Jumat, 27-05-2011
Tahun Ini, Dinsos Salurkan Rp7 Miliar
MAKASSAR, UPEKS—Jumlah penduduk miskin di Sulsel mengalami penurunan
14% dibanding 2007 lalu. Pada 2007 penduduk miskin di Sulsel mencapai
1.085.400 jiwa. Sementara pada 2010, menjadi 925.000 jiwa.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Ir H Suwandi MSi, menjelaskan, Dinas Sosial memberikan kontribusi menurunkan angka kemiskinan 74.524 jiwa (6,86%) dari jumlah 160.400 jiwa.
Tentunya, melalui berbagai upaya penanganan. Antara lain, bantuan UEP melalui Kelompok
Usaha Bersama (Kube), perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan rumah bagi KAT, home industri, jaminan hidup, program keluarga harapan, Askesos, bantuan kebutuhan dasar bagi anak dalam panti sosial, hingga pelatihan keterampilan bagi anak jalanan dan anak terlantar.
“Persentase penanganan kemiskinan dari tahun 2008 sampai 2010 sebanyak 6,70 persen dari jumlah kemiskinan 1.112.000 jiwa,” ungkap
Suwandi, dalam pemaparan program kerja SKPD dan unit kerja lingkup Pemprov Sulsel tahun 2011, di press room Kantor Gubernur, Kamis (26/5).
Ia mengungkapkan, 2011 ini, Dinas Sosial mengucurkan dana Rp7 miliar untuk menangani 380 kube di Sulsel. 300 kube di pedesaan anggarannya mencapai Rp5,2 miliar. Meliputi Kabupaten Wajo, Luwu, Toraja Utara, Sinjai, Takalar, dan Jeneponto.
Sedangkan, 80 kube di perkotaan mendapatkan dana Rp1,8 miliar yang meliputi Kota Makassar dan Parepare.
“Persoalan kemiskinan ini merupakan masalah sosial yang penyelesaiannya harus diurai,” jelasnya.
Sementara, untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), juga mendapatkan penanganan dari dinas sosial. Jumlah tuna susila yang ditangani sampai 2010, sebanyak 301 jiwa, eks korban napza 715 jiwa, anak wanita korban tindak kekerasan 112 jiwa, penyandang cacat/anak cacat 678 jiwa, penyandang cacat bekas penderita kusta 45 jiwa, bekas narapidana 41 jiwa, korban bencana alam 288 jiwa, dan keserasian sosial 15 kabupaten yang meliputi 85 desa.
“Jumlah PMKS yang ditangani mencapai 52.523 jiwa hingga akhir tahun 2011,” terangnya.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Ir H Suwandi MSi, menjelaskan, Dinas Sosial memberikan kontribusi menurunkan angka kemiskinan 74.524 jiwa (6,86%) dari jumlah 160.400 jiwa.
Tentunya, melalui berbagai upaya penanganan. Antara lain, bantuan UEP melalui Kelompok
Usaha Bersama (Kube), perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan rumah bagi KAT, home industri, jaminan hidup, program keluarga harapan, Askesos, bantuan kebutuhan dasar bagi anak dalam panti sosial, hingga pelatihan keterampilan bagi anak jalanan dan anak terlantar.
“Persentase penanganan kemiskinan dari tahun 2008 sampai 2010 sebanyak 6,70 persen dari jumlah kemiskinan 1.112.000 jiwa,” ungkap
Suwandi, dalam pemaparan program kerja SKPD dan unit kerja lingkup Pemprov Sulsel tahun 2011, di press room Kantor Gubernur, Kamis (26/5).
Ia mengungkapkan, 2011 ini, Dinas Sosial mengucurkan dana Rp7 miliar untuk menangani 380 kube di Sulsel. 300 kube di pedesaan anggarannya mencapai Rp5,2 miliar. Meliputi Kabupaten Wajo, Luwu, Toraja Utara, Sinjai, Takalar, dan Jeneponto.
Sedangkan, 80 kube di perkotaan mendapatkan dana Rp1,8 miliar yang meliputi Kota Makassar dan Parepare.
“Persoalan kemiskinan ini merupakan masalah sosial yang penyelesaiannya harus diurai,” jelasnya.
Sementara, untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), juga mendapatkan penanganan dari dinas sosial. Jumlah tuna susila yang ditangani sampai 2010, sebanyak 301 jiwa, eks korban napza 715 jiwa, anak wanita korban tindak kekerasan 112 jiwa, penyandang cacat/anak cacat 678 jiwa, penyandang cacat bekas penderita kusta 45 jiwa, bekas narapidana 41 jiwa, korban bencana alam 288 jiwa, dan keserasian sosial 15 kabupaten yang meliputi 85 desa.
“Jumlah PMKS yang ditangani mencapai 52.523 jiwa hingga akhir tahun 2011,” terangnya.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
umbe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar