Monday, 20 June 2011
MAKASSAR– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mempertanyakan data
Kementerian Sosial (Kemensos) yang memasukkan Kabupaten Luwu sebagai
salah satu daerah tertinggal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur mengklaim, Kabupaten Luwutidak masuk dalam daftar daerah tertinggal.Menurut dia,selama ini justru Luwu dikenal salah satu daerah penghasil pendapatan asli daerah (PAD) kategori tinggi di daerah ini.Hal tersebut sesuai data Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra).
“Kami justru kaget,kenapa Luwu masuk sebagai daerah tertinggal.Dari data yang kami peroleh, daerah tersebut memiliki PAD tinggi dan jumlah pengangguran di daerahnya kurang,” ungkapnya di Makassar, kemarin. Sehari sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengumumkan bahwa Luwu dan Jeneponto masuk kategori daerah tertinggal.Dia mengklaim,angka kemiskinan di dua daerah tersebut masih cukup tinggi. Mensos mengungkapkan, angka kemiskinan di dua daerah itu cukup tinggi.
Dia menyebutkan, secara nasional masih terdapat 1.116.000 keluarga sangat miskin dan sekitar 20.000 di antaranya berada di Sulsel.“Daerah tertinggal kebanyakan disebabkan pemekaran wilayah. Setelah lepas dari yang lama (kabupaten induk) dan SDA juga kecil,”kata Salim Segaf Al Jufri di Makassar,Sabtu (18/6). Data yang diperoleh di Bappeda menunjukkan bahwa masih ada empat kabupaten di Sulsel yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, yaitu Kabupaten Jeneponto, Pangkep, Kepulauan Selayar, serta Toraja Utara (Torut).
Tan Malaka menyebutkan, salah satu alasan yang menyebabkan Jeneponto masih di bawah, lantaran daerah ini memiliki angka indeks prestasi manusia (IPM) yang rendah.Angka pengangguran di Jeneponto juga cukup tinggi. Sementara itu,Pangkep dan Selayar masuk kategori daerah tertinggal disebabkan kedua daerah ini merupakan kepulauan sehingga pertumbuhan ekonomi dan pembangunannya belum merata.
Sementara Torut merupakan daerah yang baru dimekarkan sehingga masih membutuhkan waktu mengangkat PAD-nya. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Kem ensos soal masuknya Luwu sebagai daerah tertinggal. Dia juga akan mencocokkannya dengan data yang diperoleh dari PDT dan Kemenko Kesra.
Kadis Sosial Sulsel Suwandy Mahendra menyatakan, pada tahun mendatang, pihaknya akan memprioritaskan program pendampingan masalah kemiskinan di keempat daerah yang masih dalam kategori tertinggal. Menurutnya, hal ini untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah itu. “Ke depan,kami akan prioritaskan agar tidak jauh berbeda dengan kabupaten/kota lain di Sulsel. Soal bantuan, kami belum bisa tetapkan,”ujarnya. ●wahyudi
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur mengklaim, Kabupaten Luwutidak masuk dalam daftar daerah tertinggal.Menurut dia,selama ini justru Luwu dikenal salah satu daerah penghasil pendapatan asli daerah (PAD) kategori tinggi di daerah ini.Hal tersebut sesuai data Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra).
“Kami justru kaget,kenapa Luwu masuk sebagai daerah tertinggal.Dari data yang kami peroleh, daerah tersebut memiliki PAD tinggi dan jumlah pengangguran di daerahnya kurang,” ungkapnya di Makassar, kemarin. Sehari sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri mengumumkan bahwa Luwu dan Jeneponto masuk kategori daerah tertinggal.Dia mengklaim,angka kemiskinan di dua daerah tersebut masih cukup tinggi. Mensos mengungkapkan, angka kemiskinan di dua daerah itu cukup tinggi.
Dia menyebutkan, secara nasional masih terdapat 1.116.000 keluarga sangat miskin dan sekitar 20.000 di antaranya berada di Sulsel.“Daerah tertinggal kebanyakan disebabkan pemekaran wilayah. Setelah lepas dari yang lama (kabupaten induk) dan SDA juga kecil,”kata Salim Segaf Al Jufri di Makassar,Sabtu (18/6). Data yang diperoleh di Bappeda menunjukkan bahwa masih ada empat kabupaten di Sulsel yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, yaitu Kabupaten Jeneponto, Pangkep, Kepulauan Selayar, serta Toraja Utara (Torut).
Tan Malaka menyebutkan, salah satu alasan yang menyebabkan Jeneponto masih di bawah, lantaran daerah ini memiliki angka indeks prestasi manusia (IPM) yang rendah.Angka pengangguran di Jeneponto juga cukup tinggi. Sementara itu,Pangkep dan Selayar masuk kategori daerah tertinggal disebabkan kedua daerah ini merupakan kepulauan sehingga pertumbuhan ekonomi dan pembangunannya belum merata.
Sementara Torut merupakan daerah yang baru dimekarkan sehingga masih membutuhkan waktu mengangkat PAD-nya. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Kem ensos soal masuknya Luwu sebagai daerah tertinggal. Dia juga akan mencocokkannya dengan data yang diperoleh dari PDT dan Kemenko Kesra.
Kadis Sosial Sulsel Suwandy Mahendra menyatakan, pada tahun mendatang, pihaknya akan memprioritaskan program pendampingan masalah kemiskinan di keempat daerah yang masih dalam kategori tertinggal. Menurutnya, hal ini untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah itu. “Ke depan,kami akan prioritaskan agar tidak jauh berbeda dengan kabupaten/kota lain di Sulsel. Soal bantuan, kami belum bisa tetapkan,”ujarnya. ●wahyudi
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar