Selasa, 14 Juni 2011 - 02:53:44 WIB
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 19,1 miliar. Rumah sakit
tersebut diantaranya, Rumah Sakit Haji sebesar Rp 5,3 miliar, Rumah Sakit
Sayang Rakyat Rp 10,4 miliar, dan rumah Sakit Labuang Baji Rp 3,4 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai rokok dan penguatan
infrastruktur daerah 2011.
Direktur Rumah
Sakit Sayang Rakyat, dr. Kasma Padjalangi, Sabtu, 11 Juni 2011 di Makassar
mengatakan, pihaknya sangat bersyukur memperoleh dana tersebut. Rumah sakit
khusus pasien kesehatan gratis ini membutuhkan tambahan fasilitas, seperti alat
kesehatan di ruang operasi, alat pemeriksa kehamilan USG, anestesi, dan pemicu
jantung.
Sesuai petunjuk
Kementerian Keuangan, Dana Alokasi Khusus tersebut akan dipakai melengkapi
fasilitas dan memperbaiki infrastruktur di rumah sakit tersebut. Perbaikan itu
untuk mendukung program kesehatan gratis yang dicanangkan Gubernur Sulawesi
Selatan. Program ini dinilai dibutuhkan dan banyak dimanfaatkan masyarakat.
Rumah Sakit Sayang Rakyat memang masih membutuhkan tambahan peralatan, utamanya
untuk ruang operasi. Dari lima kamar operasi, baru tiga yang peralatannya
lengkap.
Wakil Direktur
Rumah sakit Labuang Baji, Isdayanti Sanusi mengatakan, dana yang cair nanti
akan dimanfaatkan untuk memperbaiki Instalasi Pengolahan air Limbah yang
tersumbat. Apalagi Rumah Sakit Labuang Baji hanya memiliki satu instalasi
pengolahan air limbah untuk menangani ratusan pasien. Alokasi dana terbesar
dipakai untuk pengadaan dan perbaikan peralatan alat kesehatan di Instalasi
Gawat Darurat yang memang sudah banyak tak layak pakai.
Simber : http://www.sulsel.go.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar