Total Tayangan Halaman

Selasa, 17 Mei 2011

Jerman Tertarik Investasi di Sulsel

jumain sulaiman/fajar
TERIMA TAMU. Syahrul Yasin Limpo menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Dr Nobert Baas di rujab, Tim Apresial GDP kemarin. 
 MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menerima kunjungan kerja Duta Besar Jerman untuk Indonesia Dr Nobert Baas di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin 16 Mei.

Banyak hal terungkap dari pertemuan bilateral ini. Salah satunya pemerintah Jerman mengajak Sulsel kerja sama dalam berbagai bidang teruma pendidikan dan bidang lain seperti kesehatan, pertambangan dan pertanian.

"Saya banyak sekali mendapatkan masukan dari Pak Gubernur. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan ahli-ahli ke Makassar untuk menjajaki apa saja yang bisa dikerja samakan. Kami mendapatkan banyak informnasi dan masukan dari Gubernur hari ini," kata Nobert kepada wartawan saat memberi keterangan pers.

Meski secara konkret dijelaskan kerja sama yang dimaksud, namun Nobert yakin lewat pertemuan tersebut dia akan menjadikan bahan untuk pertemuan bisnis di Jerman untuk mempromosikan Sulsel, termasuk kelebihan daerah ini seperti yang dipaparkan Gubernur selama dalam pertemuan tersebut.

"Belum ada yang konkret. Kami akan datang lagi ke sini dengan ahli-ahli kami melihat potensi apa saja yang cocok. Kami juga sudah membicarakan dengan pemerintah pusat di Jakarta soal rencana menambah beasiswa Jerman untuk Indonesia, tentu termasuk Sulsel, jadi satu-satu akan kami jajaki," kata Nobert.

Pertemaun kemarin berlangsung hampir dua jam. Syahrul didampingi Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Amal Natsir, Staf Ahli Bidang Gubernur Arifin Daud, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Irman Yasin Limpo.

Sedangkan Nobert turut didampingi sejumlah pejabat kedutaan. Pertemuan Syahrul dan Nobert dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama kedua belah pihak diberbagai sektor utamanya pendidikan.

Pada akhir acara, Syahrul juga sempat memberikan cenderamata kepada Duta Besar Jerman untuk Indonesia tersebut sebuah kain sutera tenunan asli Sulsel. Sejumlah pejabat kedubes yang ikut mendampingi Nobert juga mendapat oleh-oleh kain sutera.

"Ini sutera khas Sulsel seperti yang saya kenakan. Ini asli buatan tangan," kata Syahrul ketika menyerahkan cinderamata yang dikemas dalam kotak berwarna putih tersebut.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyerahkan bubuk cokelat produksi Sulsel yang dikemas dalam plastik bening. Siang itu Syahrul bersama Nobert bahkan tak lupa mencicipi rasa khas coklat Sulsel.

Syahrul mengatakan paling konkret dari kunjungan Dubes Jerman tersebut adalah kerja sama di bidang kedokteran dan pertanian. Adapun pun kerja sama bidang lain sekadar tawaran agar Jerman tahu potensi Sulsel.

Nyaris seluruh alat kedokteran di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainya di Sulsel berasal dari Jerman. Melalui pertemuan tersebut, pemerintah Jerman akan mengirimkan tenaga ahli untuk maintanance semua pelatan medis di Sulsel.

"Bicara rekayasa mesin baik pertanian atau mesin kedokteran, lidingnya di Jerman, China atau Jepang. Mengapa Jerman? Karena kalau dia yang masuk akan lebih safe. China sebenarnya mudah masuk, tapi kalau Jerman jauh lebih bagus," kata Syahrul. 
Sumber : www.fajar.co.id/Selasa, 17 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar