Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Mei 2011

Ekonomi Sulsel Bisa Tumbuh 9 Persen

Selasa, 24 Mei 2011 | 01:23:31 WITA | 42 HITS
 
  
MAKASSAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, optimis ekonomi Sulsel tahun ini tumbuh hingga 9 persen. Optimisme tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan pertama yang mencapai 8,1 persen. "Memang data statistik hanya 7,04 persen, tapi kalau catatan kami kurang lebih 8,1 persen," ujar Syahrul saat membuka Lomba Kontes dan Display Hortikultura di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Senin, 23 Mei.
Hadir pada acara tersebut, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian, Bambang Santosa, Ketua DPRD Sulsel M Roem, Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Chevy A Sopari, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide, Bupati Maros, A Hatta Rahman, serta beberapa pimpinan perbankan.

Menurut Syahrul, tahun sebelumnya, pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi melambat. Tetapi tahun ini pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,1 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 9 persen tahun ini, Syahrul berharap pemerintah, perbankan dan pengusaha di Sulsel harus bersinergi. "Kita harus fokus kepada ekonomi kerakyatan, jangan main politik-politikan. Bagaimana mau periode kedua kalau periode pertama saja belum beres," ujar Syahrul.

Dia juga mengharapkan, seluruh stakeholder ikut mendukung dan membuka pasar komoditas unggulan Sulsel. "Sebagai pemerintah, saya sudah sampaikan pada menteri, apa yang tidak bisa dibuat di Jawa, akan kita buat di Sulsel. Pada 4 Juni mendatang, saya akan diterima Perdana Menteri Malaysia untuk membicarakan pasar apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah Malaysia," jelasnya.

Sementara, Pemimpin Bank Indonesia Makassar, Lambok Antonius Siahaan menyebutkan, pada triwulan pertama 2011, pertanian menjadi penyumbang terbesar pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Kontribusinya mencapai Rp8,3 triliun atau 25,73 persen.

Sektor pertanian juga menyumbang 3,02 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan pertama 2011 yang mencapai 7,04 persen. Karena itu, menurut Lambok, sektor pertanian sangat penting untuk terus dipacu.

Menurut Lambok, dengan menggerakkan sektor pertanian, akan berdampak pada percepatan penurunan kemiskinan, khususnya di daerah pedesaan. "Daerah harus mampu menghasilkan komoditas olahan yang telah memiliki nilai tambah," jelasnya.

Dia menambahkan, dari sisi perbankan, juga terus mencapai pertumbuhan positif. Aset perbankan di Sulsel saat ini mencapai Rp53,5 triliun, tumbuh 27,2 persen. Penghimpunan tabungan masyarkat mencapai Rp37,5 triliun atau 16,9 persen.

Sementara kredit berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp46,5 triliun atau tumbuh 15,5 persen. Sehingga loan to deposit ratio (LDR) perbankan Sulsel mencapai 124,4 persen. Itu berarti, terdapat 24,4 persen kredit yang beredar di Sulsel berasal dari luar provinsi ini.

Lambok menjelaskan, posisi baki debet kredit bank umum untuk agribisnis pada Maret 2011 kurang lebih Rp4,2 triliun atau tumbuh 37,6 persen dibandingkan Maret 2010. "Namun porsinya baru mencapai 8,9 persen dari total kredit di Sulsel," katanya.

Dia pun menyadari bahwa kredit perbankan belum mampu menjangkau harapan maupun kebutuhan seluruh sektor. "Karena itu diperlukan upaya-upaya dari semua pihak terkait untuk terus memacu sektor pertanian," ungkapnya. (asw)
Sumber : http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar