Thursday, 09 June
2011
MAKASSAR–
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta perbankan
mendukung program pemerintah, terutama untuk menggenjot pertumbuhan
ekonomi di daerah ini.
Karena itu, program yang dilakukan kedua lembaga ini harus sinkron.“Upaya tersebut dilakukan agar pemerintah dan lembaga perbankan tidak jalan sendiri-sendiri dan harus menyamakan persepsi,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar,kemarin. Mantan Bupati Gowa ini mengatakan, pemerintah daerah dan perbankan harus sinkron. Bahkan dia berharap,dalam waktu dekat bisa dilaksanakan expo perbankan di tiap kabupaten dan kota di Sulsel.
“Saya berharap, ini bisa di-realisasikan dalam waktu cepat,” ujarnya. Tujuan expo tersebut untuk merekatkan hubungan perbankan dengan masyarakat. “Terutama untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian dan peternakan. Sektor lainnya, kami rekatkan di expo perbankan itu,”ucap Syahrul. Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Makassar Lambok Antonius Siahaan mengatakan, koordinasi antara pemerintah daerah dan perbankan memang harus terjalin dengan baik.
“Bukan hanya di tingkat pemerintah provinsi, tapi sampai di tingkat kabupaten/ kota,”paparnya. Manfaatnya, untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, dan lainnya. “Salah satu item yang harus menjadi perhatian perbankan adalah dalam penyaluran KUR,”ungkapnya. Lambok optimistis pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan II/2011 akan lebih baik dibandingkan triwulan I, yang mencapai 7,1%.
“De-mikian pula tingkat inflasi di triwulan II, juga akan lebih terkendali,” ucapnya. Terkait program sertifikasi swadaya untuk para petani di Sulsel,Direktur Utama PT Bank Sulselbar Ellong Tjandra menjelaskan, program tersebut sudah dijalankan Bank Sulselbar, yakni di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu Utara.“Program ini juga seharusnya dikoneksikan dengan program nasional prona yang dilaksanakan di tingkat kecamatan,”ujarnya.
Selain program sertifikasi swadaya, Bank Sulselbar juga membuka tabungan untuk petani. Dengan demikian, untuk pembayaran plafon kredit antara Rp800.000 hingga Rp1 miliar,bisa langsung dipotong di tabungannya.”Tahun ini,kami mendapatkan alokasi KUR sebesar Rp30 miliar,”tandasnya. Dukungan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulsel juga disampaikan Regional Manager Panin Bank Indonesia Timur Onny Gappa.
“Kalau bisa expo perbankan yang diadakan nanti bisa dijadikan tradisi, yaitu dilaksanakan setiap tahun,”ucapnya. Dia optimistis, dengan sinkronisasi pemerintah dan perbankan, pertumbuhan perekonomian Sulsel bisa menembus angka 10%. “Saya optimistis dengan koordinasi yang baik, kami bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang cukup fantastis,”pungkasnya. wahyudi/umran la umbu
Karena itu, program yang dilakukan kedua lembaga ini harus sinkron.“Upaya tersebut dilakukan agar pemerintah dan lembaga perbankan tidak jalan sendiri-sendiri dan harus menyamakan persepsi,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar,kemarin. Mantan Bupati Gowa ini mengatakan, pemerintah daerah dan perbankan harus sinkron. Bahkan dia berharap,dalam waktu dekat bisa dilaksanakan expo perbankan di tiap kabupaten dan kota di Sulsel.
“Saya berharap, ini bisa di-realisasikan dalam waktu cepat,” ujarnya. Tujuan expo tersebut untuk merekatkan hubungan perbankan dengan masyarakat. “Terutama untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian dan peternakan. Sektor lainnya, kami rekatkan di expo perbankan itu,”ucap Syahrul. Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Makassar Lambok Antonius Siahaan mengatakan, koordinasi antara pemerintah daerah dan perbankan memang harus terjalin dengan baik.
“Bukan hanya di tingkat pemerintah provinsi, tapi sampai di tingkat kabupaten/ kota,”paparnya. Manfaatnya, untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, dan lainnya. “Salah satu item yang harus menjadi perhatian perbankan adalah dalam penyaluran KUR,”ungkapnya. Lambok optimistis pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan II/2011 akan lebih baik dibandingkan triwulan I, yang mencapai 7,1%.
“De-mikian pula tingkat inflasi di triwulan II, juga akan lebih terkendali,” ucapnya. Terkait program sertifikasi swadaya untuk para petani di Sulsel,Direktur Utama PT Bank Sulselbar Ellong Tjandra menjelaskan, program tersebut sudah dijalankan Bank Sulselbar, yakni di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu Utara.“Program ini juga seharusnya dikoneksikan dengan program nasional prona yang dilaksanakan di tingkat kecamatan,”ujarnya.
Selain program sertifikasi swadaya, Bank Sulselbar juga membuka tabungan untuk petani. Dengan demikian, untuk pembayaran plafon kredit antara Rp800.000 hingga Rp1 miliar,bisa langsung dipotong di tabungannya.”Tahun ini,kami mendapatkan alokasi KUR sebesar Rp30 miliar,”tandasnya. Dukungan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulsel juga disampaikan Regional Manager Panin Bank Indonesia Timur Onny Gappa.
“Kalau bisa expo perbankan yang diadakan nanti bisa dijadikan tradisi, yaitu dilaksanakan setiap tahun,”ucapnya. Dia optimistis, dengan sinkronisasi pemerintah dan perbankan, pertumbuhan perekonomian Sulsel bisa menembus angka 10%. “Saya optimistis dengan koordinasi yang baik, kami bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang cukup fantastis,”pungkasnya. wahyudi/umran la umbu
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar