Kamis, 30 Juni 2011
NURHADI/FAJAR
FIPO AWARD. Para penerima award The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) berfoto bersama dengan Komisaris PT Media Fajar, Syafiuddin Makka (keempat dari kanan) dan Direktur FIPO Basir Kadir usai pemberian penganugerahan, Selasa malam.
FIPO AWARD. Para penerima award The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) berfoto bersama dengan Komisaris PT Media Fajar, Syafiuddin Makka (keempat dari kanan) dan Direktur FIPO Basir Kadir usai pemberian penganugerahan, Selasa malam.
MAKASSAR
-- The Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) selaku lembaga independen
yang memberikan penghargaan terhadap daerah kabupaten/kota di Sulawesi
Selatan, sukses menggelar Otonomi Awards 2011, Selasa malam lalu.
Penghargaan di tahun ketiga ini merupakan kelanjutan atas sukses
pelaksanaan Otonomi Awards yang diselenggarakan setiap tahunnya mulai
2009 silam.
Sebelum pemberian penghargaan Otonomi Awards 2011, FIPO telah
melaksanakan tugas khusus untuk menilai, mensurvei, dan
mengevaluasi penyelenggaraan otonomi daerah pada 23 kabupaten/kota di
Sulsel, dalam kurun satu tahun belakangan.
"Daerah yang berhasil meraih award tak lepas dari
kerja keras yang dilakukan pemerintah setempat untuk memajukan otonomi
daerahnya bagi kesejahteraan masyarakat," kata Direktur FIPO, Basir
Kadir, Rabu, 29 Juni.
Setiap tahun, tambah Basir, selalu ada daerah yang otonomi
daerahnya dinilai meningkat oleh tim peneliti FIPO. Namun, ada juga
daerah yang mengalami penurunan atau stagnan pada kondisi yang
sama.
"Jadi penilaian kita dipastikan berdasarkan hasil di
lapangan. Bisa jadi mereka yang memiliki nilai yang tetap dan tidak
bertambah, dikalahkan oleh daerah lain yang memiliki pencapaian nilai
baru. Meskipun nilai daerah tersebut belum melampaui daerah yang
nilainya lebih tinggi tapi tidak meningkat," jelas Basir.
Untuk prestasi yang dicapai daerah-daerah tersebut, FIPO
memberikan penghargaan khusus dalam sembilan kategori. Yakni kategori
yang meliputi bidang pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi,
pemberdayaan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan, pelayanan bidang
kesehatan, pendidikan, administrasi dan kependudukan, partisipasi publik
dan kesinambungan politik, serta akuntabilitas publik dan pengelolaan
lingkungan hidup. Serta award untuk kategori daerah inovatif dengan
program inspiratif.
Ditambah tiga grand award, yang merupakan penghargaan terbaik
dari yang terbaik di ketiga bidang kategori. Maka, otonomi
awards ini digelar untuk memotivasi kemajuan pemerintah setempat untuk
memajukan otonomi daerah untuk memajukan masyarakatnya.
Dari tiga kali pelaksanaan Otonomi Awards, Kota Parepare tak
pernah melepaskan prestasinya dalam bidang pelayanan administrasi dan
kependudukan. "Rencananya, kita akan memberikan penghargaan atau award,
bagi kabupaten/kota yang mampu mempertahankan awardnya hingga tiga
tahun berturut-turut dan kembali mendapatkan award yang sama pada
tahun keempat," ucap dia. (yuk)
Sumber : http://www.fajar.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar