Total Tayangan Halaman

Rabu, 18 Mei 2011

Korsel Pesan 24.000 Perawat Sulsel

Dapat Gaji Standar Korsel, Rp 20 Juta per Bulan

 MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulsel akan menggenjot dan mempersiapkan tenaga perawat  sebanyak 4.000-5.000. Soalnya pemerintah Korea Selatan telah memesan tenaga perawat dari Sulsel sebanyak 24.000. Perawat ini akan mengisi beberapa kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di negeri tersebut.

Korsel sangat membutuhkan tenaga perawat karena di "negeri ginseng" tersebut hanya ada 2.500 tenaga perawat baik untuk rumah sakit atau lembaga kesehatan lainnya. Gaji perawat di Korsel disebut-sebut salah satu tertinggi di Asia, yakni Rp 20 juta per bulan.

"Bulan depan kami janjian dengan pemerintah Korsel. Parlemen Korsel sudah membicarakan ini di parlemen dan kita sebagai penyedia jaza sedang mempersiapkan," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa 17 Mei.

Untuk memenuhi permintaan itu gubernur mengatakan, pihaknya mendorong kabupaten/kota untuk memperbanyak tenaga perawat lewat pendidikan. "Target TKI tahun lalu 4.00. Tahun ini permintaan naik menjadi 20.000 dan kita sudah penuhi 4.000," kata Syahrul.

Terkait dengan persiapan tenaga perawat untuk lue negeri itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmad Latief membeberkan, pihaknya kini sedang mempersiapkan tenaga perawat di 22 kabupaten/kota. Sulsel kata dia, sanggup mengelurkan tenaga perawat per tahuh mencapai 7.000 orang, terdiri dari 700 tenaga S1 keperawatan, 6.300 strata D3.

"Sebenarnya sekolah perawatan di Sulsel tidak sampai 10 buah. Tapi umumnya sudah ada swasta, hanya Kanupaten Selayar dan Jeneponto yang belum memiliki sekolah perawatan," kata Rachmat.

Tenaga perawat Sulsel sudah siap pakai. Tahun ini Dinas Kesehatan Sulsel mengklaim akan melakukan uji kompetensi terhadap profesional para tenaga medis. Uji kompetensi itu dilakukan untuk perawat, bidan, dan ahli gizi.

"Sulsel memiliki sudah punya Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia. Mereka ini bertugas mengawal dan mengevaluasi tenaga medis di Sulsel," kata kepala dinas yang juga berprofesi sebagai dokter ini. (aci)
Sumber : /www.fajar.co.id/Rabu, 18 Mei 2011  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar