Rabu, 25 Mei 2011 | 19:53:40 WITA | 62 HITS
| dok/fajar
Syahrul Yasin Limpo |
MAKASSAR
-- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta ICMI Sulsel membuat
terobosan program yang bisa menyentuh kehidupan masyarakat banyak.
"Kenapa kita di Asia saja menjadi negara nomor paling bawah. Hanya Kamboja di bawah kita. Untuk itulah keberadaan ICMI diperlukan. ICMI dihuni para ilmuwan," kata Syahrul saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil), Organisasi Wilayah (Orwil) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Hotel Horison, Selasa 24 Mei.
Dia juga mengatakan, Indonesia ini sebenarnya kaya. Semua ada. Sumber daya dan para ahli tersedia. Tapi kenapa tidak bisa keluar dari keterpurukan. "Mungkin negara kita terlalu kaya dan baik. Sehingga kita semua keenakan di dalamnya. Kita terbawah dengan opini. Kita asyik dengan pertentangan yang tidak untuk jangka panjang," jelas Syahrul.
Di depan para ilmuwan berbagai kampus di Sulsel tersebut, Syahrul juga mengataan Korea Selatan adalah salah satu negara yang patut dicontoh. "Saya selalu ambil contoh Korsel. Di sana mereka serba terbatas. Apa-apa didatangkan dari luar. Kita semua ada. Batu bara, bijih besi, mangan dan lain-lain ," jelasnya.
Karena itu, Syahrul mengajak ICMI membuat terobosan. Biar yang kecil-kecil saja dulu asalkan ada," kata Syahrul.
Muswil Orwil ICMI Sulsel kemarin dihadiri 24 kabupaten/kota. Ada 220 peserta terdiri dari para pemilik suara, sesepuh, dan peserta peninjau.
Ketua Presidium ICMI Pusat Ilham Akbar Habibie mengatakan, program ICMI memang telah diarahkan kepada program-program rill untuk membantu masyarakat diakar rumput. "Lima tahun ke depan kita harus menerima faktanya, bahwa masyarakat butuh hal-hal rill. Keberadaan ICMI adalah membuat program untuk itu," kata Ilham.
Putra Presiden Habibie ini juga memuji kinerja ICMI Sulsel. Ada tiga ICMI yang memang kuat yakni Sulsel, Jabar, dan Sumsel. Kalbar juga lumayan. "Sulsel sudah bisa menjadi contoh di tingkat nasional," katanya. (aci)
"Kenapa kita di Asia saja menjadi negara nomor paling bawah. Hanya Kamboja di bawah kita. Untuk itulah keberadaan ICMI diperlukan. ICMI dihuni para ilmuwan," kata Syahrul saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil), Organisasi Wilayah (Orwil) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Hotel Horison, Selasa 24 Mei.
Dia juga mengatakan, Indonesia ini sebenarnya kaya. Semua ada. Sumber daya dan para ahli tersedia. Tapi kenapa tidak bisa keluar dari keterpurukan. "Mungkin negara kita terlalu kaya dan baik. Sehingga kita semua keenakan di dalamnya. Kita terbawah dengan opini. Kita asyik dengan pertentangan yang tidak untuk jangka panjang," jelas Syahrul.
Di depan para ilmuwan berbagai kampus di Sulsel tersebut, Syahrul juga mengataan Korea Selatan adalah salah satu negara yang patut dicontoh. "Saya selalu ambil contoh Korsel. Di sana mereka serba terbatas. Apa-apa didatangkan dari luar. Kita semua ada. Batu bara, bijih besi, mangan dan lain-lain ," jelasnya.
Karena itu, Syahrul mengajak ICMI membuat terobosan. Biar yang kecil-kecil saja dulu asalkan ada," kata Syahrul.
Muswil Orwil ICMI Sulsel kemarin dihadiri 24 kabupaten/kota. Ada 220 peserta terdiri dari para pemilik suara, sesepuh, dan peserta peninjau.
Ketua Presidium ICMI Pusat Ilham Akbar Habibie mengatakan, program ICMI memang telah diarahkan kepada program-program rill untuk membantu masyarakat diakar rumput. "Lima tahun ke depan kita harus menerima faktanya, bahwa masyarakat butuh hal-hal rill. Keberadaan ICMI adalah membuat program untuk itu," kata Ilham.
Putra Presiden Habibie ini juga memuji kinerja ICMI Sulsel. Ada tiga ICMI yang memang kuat yakni Sulsel, Jabar, dan Sumsel. Kalbar juga lumayan. "Sulsel sudah bisa menjadi contoh di tingkat nasional," katanya. (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar