Total Tayangan Halaman

Selasa, 21 Juni 2011

Fort Roterdam akan Jadi Institute Kesenian

Selasa, 21 Juni 2011

 
MAKASSAR -- Fort Rotterdam sebentar lagi akan berfungsi ganda. Selain sebagai objek wisata, benteng bersejarah itu akan “disulap” menjadi kampus. Ke depan, Institut Kesenian dan Kebudayaan akan beroperasi di Fort Rotterdam.
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menawarkan proyek pendidikan tersebut saat membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Senin 20 Juni di Gedung Celebes Convention Centre (CCC). Mendiknas menyiapkan APBN untuk Pemprov Sulsel demi merealisasikan recana pembangunan pergurun tinggi tersebut.

Nuh mengatakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) belum ada Institut Kesenian dan Kebudayaan, makanya Sulsel harus mendapat prioritas. Sedangkan di daerah lain institut serupa sudah berdiri.

“Di Indonesia kita sudah punya Institut Kesenian di Kota Padang Sumatera Barat, Bandung Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Di KTI ini belum ada institut kesenian itu. Nantinya institut kesenian di sini harus bisa mengcover Indonesia Timur dan menjadi lembaga yang memelihara dan merawat kebudayaan Indonesia di KTI,” kata Nuh.

Nuh mengatakan kampus tersebut diharapkan bisa menjadi sumber kreativitas baru. Salah satunya, dari kampus itu bisa lahir sines muda dan seniman film. “Harus ada muncul dan bakat baru dari Makassar,” katanya saat konfrensi pers.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pun menyambut hangat tawaran mendiknas. Gubernur langsung menyatakan kesiapannya mewujudkan rencana tersebut. Di depan menteri, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini mengatakan tawaran mendiknas sebagai perintah sekaligus berkah. Tahun depan kampus sudah siap menerima mahasiswa.

Kesiapan awal Fort Roterdam akan dijadikan kampus sementara, lalu pemprov mencari lahan untuk dijadikan 
kampus. “Untuk sementara kami rencana menjadikan Fort Rotterdam sebagai pusat pendidikan. Sambil jalan kami mencari lahan di luar,” katanya.

Soal pilihan Fort Rotterdam, Syahrul mengatakan karena di sana banyak bisa dikreasikan oleh mahasiswa. Fort Rotterdam selama ini sudah menjadi pusat kebudayaan Sulsel. Ada panggung dan dan ruang-ruang. Kalau di tempatkan di situ maka mahasiswa bisa langsung berpraktik dan berinteraksi dengan turis,” kata Syahrul.

Gubernur juga akan memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel untuk membicarakan masalah teknis, termasuk kesiapan administrasi dari kementerian.  (aci)
Sumber : http://www.fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar