Jumat, 01-07-2011
Geser Daging Australia
MAKASSAR, UPEKS—Jumat (1/6) hari ini, daging asal Sulsel resmi
memasuki pasar Jakarta menggantikan da-ging asal Australia. Sebanyak 1
ton da-ging sapi dikirim via Garuda Indonesia.
Rencanannya Jumat dini hari ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, melakukan pengiriman perdana di Bandara Sultan Hasanuddin.
Pengiriman perdana itu rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’man, Sekretaris Daerah (Sekda) A Muallim, dan Muspida Provinsi Sulsel kepada petugas kargo di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel, Ir Murtala Ali MSi mengatakan, pengiriman 1 juta ton daging ke Jakarta merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta. Dan, pengiriman itu tidak terlepas dari posisi Sulsel yang lagi swasembada daging.
“Pengiriman daging ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta. Kita ambil alih karena Australia sudah menghentikan pengiriman daging ke Jakarta. Sementara peluang bisnisnya sangat besar, dan kita mampu melakukan itu,” kata Murtala, saat dikonfirmasi, Kamis (30/6).
Selain itu, Murtala mengaku siap untuk memenuhi kebutuhan daging di Seluruh Indonesia.
“Saya kira kita selalu siap, bukan cuma Jakarta, tapi seluruh Indonesia,” katanya.
Menurutnya, populasi sapi di Sulsel sangat besar. Bahkan, target 1 juta ekor sapi 2013 sudah hampir tercapai. Saat ini, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) populasi sapi di Sulsel sudah mencapai 978.916 ekor.
Agar program dan peluang bisnis dapat dipertahankan, ia mengaku akan konsiten melakukan berbagai program. Seperti, program gerakan optimalisasi sapi, pengendalian betina produktif, Inseminasi Buatan (IB) dan pengendalian penyakit.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa 1 juta ton daging sapi yang dikirim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel akan diterima secara simbolis oleh pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Gubernur DKI Fauzi Bowo.
“Pak Syahrul YL dan Gubernur DKI Jakarta, serta pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan akan menerima langsung daging yang kami kirim. Hal ini pertanda, Sulsel siap membantu kebutuhan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel Ir Abd Muas mengatakan, selain 1 ton daging sapi, Dinas Peternakan juga akan mengirim 1 ton ikan, dan 1 ton sayur-sayuran.
Pengiriman produk-produk unggulan Sulsel ke Jakarta itu terwujud setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bertemu Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad pertengahan Juni lalu.
Saat itu, Fadel meminta agar Sulsel mengekspor hasil laut dan hasil buminya ke ke Singapura atau Malaysia.
Pada pertemuan itu juga terungkap adanya kebutuhan stok daging Pemkot DKI Jakarta karena dihentikannya impor daging dari Australia.
“Sekarang di Jakarta lagi heboh karena Australia tidak lagi mengekspor daging ke Indonesia. Kenapa Sulsel tidak menyuplai daging ke Jakarta, termasuk ikan,” terangnya.
Rencanannya Jumat dini hari ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, melakukan pengiriman perdana di Bandara Sultan Hasanuddin.
Pengiriman perdana itu rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’man, Sekretaris Daerah (Sekda) A Muallim, dan Muspida Provinsi Sulsel kepada petugas kargo di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel, Ir Murtala Ali MSi mengatakan, pengiriman 1 juta ton daging ke Jakarta merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta. Dan, pengiriman itu tidak terlepas dari posisi Sulsel yang lagi swasembada daging.
“Pengiriman daging ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta. Kita ambil alih karena Australia sudah menghentikan pengiriman daging ke Jakarta. Sementara peluang bisnisnya sangat besar, dan kita mampu melakukan itu,” kata Murtala, saat dikonfirmasi, Kamis (30/6).
Selain itu, Murtala mengaku siap untuk memenuhi kebutuhan daging di Seluruh Indonesia.
“Saya kira kita selalu siap, bukan cuma Jakarta, tapi seluruh Indonesia,” katanya.
Menurutnya, populasi sapi di Sulsel sangat besar. Bahkan, target 1 juta ekor sapi 2013 sudah hampir tercapai. Saat ini, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) populasi sapi di Sulsel sudah mencapai 978.916 ekor.
Agar program dan peluang bisnis dapat dipertahankan, ia mengaku akan konsiten melakukan berbagai program. Seperti, program gerakan optimalisasi sapi, pengendalian betina produktif, Inseminasi Buatan (IB) dan pengendalian penyakit.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa 1 juta ton daging sapi yang dikirim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel akan diterima secara simbolis oleh pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Gubernur DKI Fauzi Bowo.
“Pak Syahrul YL dan Gubernur DKI Jakarta, serta pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan akan menerima langsung daging yang kami kirim. Hal ini pertanda, Sulsel siap membantu kebutuhan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel Ir Abd Muas mengatakan, selain 1 ton daging sapi, Dinas Peternakan juga akan mengirim 1 ton ikan, dan 1 ton sayur-sayuran.
Pengiriman produk-produk unggulan Sulsel ke Jakarta itu terwujud setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bertemu Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad pertengahan Juni lalu.
Saat itu, Fadel meminta agar Sulsel mengekspor hasil laut dan hasil buminya ke ke Singapura atau Malaysia.
Pada pertemuan itu juga terungkap adanya kebutuhan stok daging Pemkot DKI Jakarta karena dihentikannya impor daging dari Australia.
“Sekarang di Jakarta lagi heboh karena Australia tidak lagi mengekspor daging ke Indonesia. Kenapa Sulsel tidak menyuplai daging ke Jakarta, termasuk ikan,” terangnya.
sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar