Total Tayangan Halaman

Jumat, 27 Mei 2011

Syahrul Desak Perpres DiterbitkanSyahrul Desak Perpres Diterbitkan

Friday, 27 May 2011 
JAKARTA – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan ancaman kemacetan parah di Kota Makassar beberapa tahun ke depan hanya bisa diatasi dengan melanjutkan konsepsi pembangunan kawasan Makassar, Maros,Sungguminasa,dan Takalar (Mamminasata).

Tiga kota lainnya akan difungsikan sebagai kota penyangga se-hingga pola penyebaran penduduk termasuk transportasi,tidak hanya terpusat di Kota Makassar. “Karena itu, kami meminta agar Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebisa mungkin segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Mamminasata yang menjadi landasan hukum pengembangan kawasan terpadu tersebut.

Jika tidak,kemacetan akan terus menjadi masalah karena tidak ada pertambahan infrastruktur jalan,” tegasnya usai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden,kemarin. Syahrul adalah salah satu dari enam gubernur yang diundang ke Kantor Presiden untuk menghadiri sidang kabinet paripurna pembahasan transportasi di enam provinsi besar di Indonesia.

Selain Syahrul, hadir Gubernur DKI Fauzi Bowo,Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho,Gubernur Bali I Made Mangku Pastika. Syahrul mengatakan, jika Perpres Mamminasata diterbitkan, seluruh proyek infrastruktur dalam kawasan terpadu tersebut akan diprioritaskan pemerintah pusat.

Salah satu yang menjadi prioritas untuk mengurai kemacetan yakni pembangunan jalan by pass Mamminasata 49,1 kilometer dari Kota Maros hingga Takalar. Dengan jalur ini,kendaraan dari arah barat menuju selatan Sulsel dan sebaliknya, tidak harus melalui Kota Makassar. Outer ring road (jalan lingkar luar) ini diharapkan bisa menekan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama Kota Angingmammiri.

Selain itu, infrastruktur jalan arteri lainnya yang menjadi perhatian adalah jalan radial Hertasning dan Abd Dg Sirua masing-masing sepanjang 7,3 kilometer dan 17,75 kilometer. Jalur ini akan menghubungkan Kota Makassar dengan Gowa dan Maros. “Pertumbuhan ekonomi akhirnya mengundang mobilitas yang tinggi.Jumlah kendaraan terus bertambah sebagai dampak meningkatnya taraf ekonomi yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan.

Ini yang harus segera diatasi,”tandasnya. Selainitu,Syahrulmengungkapkan, Presiden SBY telah menyetujui feasibility study jalur kereta api trans Sulawesi dan diharapkan rampung 2012. Dengan demikian,pembangunan rel yang tahap awal menghubungkan Makassar–Parepare, bisa dimulai 2014 mendatang. “Bapak Presiden menekankan untuk effect-nya, studinya sudah harus selesai 2012 dan pengadaan lahannya harus ada pada 2012 tapi (pembangunannya) bisa difokuskan untuk 2014,”tutur Syahrul.

Dalam rapat kemarin, Presiden SBY meminta ke enam gubernur untuk melaporkan dan mempresentasikan sistem transportasi kota-kota besar di wilayahnya dan manajemen lalu lintas yang mesti dilakukan. Presentasi tersebut diharapkan bisa menjadi masukan bagi kementerian terkait.Khusus untuk Sulsel, Presiden SBY meminta agar menteri memberi perhatian khusus pada rencana pembangunan jalan lingkar Mamminasata.

“Saya berharap gubernur memasukkan apa saja yang akan dilakukan untuk meningkatkan kendala sistem nasional. Dengan demikian,BUMN dan Kementerian bisa memastikan bahwa itu akan jalan,” tutur Presiden SBY saat membuka rapat,kemarin. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berharap kepala pemerintah daerah bisa menyelaraskan rencana pembangunan transportasi mereka disesuaikan dengan masterplanpercepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). ●abriandi/maesaroh

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar