Tribun Timur - Jumat, 24 Juni 2011 19:26 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Provinsi Sulawesi Selatan ingin menunjukkan
diri sebagai salah satu daerah penghasil ikan dan sayur-sayuran
terbesar di Indonesia. Awal Juli nanti, Sulsel akan mengirimkan ikan,
daging, dan sayur ke Jakarta melalui kargo udara.
"Rencana mulai 1 Juli, kita mulai kirim ikan, daging dan sayuran melalui kargo udara. Ini sekaligus membuka pasar ke Jakarta," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang di Makassar, Jumat (24/6/2011).
Pemprov Sulsel, saat ini tengah mengatur proses pengiriman dengan pertimbangan kapasitas kargo pesawat terbang dan waktu pengiriman. Karena dari sisi persediaan, Sulsel akan menyanggupi berapa pun jumlah yang dibutuhkan terutama ikan seperti Baronang dan Kerapu.
"Kapasitas kargo setiap pesawat maksimal dua ton. Kita maunya satu ton dari setiap komoditas kita bisa penuhi," ujarnya. Kargo udara dipilih agar komoditi tersebut tiba dalam keadaan segar di Jakarta.
Sementara ini, Dinas Perhubungan Sulsel masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah maskapai penerbangan nasional untuk melakukan pengiriman komoditas tersebut.
Soal berapa banyak kebutuhan dan distribusi komoditas di Jakarta, ia mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan mengaturnya. "Kalau bisa dipotong rantai distribusinya langsung ke pengguna seperti rumah makan dan sebagainya," kata Agus seperti dikutip dari Antara.
Rencana pengiriman ikan sebagai pengganti kebutuhan daging di Jakarta merupakan ide Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada perbincangannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad beberapa waktu lalu terkait moratorium ekspor daging sapi Australia ke Indonesia. (*/tribun-timur.com)
"Rencana mulai 1 Juli, kita mulai kirim ikan, daging dan sayuran melalui kargo udara. Ini sekaligus membuka pasar ke Jakarta," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang di Makassar, Jumat (24/6/2011).
Pemprov Sulsel, saat ini tengah mengatur proses pengiriman dengan pertimbangan kapasitas kargo pesawat terbang dan waktu pengiriman. Karena dari sisi persediaan, Sulsel akan menyanggupi berapa pun jumlah yang dibutuhkan terutama ikan seperti Baronang dan Kerapu.
"Kapasitas kargo setiap pesawat maksimal dua ton. Kita maunya satu ton dari setiap komoditas kita bisa penuhi," ujarnya. Kargo udara dipilih agar komoditi tersebut tiba dalam keadaan segar di Jakarta.
Sementara ini, Dinas Perhubungan Sulsel masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah maskapai penerbangan nasional untuk melakukan pengiriman komoditas tersebut.
Soal berapa banyak kebutuhan dan distribusi komoditas di Jakarta, ia mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan mengaturnya. "Kalau bisa dipotong rantai distribusinya langsung ke pengguna seperti rumah makan dan sebagainya," kata Agus seperti dikutip dari Antara.
Rencana pengiriman ikan sebagai pengganti kebutuhan daging di Jakarta merupakan ide Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada perbincangannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad beberapa waktu lalu terkait moratorium ekspor daging sapi Australia ke Indonesia. (*/tribun-timur.com)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar