar penimbunan itu dilakukan para preman bertato,” ungkapnya.
Tidak hanya menimbun, pihak yang tidak bertanggung jawab itu juga mematok lokasi yang ditimbunnya. Tentunya, dengan memasang papan jika lokasi itu miliknya.
“Kami ya biarkan saja karena takut. Sekarang malah sudah ada yang menimbun hingga ke samping Trans Studio,” pungkasnya.
Sumber : http://ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar