Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Mei 2011

Sulsel Kirim 24.000 Perawat ke Korsel

Digaji Rp30 Juta per Bulan
MAKASSAR, UPEKS—Sulsel tak hanya terkenal de-ngan komoditas agronya. Te-naga terampil perawat asal Sulsel pun kini menjadi buah bibir di manca negara. Terbukti, Korea Selatan (Korsel) me-minta sebanyak 24.000 perawat asal Sulsel.
Permintaan itu pun telah di-sanggupi pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel.
Kepala Disnakertrans Sulsel, H Saggaf Saleh, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua kabupaten/kota untuk me- nyiapkan tenaga perawat.
“Kemarin, saya rapat dengan kabupaten/kota dan semuanya siap. Tahun ini, kita akan mulai mengirim perawat ke Korsel,” ujar Saggaf, saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (23/5).
Ia mengatakan, alumni sekolah perawat di Sulsel pada tahun 2009 mencapai 70.000 alumni. Tentunya, tahun ini sudah meningkat. Dari angka tersebut, baru sekira 25% yang telah menjadi pegawai negeri sipil. Sisanya, masih menjadi tenaga honorer atau bekerja di rumah sakit swasta dengan gaji yang relatif rendah.
“Alumni perawat kita cukup banyak. Bahkan, dari segi jumlah sudah memenuhi kebutuhan Korea Selatan. Sekarang, tinggal bagaimana menyiapkan mereka untuk bekerja di Korsel dengan meningkatkan kompetensinya,” terangnya.
Menurut Saggaf, dari banyaknya jumlah alumni perawat, untuk dikirim ke luar negeri masih terkendala pada segi bahasa. Sehingga, harus dipersiapkan lebih dulu sebelum diberangkatkan. Khususnya, memberikan pelatihan bahasa asing. Apalagi, persyaratannya sangat ketat.
“Kemarin, saat kita test perawat yang akan dikirim ke Jepang hanya empat yang berhasil. Padahal, yang ikut tes sebanyak seratus orang,” ungkapnya.
Saggaf optimis, para perawat yang diberangkatkan ke luar negeri akan nyaman bekerja. Pasalnya, untuk pengawasan bisa dilakukan secara ketat karena mereka bekerja di rumah sakit bukan dalam rumah tangga. Disamping itu, gaji yang ditawarkan lumayan besar. Antara Rp20 juta sampai Rp30 juta per bulannya.
“Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengunjungi tenaga perawat asal Sulsel yang bekerja di Arab Saudi. Mereka mengaku betah bekerja disana bahkan tidak ingin pulang ke Indonesia. Tentunya, karena gaji mereka besar,” imbuhnya.
Ia menambahkan, tahun 2010 lalu, Sulsel mengirimkan 4.800 TKI ke luar negeri. Pada umumnya, mereka dipekerjakan di industri.
“Yang banyak jadi pembantu rumah tangga itu biasanya dari Jawa. Kalau dari Sulsel, kebanyakan untuk industri. Kita memang meminimalisir pengiriman tenaga kerja untuk pembantu rumah tangga,” katanya.

Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar