Rakor Polkam Berlangsung Tertutup
| Yusran/Fajar
RAKOR. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan muspida menggelar rapat koordinasi polkam di kantor gubernur, Kamis 12 Mei. |
Berita Terkait:
MAKASSAR
-- Untuk menaikkan target surplus beras dan jagung di Sulsel, Pemprov
Sulsel menggandeng Kodam VII Wirabuana dan Polda Sulsel dalam program
Ketahanan Pangan di Sulsel. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja
sama diteken Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sulsel Luthfi
Halide, Dandim Kabupaten Wajo, dan Kapolres Soppeng di Ruang Pola Kantor
Gubernur Sulsel, Kamis 12 Mei.
Penandatanganan dilakukan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Politik dan Keamanan (Polkam) disaksikan unsur muspida tingkat Provinsi Sulsel, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amri, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman. Hadir pula Ketua DPRD Sulsel, Wakil Gubernur, Kajati Sulsel, Dan Lantamal IV, Kepala Pengadilan Tinggi dan Koordinator BIN Wilayah Sulawesi. Sementara dijajaran peserta hadir para Bupati/Walikota, Polres, Dandim, Kajari dan Ketu DPRD.
Luthfi menjelaskan kerja sama tersebut untuk mendukung over stok beras Sulsel dua juta ton dan produksi jagung 1,5 juta ton. Melalui kerja sama ini setiap polres akan mengawal 25 ribu hektare (ha) lahan jagung agar mampu berproduksi maksimal 7 ribu ton per ha. Sedangkan, dandim beserta personel TNI mengawal 10 ribu ha sawah yang menerapkan sistem teknologi demfarm Percontohan Teknologi Padi disetiap kabupaten/ kota.
"Sulsel membuktikan diri menjadi provinsi nomor satu di Indonesia penyedia strok beras untuk ketahanan pangan. Perum Bulog Sulsel menyerap 3.000 ton per hari dan itu tertinggi di Indonesia. Alhamdulillah gudang kita di Pinrang sudah penuh," kata Luthfi.
Sementara itu Rakor Satu Atap Polkam yang diikuti 250 perserta terdiri dari para Bupati/Wali Kota, Polres, Kajari, Ketua DPRD dan tokoh-tokoh agam kemarin berlangsung tertutup. Syahrul masih sempat membuka acara dan memberi sambutan singkat, namun setelah itu para wartawan dipersilakan meninggalkan ruangan.
Rakor dibuka pukul 09.30 wita dan berlangsung hingga pukul 15.00 Wita. Setelah Syahrul memberi arahan, secara bergilir Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amri, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman, Kajati Sulsel Burhanuddin, SH tampil menyampaikan materinya.
"Rumus efektifnya pemerintahan adalah harus selalu komunikasi. Kita harus ketemu, seperti hari ini. Masalah yang dihadapi sangat kompleks, makanya dengan rajin ketemu dan komunikasi semua bisa diselesaikan," kata Syahrul.
Penandatanganan dilakukan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Politik dan Keamanan (Polkam) disaksikan unsur muspida tingkat Provinsi Sulsel, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amri, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman. Hadir pula Ketua DPRD Sulsel, Wakil Gubernur, Kajati Sulsel, Dan Lantamal IV, Kepala Pengadilan Tinggi dan Koordinator BIN Wilayah Sulawesi. Sementara dijajaran peserta hadir para Bupati/Walikota, Polres, Dandim, Kajari dan Ketu DPRD.
Luthfi menjelaskan kerja sama tersebut untuk mendukung over stok beras Sulsel dua juta ton dan produksi jagung 1,5 juta ton. Melalui kerja sama ini setiap polres akan mengawal 25 ribu hektare (ha) lahan jagung agar mampu berproduksi maksimal 7 ribu ton per ha. Sedangkan, dandim beserta personel TNI mengawal 10 ribu ha sawah yang menerapkan sistem teknologi demfarm Percontohan Teknologi Padi disetiap kabupaten/ kota.
"Sulsel membuktikan diri menjadi provinsi nomor satu di Indonesia penyedia strok beras untuk ketahanan pangan. Perum Bulog Sulsel menyerap 3.000 ton per hari dan itu tertinggi di Indonesia. Alhamdulillah gudang kita di Pinrang sudah penuh," kata Luthfi.
Sementara itu Rakor Satu Atap Polkam yang diikuti 250 perserta terdiri dari para Bupati/Wali Kota, Polres, Kajari, Ketua DPRD dan tokoh-tokoh agam kemarin berlangsung tertutup. Syahrul masih sempat membuka acara dan memberi sambutan singkat, namun setelah itu para wartawan dipersilakan meninggalkan ruangan.
Rakor dibuka pukul 09.30 wita dan berlangsung hingga pukul 15.00 Wita. Setelah Syahrul memberi arahan, secara bergilir Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amri, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Johny Waenal Usman, Kajati Sulsel Burhanuddin, SH tampil menyampaikan materinya.
"Rumus efektifnya pemerintahan adalah harus selalu komunikasi. Kita harus ketemu, seperti hari ini. Masalah yang dihadapi sangat kompleks, makanya dengan rajin ketemu dan komunikasi semua bisa diselesaikan," kata Syahrul.
Sumber: /www.fajar.co.id/Jumat, 13 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar