Total Tayangan Halaman

Kamis, 23 Juni 2011

Kopi Toraja Sebaiknya Dipatenkan Sebelum Dicaplok

Tribun Timur - Kamis, 23 Juni 2011 21:48 WITA

Kopi-Toraja.jpg
Kopi Toraja
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kopi Arabika asli Toraja Sulawesi Selatan harus segera dipatenkan dalam produk kemasan skala besar agar keasliannya tidak diklaim oleh daerah atau pihak-pihak lain.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai membuka seminar sehari manfaat kerjasama Asan bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6/2011).
  
Menurut Wagub Agus Arifin Nu'mang,  komoditas yang spesifik seperti Kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.

"Kita harus punya komoditas spesifik seperti Kopi Arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja dan ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelas Agus seperti dikutip dari Antara.
  
Ia mengatakan, selama ini upaya mempatenkan Kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar.
  
Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar. "Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya kita akan kendalikan pasar," kata Agus.

Secara nasional, jumlah produksi kopi Sulsel berada pada urutan teratas dengan luas lahan 70 hektare dan produksi 33 ribu ton per tahun. Namun, secara kualitas Sulsel bukan produsen teratas karena produktivitasnya hanya 700 kg per tahun, mutunya pun belum bisa bersaing dengan daerah lain.(*/tribun-timur.com)
Sumber :
Tribun Timur - Kamis, 23 Juni 2011 21:48 WITA
Share |
Kopi-Toraja.jpg
Kopi Toraja
Berita Terkait
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kopi Arabika asli Toraja Sulawesi Selatan harus segera dipatenkan dalam produk kemasan skala besar agar keasliannya tidak diklaim oleh daerah atau pihak-pihak lain.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang usai membuka seminar sehari manfaat kerjasama Asan bagi pemasaran kopi Indonesia di Makassar, Kamis (23/6/2011).
  
Menurut Wagub Agus Arifin Nu'mang,  komoditas yang spesifik seperti Kopi Toraja menjadi satu-satunya keunggulan Sulsel dalam persaingan di era perdagangan bebas.

"Kita harus punya komoditas spesifik seperti Kopi Arabika Toraja yang benar-benar asli dari Toraja dan ini pekerjaan rumah kita untuk segera mempatenkannya dalam sebuah produk kemasan," jelas Agus seperti dikutip dari Antara.
  
Ia mengatakan, selama ini upaya mempatenkan Kopi Toraja dalam sebuah produk kemasan telah berjalan di Toraja, namun belum dalam skala besar.
  
Dukungan modal kerja dalam bentuk skim kredit khusus untuk para pedagang lokal juga perlu disiapkan agar para pedagang lokal mampu bersaing dengan para pedagang di luar dan menjadi pengendali pasar. "Kalau perdagangan dan industrinya kita perbaiki, bahan bakunya kita punya kita akan kendalikan pasar," kata Agus.

Secara nasional, jumlah produksi kopi Sulsel berada pada urutan teratas dengan luas lahan 70 hektare dan produksi 33 ribu ton per tahun. Namun, secara kualitas Sulsel bukan produsen teratas karena produktivitasnya hanya 700 kg per tahun, mutunya pun belum bisa bersaing dengan daerah lain.(*/tribun-timur.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar