Syahrul Banggakan Balitbangda Sulsel di Jakarta
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Menrister RI Suharna Surapranata dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo tampil sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Rakornas Balitbang) di Banten, Rabu (18/5).
Rakornas yang diikuti jajaran wakil ketua DPRD, sekretaris daerah (sekda), dan Kepala Balitbangda seluruh Indonesia tersebut dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Syahrul dalam kesempatan itu membawakan materi tentang Peranan Litbang. Dalam pemaparannya, mantan Bupati Gowa dua periode ini menyoroti agar litbang bisa melakukan kajian kebijakan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya, litbang harus mengawal kebijakan pemerintah daerah serta menyampaikan rekomendasi perbaikan sehingga balitbangda diberi kewenangan mengkoordinasikan seluruh kegiatan penelitian yang ada di daerah serta menyesuaikan dengan keunggulan daerah.
Syahrul menjelaskan agar balitbang harus mampu mengimplementasikan hasil-hasil riset untuk kemakmuran masyarakat. Olehnya itu, menurut Syahrul, perlunya regulasi hubungan balitbangda dan kemenristek dengan mengacu Undang-undang (UU) No 18 tahun 2002 Pasal 18 dan 20. Regulasi ini berbunyi, pemerintah menumbuh kembangkan motivasi,memberikan stimulus dan fasilitasi serta menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek.
Syahrul menambahkan sejumlah terobosan dan hasil kerja dilakukan Balitbangda Sulsel di antaranya kerja sama Balitsereal yang menghasilkan dua varietas jagung unggulan, Batara 1 dan Sayang 1 yang produksinya mencapai 9-10 ton per hektare (ha).
Selain itu, penghasil industri subsitusi pangan dari bahan ikan gabus di Kabupaten Pinrang. Balitbangda Sulsel juga menjadi penerima penghargaan 102 inovasi dari Menristek serta menghasilkan prototipe pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi biogas dan listrik. Tampilnya Gubernur Sulsel sebagai pembicara utama dalam rakornas ini didasari penilaian kemendagri atas keberhasilan Sulsel yang banyak melahirkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Menrister RI Suharna Surapranata dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo tampil sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Rakornas Balitbang) di Banten, Rabu (18/5).
Rakornas yang diikuti jajaran wakil ketua DPRD, sekretaris daerah (sekda), dan Kepala Balitbangda seluruh Indonesia tersebut dibuka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Syahrul dalam kesempatan itu membawakan materi tentang Peranan Litbang. Dalam pemaparannya, mantan Bupati Gowa dua periode ini menyoroti agar litbang bisa melakukan kajian kebijakan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya, litbang harus mengawal kebijakan pemerintah daerah serta menyampaikan rekomendasi perbaikan sehingga balitbangda diberi kewenangan mengkoordinasikan seluruh kegiatan penelitian yang ada di daerah serta menyesuaikan dengan keunggulan daerah.
Syahrul menjelaskan agar balitbang harus mampu mengimplementasikan hasil-hasil riset untuk kemakmuran masyarakat. Olehnya itu, menurut Syahrul, perlunya regulasi hubungan balitbangda dan kemenristek dengan mengacu Undang-undang (UU) No 18 tahun 2002 Pasal 18 dan 20. Regulasi ini berbunyi, pemerintah menumbuh kembangkan motivasi,memberikan stimulus dan fasilitasi serta menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan Iptek.
Syahrul menambahkan sejumlah terobosan dan hasil kerja dilakukan Balitbangda Sulsel di antaranya kerja sama Balitsereal yang menghasilkan dua varietas jagung unggulan, Batara 1 dan Sayang 1 yang produksinya mencapai 9-10 ton per hektare (ha).
Selain itu, penghasil industri subsitusi pangan dari bahan ikan gabus di Kabupaten Pinrang. Balitbangda Sulsel juga menjadi penerima penghargaan 102 inovasi dari Menristek serta menghasilkan prototipe pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi biogas dan listrik. Tampilnya Gubernur Sulsel sebagai pembicara utama dalam rakornas ini didasari penilaian kemendagri atas keberhasilan Sulsel yang banyak melahirkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : makassar.tribunnews.com/2011/05/18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar