Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 Mei 2011

Syahrul Janji Temui Meneg BUMN

Rabu, 25 Mei 2011 | 00:50:07 WITA | 403 HITS

Pertahankan Sattar Taba sebagai Dirut Semen Tonasa

Anbas/Fajar
Grafis
MAKASSAR -- Siapa direksi baru PT Semen Tonasa hingga kini masih tanda tanya. Namun Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tak surut untuk memberikan dukungan kepada Sattar Taba agar tetap dipertahankan selaku Direktur Utama PT Semen Tonasa.
Dukungan tersebut disampaikan Syahrul saat melakukan kunjung kerja di pabrik Semen Tonasa unit V di Pangkep, Selasa 24 Mei. Kunjungan Syahrul ke Pangkep bahkan seolah ingin melakukan show of force kepada pemerintah pusat akan penolakannya dengan rencana pergantian Direktur Utama PT Semen Tonasa.

Pada kunjungan itu Syahrul didampingi sejumlah pejabat penting di Sulsel antara lain, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, Kepolda Sulsel Irjen Pol Johny Wainal Usman, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amir, S.IP, Dan Lantamal VI Brigjen TNI Chaedier Patonnory, Dan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna, Wakil Kejaksaan Tinggi Sulsel Anton Hutabarat, dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Muhammad Ramli SH.

Sebelum berkeliling melihat lokasi pabrik, para pejabat ini sempat dijamu manajemen PT Semen Tonasa di sebuah danau buatan PT Semen Tonasa tak jauh dari pabrik.  Rombongan lalu menyempatkan berkeliling pabrik lalu meluncur ke Pelabuhan Biringkassi Bungoro  melihat aktivitas bongkar muat kapal milik PT Semen Tonasa.

Soal mengapa dia ngotot mempertahankan Sattar, Syahrul menegaskan, dirinya takut PT Semen Tonasa kembali terpuruk. Mantan bupati Gowa dua periode itu membeberkan, dia merasa trauma dengan pengalaman bangkrutnya Pabrik Kertas Gowa.

“Kita punya industri strategis Pabrik Kertas Gowa tahun 70-an yang pernah berjaya. Sampai di Amerika sana, pabrik ini membangun mes, di Singapura dan China juga ada mes. Tapi akhirnya ambruk. Itu karena digerogoti korupsi. Orang luar datang ke sini dan mengambil apa saja. Mohan maaf saya harus berkata seperti itu. Tapi kalau pilihannya orang Sulsel, mau ke mana dia, kan begitu. Sederhanaji,” kata Syahrul.

PT Semen Tonasa juga sedang menggenjot pembanguan pabrik baru unit V. Diperkirakan Desember 2011 akan beroperasi. Dengan bertambahnya pabri baru itu, kapasitas produksi Semen Tonasa akan naik. Syahrul mengatakan, selama dalam proses pembangunan unit V tersebut, dikawal penuh Sattar Taba yang telah bekerja sejak tahun 2002 lalu.

“Kalau arlojinya tidak rusak, tak perlu dibawa ke reparasi. Kalau manajemen bagus, keuntungan bagus, dan tidak ada bentuk-bentuk pelanggaran katakanlah korupsi, kenapa mau diganti. Itu tidak masuk akal,” kata Syahrul.

“Sangat tidak elegan kalau ada pemikiran untuk mengonta-ganti pucuk pimpinan sementara perusahaan sudah membaik. Kami sudah mengawal ini dengan baik sejak awal,” tambahnya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel menceritakan awal mula membangun Tonasa keluar dari keterpurukan tidak mudah. 

Kerja keras merealisasikan itu dilalui Sattar dengan penuh cobaan. “Kami berbicara dengan beliau, termasuk berjuang mendapatkan dana talangan senilai Rp6,5 triliun untuk membangun Tonasa Unit V. Selama itu pula Tonasa bisa keluar dari krisis manajemen, lalu membangun marketing dan distribusi produk. Kalau sudah berhasil lantas tiba-tiba diganti itu sangat tidak rasional,” katanya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang belum menentukan pergantian direksi PT Semen Tonasa. Kementerian BUMN masih menunggu usulan dari PT Semen Gresik Grup sebagai induk dari PT Semen Tonasa.

Syahrul juga berjanji akan menemui Menteri BUMN untuk menyampaikan desakan agar tidak seenaknya merombak direksi BUMN di suatu daerah yang nyata-nyata mampu berkontribusi terhadap daerah dan bisa bersinergi dengan semua stakeholder. 

"Hal yang demikian harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dan pemegang saham sebelum mengambil keputusan. Kita tidak rasialis, tetapi kita juga harus mempertimbangkan bahwa putra daerah Sulsel pun mampu mengelola perusahaan itu dan terbukti berhasil," tegasnya.

Produksi Naik

Sementara itu Direktur Utama PT Semen Tonasa, Sattar Taba menjelaskan dengan beroperasinya Tonasa Unit V dipastikan akan menambah volume produksi milik PT Semen Tonasa, menjadi 2,5 juta ton.

Saat ini, proses pembangunan pabrik sudah rampung 80 persen.   "Kami targetkan pabrik itu bisa beroperasi pada Desember 2011, tapi efektif untuk komersil diperkirakan Februari 2012," kata Sattar.    


Pabrik yang menghabiskan investasi sebesar Rp6,5  triliun ini menjadi pabrik kelima milik Semen Tonasa.   Jika pabrik ini beroperasi secara komersial,  produksi semen mencapai 6,5 juta ton.  Saat ini,  kapasitas produksi Semen Tonasa hanya sebesar 4 juta ton.   


Dengan tambahan kapasitas dari pabrik baru ini,  Semen Tonasa menargetkan bisa menjual 4,3 juta ton semen tahun ini,  naik 7,5 persen dari penjualan tahun lalu yang sebanyak 4 juta ton.    


Selain itu,  Semen Tonasa juga tengah membangun pembangkit berkapasitas 2x35 MW dengan investasi US$ 144 juta.   Proyek ini diharapkan bisa rampung pertengahan 2012.    


Sebagai bagian dari upaya untuk memperbesar penguasaan pasar di Indonesia timur,  Semen Tonasa juga sedang membangun packing plant di Papua,  Sultra,  Kaltim,  dan Ternate.   Masing-masing packing plant berkapasitas 600.000 ton per tahun. Saat ini Semen Tonasa sudah mempunyai delapan packing plant. (Selengkapnya lihat grafis).    


Semua ekspansi Semen Tonasa itu menjadi bagian dari upaya Grup Semen Gresik untuk memacu kapasitas produksi perusahaan.   Saat ini kapasitas produksi Semen Gresik mencapai 20,5 juta ton. Targetnya,  pada 2013 kapasitas produksi perusahaan pelat merah ini bisa naik menjadi 27 juta ton.  (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar