Jumat, 10-06-2011
Target Swasembada Kedelai Dalam Tiga Tahun
MAKASSAR, UPEKS--Provinsi Sulawesi Selatan diprediksi tiga tahun ke
depan akan mengalami swasembada kedelai. Sehingga kebutuhan kedelai yang
selama ini dipasok dari luar (impor) akan diisi produk lokal. Untuk itu
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, akan terus
berupaya memacu program peningkatan produksi dan kualitas dengan
mendorong petani mengembangkan komoditas kedelai sebagai tanaman sela.
Saat ini luas areal tanam kedelai di Sulawesi Selatan mencapai 45.000 hektare. Areal tersebut terbesar di 17 kabupaten diantaranya yaitu Kabupaten Soppeng, Enrekang, Sidrap dan Bantaeng. "Pada tahun 2014 mendatang pemerintah telah menargetkan dapat mencapai swasembada kedelai dengan merangsang petani menanam kedelai, agar petani mau menanam kedelai kita dengan menjaga kondisi harga tidak anjlok,"ujar Ir Lutfi Halid, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, belum lama ini.
Pihaknya terus mendorong perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan tidur dan juga dilakukan edukasi petani agar melakukan pemupukan berimbang. Target produksi kedelai meningkat menjadi 63.450 ton dari 41.000 ton pada 2010 lalu, kedelai Sulawesi Selatan lalu setara dengan 4 persen produksi kedelai nasional sehingga mencapai 925 ribu ton.
Sementara tahun ini, secara nasional pemerintah menargetkan produk kedelai menembus angka 2,2 juta ton. Target kedepannya adalah bagaimana menggalakkan tanaman kedelai di tingkat petani guna meningkatkan produksi, dengan begitu Sulawesi Selatan dalam menekan impor kedelai dapat lebih besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, harga kedelai untuk eceran sebesar Rp5.000 per kilogram dan Rp4.500 untuk penjualan di tingkat petani dan diakui selama ini, pasar menjadi kendala utama pengembangan kedelai di Sulsel, karena harganya rendah, sementara petani mengharapkan harga pada level Rp6.500 per kilogram.
Saat ini luas areal tanam kedelai di Sulawesi Selatan mencapai 45.000 hektare. Areal tersebut terbesar di 17 kabupaten diantaranya yaitu Kabupaten Soppeng, Enrekang, Sidrap dan Bantaeng. "Pada tahun 2014 mendatang pemerintah telah menargetkan dapat mencapai swasembada kedelai dengan merangsang petani menanam kedelai, agar petani mau menanam kedelai kita dengan menjaga kondisi harga tidak anjlok,"ujar Ir Lutfi Halid, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, belum lama ini.
Pihaknya terus mendorong perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan tidur dan juga dilakukan edukasi petani agar melakukan pemupukan berimbang. Target produksi kedelai meningkat menjadi 63.450 ton dari 41.000 ton pada 2010 lalu, kedelai Sulawesi Selatan lalu setara dengan 4 persen produksi kedelai nasional sehingga mencapai 925 ribu ton.
Sementara tahun ini, secara nasional pemerintah menargetkan produk kedelai menembus angka 2,2 juta ton. Target kedepannya adalah bagaimana menggalakkan tanaman kedelai di tingkat petani guna meningkatkan produksi, dengan begitu Sulawesi Selatan dalam menekan impor kedelai dapat lebih besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, harga kedelai untuk eceran sebesar Rp5.000 per kilogram dan Rp4.500 untuk penjualan di tingkat petani dan diakui selama ini, pasar menjadi kendala utama pengembangan kedelai di Sulsel, karena harganya rendah, sementara petani mengharapkan harga pada level Rp6.500 per kilogram.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar