Selasa, 07-06-2011
MAKASSAR, UPEKS--Pemerintah Provinsi Sulsel memprogramkan pemberian
bantuan berupa sarana dan prasarana untuk dapat menunjang program
fermentasi biji kakao yang kini telah berjalan. Diharapkan program
fermentasi biji kakao ini nantinya akan membawa Sulsel sebagai salah
satu daerah yang memiliki mutu produksi biji kakao, sehingga akan dapat
menyentuh pasar dunia.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Burhanuddin Mustafa, beberap hari lalu.
Menurutnya, guna mendukung percepatan implementasi biji kakao oleh petani, distan memberi pemahaman terhadap petani kakao untuk dapat meningkatkan kualitas kakao. Pihaknya akan terus dilakukan langkah-langkah yang dapat meningkatkan produksi biji kakao untuk dapat memenuhi kebutuhan kakao secara nasional mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton. "Untuk tahun 2011 ditargetkan produksi kakao sebanyak 183.145 ton," ujarnya.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Burhanuddin Mustafa, beberap hari lalu.
Menurutnya, guna mendukung percepatan implementasi biji kakao oleh petani, distan memberi pemahaman terhadap petani kakao untuk dapat meningkatkan kualitas kakao. Pihaknya akan terus dilakukan langkah-langkah yang dapat meningkatkan produksi biji kakao untuk dapat memenuhi kebutuhan kakao secara nasional mencapai 250 ribu hingga 300 ribu ton. "Untuk tahun 2011 ditargetkan produksi kakao sebanyak 183.145 ton," ujarnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pengolahan Data Dinas Perkebunan Sulsel, Rantjang Bhakti mengatakan, saat ini ada lima kabupaten yang menjadi sentra produksi kakao terbesar di Sulsel. Masing-masing Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Soppeng dan Pinrang. " Kakao Sulsel telah berhasil menembus Benua Amerika, dimana kontribusinya mencapai sekitar 60 persen dari target produksi secara nasional," kuncinya.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar