Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Mei 2011

Bibit Kakao Sulsel Lebih Unggul

Kamis, 26-05-2011
Bibit Kakao Sulsel Lebih Unggul
MAKASSAR, UPEKS--Ketua Askindo (Asosiasi Eksportir Kakao Indonesia), Yusa R Ali, berharap, tender pengadaan bibit kakao senilai Rp43 miliar 2011, sebaiknya jangan semuanya menggunakan bibit dari Jember -- Somatic Embryogenesis.
"Bibit ini belum teruji di lapangan, alangkah baiknya sebagian menggunakan bibit konvensional atau yang lebih dikenal sambung samping, selain biaya akan hemat, juga hasilnya sudah teruji," katanya kepada Upeks kemarin.
Harapan ini dikemukakan Yusa R Ali, menanggapi proses tender pengadaan bibit kakao Somatic Embryogenesis, yang akan dilakukan Disbun (Dinas Perkebunan) Sulsel, dimana program ini bernilai kurang lebih Rp43 miliar yang tersebar dibeberapa kabupaten, paling banyak di Lutim.
Lebih jauh dia mengemukakan, selama tahun-tahun sebelumnya, bibit kakao asal Jember belum teruji di lapangan, petani rata-rata hanya menggunakan teknologi konvensional yaitu sambung samping, namun hasilnya cukup menggembirakan.
"Nah, kalau ada yang baik dan harganya lebih murah, kenapa harus pakai bibit kakao Somatic Embryogenensis," ungkapnya.
Sejauh itu, pihak Askindo Sulsel tak mau terlalu jauh mencampuri urusan tender pengadaan bibit, yang pelaksanaannya dilakukan instansi terkait, namun sebagai asosiasi yang punya peranan penting dalam menembus pasar manca negara, sudah memberikan masukan, apalagi kakao Sulsel saat ini sudah menjadi primadona komoditi ekspor.
Berdasarkan cacatan, pada 2010, realisasi ekspor kakao asal Sulsel berada pada kisaran 155.000 ton, atau masih jauh dari harapan yang pernah diraih kisaran 250.000 ton pertahun pada enam tahun lalu. 
 
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar