MAKASSAR,UPEKS-- Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Perkebunan
terus mengembangkan tanaman kemiri. Hal itu dilakukan mengingat tanaman
ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pengembangan penanaman kemiri
akan dilakukan di 20 kabupaten sebagai sentra produksi. Sebanyak 20.321
ribu ton dalam setahunnya dihasilkan dari lahan seluar 37.719 hektare.
Untuk mewujudkannya, Perkebunan melakukan pendampingan tenaga penyuluh, baik terhadap petani kemiri maupun yang belum mengembangkan tanaman kemiri.
"Saat ini kemiri yang diproduksi para petani di 20 kabupaten belum bisa menembus pasar ekspor. Jumlah masih menjadi komsumsi lokal saja, dan kami juga akan berusaha untuk menjadikan Sulsel sebagai daerah yang memiliki potensi tanam kemiri terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI)," ungkap Muli, Staf Statistik Dinas Perkebunan Sulsel, belum lama ini.
Saat ini dua kabupaten di Sulsel, yakni Maros menaman kemiri di atas lahan 9.776 hektare dengan jumlah produksi 4.402 ton per tahun. Sedangkan Kabupaten Bone memproduki 7.149 ton dari lahan 9.150 hektare.
"Untuk penambahan luas areal tanam kemiri, kami juga sedang melakukan analisa terhadap beberapa kabupaten yang akan menjadi daerah sentra produksi. Selain itu kami meningkatkan kualitas mutu produksi kemiri hingga dapat bersaing dengan beberapa daerah di nusantara ini, " terangnya. Harga kemiri ada di pasaran saat ini terbilang cukup tinggi sekira Rp20 ribu per kilogramnya. Kondisi membuat kemiri memiliki nilai bisnis industri yang cukup tinggi.
Untuk mewujudkannya, Perkebunan melakukan pendampingan tenaga penyuluh, baik terhadap petani kemiri maupun yang belum mengembangkan tanaman kemiri.
"Saat ini kemiri yang diproduksi para petani di 20 kabupaten belum bisa menembus pasar ekspor. Jumlah masih menjadi komsumsi lokal saja, dan kami juga akan berusaha untuk menjadikan Sulsel sebagai daerah yang memiliki potensi tanam kemiri terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI)," ungkap Muli, Staf Statistik Dinas Perkebunan Sulsel, belum lama ini.
Saat ini dua kabupaten di Sulsel, yakni Maros menaman kemiri di atas lahan 9.776 hektare dengan jumlah produksi 4.402 ton per tahun. Sedangkan Kabupaten Bone memproduki 7.149 ton dari lahan 9.150 hektare.
"Untuk penambahan luas areal tanam kemiri, kami juga sedang melakukan analisa terhadap beberapa kabupaten yang akan menjadi daerah sentra produksi. Selain itu kami meningkatkan kualitas mutu produksi kemiri hingga dapat bersaing dengan beberapa daerah di nusantara ini, " terangnya. Harga kemiri ada di pasaran saat ini terbilang cukup tinggi sekira Rp20 ribu per kilogramnya. Kondisi membuat kemiri memiliki nilai bisnis industri yang cukup tinggi.
Sumber: www.ujungpandangekspres.com/Sabtu, 14-05-2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar