Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Juni 2011

Hatta-Syahrul Narasumber Diskusi Harian Kompas

Tribun Timur - Selasa, 7 Juni 2011 22:26 WITA

Laporan: Agus Sumantri, Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Melaporkan dari Jakarta
Sumber Foto:makassar.antaranews.com

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Kompas Rikard Bangun mengapresiasi tingkat pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Hal itu disampaikan Rikard pada diskusi terbatas membahas Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/6).

Syahrul menjadi satu-satunya kepala daerah yang menjadi narasumber sesuai undangan Kompas Gramedia yang suratnya diteken Rikard Bangun dengan Nomor 006/Red-Diskusi/IV/2011, tertanggal 3 Juni 2011.

Kehadiran gubernur dalam diskusi nasional ini sangat beralasan karena dinilai sangat layak dan dianggap memiliki inovasi dan kinerja yang bagus utamanya dalam pembangunan perekonomian di Sulsel.

Harian Kompas juga menghadirkan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa, Direktur Utama (Dirut) Pelindo RJ Lino, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Hariyadi B Sukamdani, serta pengamat perbankan Anton Gunawan. Diskusi terbatas ini dipandu moderator Renald Kazali.

Gubernur Syahrul yang diberi kesempatan pertama mengemukakan pentingnya MP3EI, mengatakan, kebijakan ini sangat perlu karena akan berfungsi sebagai koridor untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah terlebih di Sulawesi Selatan.

Gubernur sekaligus memberi gambaran sekilas tentang kondisi riil pembangunan daerah dan menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat sudah tepat.

"Kami di tingkat provinsi dan kabupaten/kota wajib merealisasikannya," katanya. Selain itu, perencanaan yang ditawarkan agar terlaksana dengan baik sampai ke seluruh daerah.

"Ini adalah planning awal yang harus terus di breakdown dan bentuknya bersifat regional atau berbasis pulau. Membuat kluster untuk memudahkan investor melihat lebih tajam potensi disetiap daerah," jelasnya.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan potensi besar yang dimiliki setiap daerah harus dikelola dengan baik bersama investor.

Selain itu, diperlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), serta pelaku usaha untuk menggenjot pembangunan ekonomi utamanya di kawasan timur Indonesia di masa yang akan datang.(*)
 
Sumber : http://makassar.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar